HomePojok LirboyoMasjid Bersih, Ibadah Jernih

Masjid Bersih, Ibadah Jernih

0 2 likes 803 views share

LirboyoNet, Kediri – Bertambah tua bukan berarti reyot dan keropos. Coba lihat Masjid Lawang Songo. Ia menemani hidup ponpes Lirboyo sejak masa pendiri, KH. Abdul Karim, hingga sekarang. Berusia sekitar satu abad, masjid masih asri dan nyaman sebagai tempat ibadah santri sehari-hari.

Demi mempertahankan kenyamanan dan keasrian itulah, Sabtu (26/03) kemarin para khodim masjid mulai membersihkan perabot masjid, seperti pintu dan jendela. Untuk kedua item ini, para khodim melepaskannya dari kusen, kemudian membawanya ke tempat sekitar Aula Al-Muktamar untuk dicuci.

Selain pintu, tidak ketinggalan tirai-tirai bambu yang terpasang di sekitar masjid juga ikut dibersihkan. Mereka juga mengusungnya ke tempat yang sama.

Meskipun tua nan kuno, perabot-perabot ini samasekali tidak dicuci dengan cara yang ‘istimewa’. Hanya dengan air dan sabun sekedarnya. Tidak dengan ramuan khusus, apalagi kembang macam-macam.

Tidak butuh waktu lama. Dicuci pada pagi hari, pintu dan jendela dipasang kembali pada sorenya. Sehingga tidak mengganggu para santri yang seringkali menggantungkan berbagai aktifitasnya di masjid. Mereka, para santri, bisa kembali shalat, nderes dan ngelalar dengan lebih nyaman.

Kemudian, pada Senin (28/03), perawatan dilanjutkan dengan mengecat ulang dinding pagar dan gerbang masuk masjid. Dari depan Kantor Bakti, santri-santri mengecat dinding pagar hingga ke timur Ponpes Hidayatul Mubtadi-aat. Warna yang digunakan tetap putih, namun lebih redup.

Sebelum itu, terlebih dahulu para khodim membersihkan lokasi sekitar masjid. Pohon-pohon yang terlalu tinggi juga tidak luput dari pembersihan. Dahan-dahan yang dianggap mengganggu dipangkas. Rumput-rumput liar juga ikut diberantas.

Apapun yang dilakukan santri hari-hari itu adalah, lagi-lagi, demi keasrian dan kenyamanan pondok. Dengan begitu, para santri dapat belajar dan beraktifitas dengan baik.][