Mengenal Ciri-ciri Haji Mabrur

Mengenal Ciri-ciri Haji Mabrur

Sebagai penyempurna rukun Islam, semua orang yang telah melaksanakan ibadah haji juga menginginkan hajinya menjadi haji yang mabrur. Sebuah predikat yang menjadi hak prerogatif Allah untuk hambanya yang telah menunaikan ibadah haji. Karenanya dalam beberapa hadisnya, Rasulullah Saw. pernah menjelaskan keutamaan-keutamaan haji mabrur. Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis populer tersebut:

وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ

Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur selain surga”. (HR. al-Bukhari)[1]

Ibnu Hajar al-‘Asqolani, seorang pakar hadis kenamaan, mengartikan haji mabrur sebagai bentuk ibadah haji yang diterima atau haji yang tidak tercampur dengan perbuatan dosa.[2] Sehingga tak heran Rasulullah Saw. menjelaskan apabila Allah Swt. membalas ibadah haji yang  mabrur dengan surga.

Baca juga: Legalitas Haji Sebelum Umroh

Namun pada kenyataannya, tidak semua orang yang pernah berhaji memiliki predikat haji mabrur. Karena haji mabrur memiliki beberapa ketentuan dan ciri-ciri khusus. Adapun ciri-ciri haji mabrur adalah terbentuknya akhlak yang terpuji dan meningkatnya rasa takwa bagi seseorang yang telah menunaikan haji. Imam al-Habib Abdurrahman al-Masyhur mengutip penjelasan Imam al-Khawash tentang haji mabrur dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin:

 قَالَ الْخَوَّاصُ رَحِمَهُ اللهُ مِنْ عَلَامَاتِ قَبُوْلِ حَجِّ الْعَبْدِ وَأَنَّهُ خُلِعَ عَلَيْهِ خِلْعَةَ الرِّضَا عَنْهُ أَنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الْحَجِّ وَهُوَ مُتَخَلِّقٌ بِالْأَخْلَاقِ الْمُحَمَّدِيَّةِ لَا يَكَادُ يَقَعُ فِيْ ذَنْبٍ وَلَا يَرَى نَفْسَهُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِ اللهِ وَلَا يُزَاحِمُ عَلَى شَيْئٍ مِنْ أُمُوْرِ الدُّنْيَا حَتَى يَمُوْتَ

Imam al-Khawash berkata, di antara tanda-tanda seseorang yang ibadah hajinya diterima ialah bahwa dirinya telah membuka pintu ridho, sehingga ia kembali (dari haji) dengan memiliki perilaku terpuji, tidak mudah melakukan dosa, tidak menganggap dirinya lebih baik atas makhluk Allah yang lain, dan tidak berlomba-lomba dalam urusan dunia sampai ia meninggal dunia”.[3]

Dengan demikian, tak diragukan lagi bahwa predikat haji mabrur memiliki nilai yang tinggi dan tidak boleh dianggap remeh. Namun, tak heran semua orang yang telah menunaikan ibadah haji berlomba-lomba memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, baik yang berkaitan dengan amal ibadah maupun etika sosial kemasyarakatan. Karena pada dasarnya, haji mabrur tidak hanya memberikan kebaikan untuk orang yang mendapatkannya. Akan tetapi juga memberi dampak kebaikan untuk masyarakat di sekitarnya. []waAllahu a’lam


[1] Al-Bukhari,Shahih al-Bukhari, vol. 3 hal. 2

[2] Ibnu Hajar al-‘Asqalani,Fath al-Bari, vol. 1 hal. 87, Maktabah Syamilah

[3] Abdurrahman al-Masyhur,Buhyah al-Mustarsyidin, hal. 187 cet. Darul Fikr

Jangan Lupa Kunjungi Media Sosial Pondok Pesantren Lirboyo : InstagramFacebookYoutube.

2 thoughts on “Mengenal Ciri-ciri Haji Mabrur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.