Malam Takdzim Maulidun Nabi

LirboyoNet, Kediri – Malam itu (23/12), ribuan tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Dan perayaan maulid, kelahiran beliau, senantiasa diperingati sepanjang tahun dengan beragam cara dan tradisi yang berbeda-beda di seluruh penjuru dunia. Ada yang membacakan Maulid Al-Barzanji, ada yang melantunkan Maulid Al-Diba’i, dan berbagai macam perayaan lainnya. Segala macam perayaan ini adalah wujud dari kegembiraan atas lahirnya Nabi, Sang Pemberi Syafa’at.

Di malam itu pula, Pondok Pesantren Lirboyo kembali memperingati hari lahir Baginda Nabi dengan perayaan sederhana di serambi Masjid Lawang Songo. Peringatan maulid di sini memang selalu sederhana. Tidak dengan gegap gempita, dekorasi sana-sini, maupun penceramah kondang. Namun kesederhanaan inilah yang membuat acara menjadi lebih khidmat.

Diliputi suasana antusias dari santri yang tidak pulang liburan maulud lalu, serambi masjid nampak penuh sesak dipadati oleh mereka. Peringatan maulid dengan tema, “Malam Takdzim” ini dihadiri oleh segenap masyayikh dan dzuriyyah Pondok Pesantren Lirboyo, seperti KH. M. Anwar Manshur, KH. Habibullah Zaini, dan KH. Atho’illah S. Anwar.

Acara dimulai dengan beberapa kasidah oleh “Antadulla”,  sebuah grup rebana dari komunitas santri Luar Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tawassul. Setelah dibacakan Maulid Al-Diba’i, acara ditutup dengan doa oleh KH. M. Anwar Manshur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.