HomePojok LirboyoMembekali Diri Sebelum Safari

Membekali Diri Sebelum Safari

0 1 likes 618 views share

LirboyoNet, Kediri –Yang seringkali terlewatkan dalam dakwah adalah bahan dakwah yang aktual. Terlihat remeh. Namun jika diabaikan bisa fatal.

“Ibarat mereka haus, mereka butuh air. Bukan nasi,” tutur Ustadz Zamroji. pada faktanya, jika masyarakat diberi apa yang mereka butuhkan, akan berbeda penerimaannya dengan apa yang diberikan tanpa melihat kebutuhan. Tidak perlu muluk-muluk. Tata cara berwudlu saja, jika masyarakat belum faham benar, akan lebih penting dan berguna daripada menceramahi mereka dengan tema terorisme, semisal.

Hal ini disampaikan oleh beliau di hari terakhir Pembekalan Safari Daerah Lembaga Ittihadul Muballighin Pondok Pesantren Lirboyo (LIM P2L), Selasa (22/03). Para mustami’ (pendengar) hari itu berasal dari berbagai daerah. Merekalah yang pada bulan Ramadlan nanti akan berdakwah di daerahnya masing-masing. Karena itu, penting bagi mereka untuk mempunyai pengetahuan pada apa yang akan mereka hadapi nanti.

Dilaksanakan di Kantor Al-Muktamar, ustadz bernama lengkap Zamroji As-Sunan ini menguraikan materi sejak pukul 14.00 Waktu Istiwa’. “Banyak yang menjadikan dakwah kita efektif. Misalnya di luar waktu ceramah, kita datangi rumah mereka. Home visit. Kita jemput mereka,” imbuh beliau.

Dengan mengunjungi para maudlu’ (objek dakwah), akan memudahkan kita untuk mengenal dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka. Dengan begitu, penyampaian dakwah tidak akan melenceng dari jalur yang seharusnya.

Kemudian, para dai hendaknya membekali diri mereka dengan pengetahuan yang cukup. Ini perlu, karena dalam berdakwah nanti bukan hanya bersifat ajakan. Justru, akan ditemui pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. Apa saja yang membatalkan wudlu. Bagaimana jika bersentuhan dengan istri, dan semacamnya.

Di sesi selanjutnya, para peserta diberi waktu untuk memberikan pertanyaan. “Presiden Soekarno, yang menjadi orator ulung internasional, dulu juga latihan orasi. Beliau berdiri dan ngomong macam-macam di depan bangku-bangku kosong,” jawab ustadz Zamroji saat ditanya bagaimana cara membangun mental dakwah.

Memperbanyak jam terbang juga bisa menjadi solusi yang baik. Mengingat, apa yang akan kita hadapi bukanlah satu-dua orang. Masyarakat adalah kumpulan manusia yang beragam watak dan adat.

Dalam penutup beliau berpesan, “Sampaikan materi yang bisa dipertanggungjawabkan. Jangan ngomong asal-asalan. Bawa kitab. Orang akan tambah yakin jika yang kita sampaikan punya dasar.”][