Mengenal Arti Ijtihad Beserta Komponennya

Mengenal Arti Ijtihad Beserta Komponennya

Mengenal Arti Ijtihad Beserta Komponennya Dewasa ini, ilmu fiqh mulai banyak mendapat perhatian dari Masyarakat luas. mereka sadar bahwa amaliyah ibadah entah berupa salat, zakat, puasa, transaksi jual beli, dan lain-lain, bisa berlabel sebagai ibadah yang benar dan sah adalah jika sudah sesuai dengan ilmu syari’at Islam. yang dalam hal ini, salah satunya adalah ilmu fiqh.

Sebenarnya semenjak dahulu ilmu fikih telah menjadi primadona bagi para pengkaji syariat Islam. Sebab, dengan paradigmanya yang fleksibel membuat ilmu ini menjadi ilmu favorit yang wajib ada di pelbagai lembaga pendidikan Islam manapun. Khususnya pondok pesantren yang ada di Indonesia.

Dalam ilmu fiqh juga terdapat istilah Ijtihad, Mujtahid, Mujtahad fih. Yang ketiganya memiliki peran penting dalam rumusan-rumusan hukum fiqh yang telah terkodifikasi hingga sekarang. Tulisan ini akan mengulas secara singkat tentang Ijtihad dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Pengertian Ijtihad

ijtihad islam

Ijtihad secara bahasa adalah mencurahkan semua kemampuan dalam melakukan hal apapun. Misalnya mengangakat barang berat (Fakhr ad-Din ar-Razi – Al-Mahshul fi Ilmi Ushul al-Fiqh).

Sedangkan Ijtihad secara Istilah adalah mencurahkan semua kemampuan untuk menganalisa persoalan-persoalan yang tidak mengikutkan kritik/cercaan, serta mencurahkan semua kemampuan dalam persoalan itu pula. Dan orang yang menganalisa persoalan disebut dengan Mujtahid. Sedangkan menurut satu pendapat : mencurahkan semua kemampuan untuk memperoleh hukum Syariat amaliyah dengan menggunakan metode menganalisa dalil atau istinbath (Muhammad bin Ali asy-Syaukani – Irsyadul Fuhul).

Pengertian Mujtahid

Pengertian Mujtahid menurut ulama

Pengertian Mujtahid adalah seorang ulama pakar fiqh yang mencurahkan segala kemampuannya untuk menghasilkan sebuah rumusan hukum syariat yang bersifat dzonny. Dan dia adalah seorang yang telah baligh, berakal, dan memiliki karakter kuat dalam berbagai fan ilmu yang membuatnya mampu untuk mengeluarkan hukum syariat langsung dari sumbernya (Muhammad bin Ali asy-Syaukani – Irsyadul Fuhul).

Adapun urutan tingkatan Ulama pakar fiqh adalah sebagai berikut :

  1. Mujtahid Mustaqil/mujtahid mutlak (المجتهد المستقل)

Para Ulama yang mampu menggali (ber-istinbath) hukum langsung dari Al-Quran dan As-Sunnah (Hadits Nabi) dengan menggunakan teori-teori ushul yang mereka buat sendiri, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

  1. Mujtahid Muntasib (المجتهد غير المستقل المنتسب)

Para Ulama yang sudah memenuhi kriteria sebagai mujtahid, namun belum mampu .menciptakan kaidah ushul sendiri, mereka masih berpegang pada kaidah-kaidah ushulnya Imam Madzhab.

Dari Mazhab Hanafi seperti Imam Abu Yusuf, Imam Muhammad bin al-Hasan, dan Imam Zafr. sedangkan ulama mazhab Syafi’i seperti Imam Al-Buwaithi, Imam az-Za’faroni, dan Imam Al-Muzani. dari Ulama bermazhab Malikiyah : Imam Ibnu al-Qosim, Imam Asyhab, dan Imam As’ad bin Furod. Dan Dari Mazhab Hanbali adalah Imam Abu Bakar Al-Atsrom, dan Imam Abu Bakar Al-Mawardzi.

  1. Mujtahid Muqoyyad atau Mujtahid Takhrij (المجتهد المقيد أو مجتهد تخريج)

Biasa pula disebut dengan istilah ashabul wujuh (أصحاب الوجوه), yakni para ulama’ yang mampu mencetuskan hukum-hukum yang belum pernah ada penjelasan dari Imam Madzhab dengan tetap berpegang pada kaidah-kaidah ushul Al-Madzhab.

Seperti Imam Al-Khoshof, Imam At-Thohawi, Imam Al-Karokhi, Imam Al-Halwani, Imam as-Sarokhsi, Imam al-Bardawi, dan Qodhi Khon (Mazhab Hanafi). Sedangkan Ulama Malikiyah adalah Al-Abhari, dan Ibnu Abi Zaid Al-Qoirowani. Dari Syafi’iyyah : Abu Ishaq As-Syairozi, Al-Mawardi, Muhammad bin Jarir, Abi Nashr, Imam Qoffal, Imam Abu Hamid, dan Ibnu Huzaimah. dan dari Hanabilah seperti Al-Qodli Abi Ali bin Musa, dan Al-Qodli bin Abi Ya’la.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.