HomePojok LirboyoLirboyo Gelar Malam Ta’dhim Maulid Nabi

Lirboyo Gelar Malam Ta’dhim Maulid Nabi

2 0 likes 826 views share

LirboyoNet, Kediri – Meskipun agenda Pondok Pesantren Lirboyo, saat ini sedang liburan, namun kemeriahan tetap terlihat dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini terlihat dari berkumpulnya ratusan santri Pondok Pesantren Lirboyo di serambi Masjid Lawang Songo.

Dalam kegiatan yang di kemas dalam bentuk “Malam Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW” ini, hadir beberapa Masyayik Pondok Pesantren Lirboyo, seperti KH. M. Anwar Manshur dan KH. An’iem Falahuddin Mahrus. Selain para masyayikh tampak pula beberapa gus-gus muda seperti Agus H. Ya’lu Anwar, agus H. Yasin Emka, Agus H. Adibussholeh Anwar dan Agus, Syamsul Mu’ien.

Dari jajaran kepengurusan, tampak beberapa pimpinan pondok dan beberapa Pengurus yang masih bertugas di Lirboyo, meskipun liburan.

Rangkaian acara Maulid, di mulai dengan pembacaan Sholawat badar, yang dilantunkan oleh Ghozali, salah satu Muadzin Lirboyo. Pembacaan Sholawat Badar yang merdu membuat suasana Serambi Masjid yang asalnya sepi dan kosong berubah menjadi ramai oleh kehadiran santri, selanjutnya acara disambung dengan pembacaan sholawat dengan diiringi rebana, “meskipun mendadak dan minim persiapan, namun Alhamdulillah tim rebana bertugas dengan sukses dan lancar,” ujar Ust. Arif Noer, ketua panitia.

Para pembaca Maulid Nabi, sengaja membaca kitab Maulid Addiba’i secara utuh, agar kesan maulid Nabi terasa total dan dapat dihayati, sehingga ta jarang, seluruh santri yang hadir dalam kegiatan tersebut dapat menyimak hingga tuntas.

Usai pembacaan Maulid, acara dilanjutkan dengan sambutan singkat, atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, yang disampaikan H. Mukhlas Noer, “Mohon maaf jika persiapan kami kurang maksimal dan terima kasih atas segala bantuan dan arahan semua pihak, terlebih lagi kepada Para Masyayikh, kami haturkan terima kasih atas kerawuhannya,” ujarnya.

Usai sambutan atas nama pengurus, acara dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah, yang di sampaikan oleh KH. Muhammad Anwar Manshur, dalam petuahnya, beliau banyak menceritakan tentang keutamaan peringatan Maulid Nabi dan siroh (perjalanan) para Masyayikh pendiri dan sesepuh Lirboyo, “Hurmat terhadap kelahiran Nabi, pahala dan barokahnya sangat besar, maka jangan dianggap sepele acara sederhana seperti ini,” ujar beliau santun.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar juga menceritakan sepak terjang para sesepuh Lirboyo, sehingga menjadi besar seperti ini, ” Thoriqohnya Lirboyo itu mempeng, sampai-sampai mbah marzuqi Dawuh, lebih baik tidak puasa sunah tapi rajin belajar dari pada puasa tapi tidak pernah belajar,” ujar beliau dengan tegas. Riff