Organisasi Pesantren Mencetak Pemimpin yang Sigap dan Adil

Organisasi Pesantren – Tidak ada kata yang paling anggun yang menuliskan tujuan pesantren kecuali tulisan Zamakhsyari Dhofir dalam disertasinya:

“Tujuan pendidikan tidak semata-mata untuk memperkaya pikiran santri dengan pelajaran-pelajaran agama, tetapi untuk meninggikan moral, melatih dan mempertinggi semangat, menghargai nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan, mengajarkan sikap dan tingkah-laku yang jujur dan bermoral, dan menyiapkan para santri untuk hidup sederhana dan bersih hati.

Setiap santri diajarkan agar menerima etik agama di atas etik-etik yang lain. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah untuk mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian (ibadah) kepada Tuhan.”

Organisasi Pesantren Menjadi Peran Penting di Tengah-tengah Masyarakat

Santri belajar di luar kelas
Santri belajar di luar kelas

Di tengah konstelasi politik nasional saat ini, pesantren selalu memainkan peran penting. Kiai, santri dan elemen pesantren lainnya, merupakan power yang berpengaruh bagi proses kepemimpinan nasional.

Dalam kondisi seperti ini, kita bisa menelaah bahwa sosok kiai dan santri yang awalnya hanya dalam lingkup pesantren desa yang mentransformasikan nilai-nilai agama pada masyarakat lokal, ternyata mempunyai eksistensi dalam menentukan eksistensi bangsa.

Karena pesantren dapat mengubah mindset masyarakat yang lebih luas dalam berbagai bidang, termasuk politik di Indonesia.

Kiai dan santri–dalam tradisi pesantren–mampu membangun sistem kekerabatan dan keberadaban dalam nuansa etik dan estetik, yang berlangsung cukup efektif, sehingga tradisi itu dapat berkembang menjadi sistem sosial yang berpengaruh dalam masyarakat luas.

Dengan karakter kepemimpinannya, mereka sosok teladan, sumber hukum, serta pendorong perkembangan sosial dan politik di negeri ini.

Organisasi Pesantren Mencetak Pemimpin yang Sigap dan Adil

mengasah mental dengan berjamiyyah
Mengasah mental dengan berjamiyyah

Dari ketergantungan bangsa ini terhadap kyai dan santri, mungkin ini penyebab dari kesadaran pesantren untuk bersiap siaga mencetak pemimpin-pemimpin masa depan. Dari rahim pesantren juga pemimpin-pemimpin yang sigap dan adil muncul.

Dengan berlandaskan dogma agama Islam yang sedari awal sudah menyadari manusia bahwa setiap dari mereka adalah pemimpin bagi keluarganya atau bagi dirinya sendiri, juga teringat pada firman Allah yang memerintah setiap orang yang beriman untuk menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka [At-Tahrim:06].

Memang pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sangat unik. Tidak saja karena keberadaannya yang sudah ada sejak dahulu, tetapi juga karena metode, kultur, dan jaringan yang di terapkan oleh lembaga agama tersebut.

Anda bisa membaca juga tentang Mengapa Harus Berorganisasi

Motivasi Pesantren dalam Menghadapi Tantangan Era Globalisasi

Mauidhoh KH. Anwar Manshur
Mauidhoh KH. Anwar Manshur

Tantangan era globalisasi dan teknologi yang kian hari kian menjadi, momotivasi pesantren untuk senantiasa mengadakan inovasi terhadap sistem yang sudah ada.

Perbaikan-perbaikan terus menerus di lakukan, baik dari segi manajemen, administrasi, akademik (kurikulum) maupun fasilitas, menjadikan pesantren keluar dari kesan tradisional, kuno atau bahkan kolot yang selama ini di sandangnya. Beberapa pesantren bahkan telah menjadi model dari lembaga pendidikan yang terdepan.

Dari perbaikan yang terus menerus di inovasi, dan kesadaran pesantren bahwa pencetak bibit unggul pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua komponen masyarakat, termasuk dunia pesantren sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.