HIMASAL Cabang Oku Timur

STRUKTUR PERSONALIA PENGURUS
HIMPUNAN ALUMNI SANTRI LIRBOYO (HIMASAL)
CABANG OKU TIMUR
Masa Khidmah : 2015-2020

I. DEWAN PENASEHAT

1. KH. Afandi BA
2. KH. Imam Rohani
3. K. Baidlowi
4. KH. Imam Nawawi

II. DEWAN HARIAN

Ketua Umum : H. Ahmad Dawam
Ketua Satu : Drs. Afiful Ihwan M.Pd.I
Ketua Dua : Drs. H. Tasdiq M. Pd.I
Sekretaris Umum : K. Syukron Makmun
Sekretaris Satu : Bpk. Imam Busyro
Sekretaris Dua : Bpk. Hanifan Anas S.Pd.I
Bendahara : Bpk. Syamsyuri

III. DEPARTEMEN – DEPARTEMEN

A. Penerangan dan Dakwah : K. Mawardi Al-Maghribi dan K. Agus Taqiuddin
B. Pendidikan dan Kader : H. Muhyin dan Drs. Iskandar Robbani
C. Ekonomi dan Keuangan : Bpk. Ahmad Nasuha dan Bpk. M. Masrur
D. Organisasi : Bpk. Imam Muhtar, Bpk. Syamsul Tohar dan Bpk. Nur Hadi S.Pd.I
E. Lajnah Bahtsul Masa-il : K. Imam Syafi’i
F. Lajnah falakiyyah : Bpk. M. Mirfaqo
G. Lajnah Ta’lif wan Nasr : Bpk. Saiful Anwar

HIMASAL Cabang Semarang-Salatiga

STRUKTUR PERSONALIA PENGURUS
HIMPUNAN ALUMNI SANTRI LIRBOYO (HIMASAL)
CABANG SEMARANG – SALATIGA
Masa Khidmah : 2015-2020

I. DEWAN PENASEHAT

1. KH. Nur Wahid
2. Habib Zainal Abidin Baharun
3. Habib Farid Bin Masyhur Al Munawar
4. KH. Adro’i
5. KH. Nur Hasan
6. KH. Nur Kholis
7. K. Fatih Poncol
8. KH. Fatkhurrokhim
9. KH. Fauzan Mas’ud
10. KH. Moh. Rohadi
11. KH. Asy’ari
12. KH. Miftahuddin
13. KH. Fauzan
14. K. Fahrurrozi

II. DEWAN HARIAN

Ketua Umum : K. Toha Mahsun
Ketua Satu : K. Syifa Munim Yasin
Ketua Dua : KH. Hamzah
Ketua Tiga : Ky. Anas Muhlison
Ketua Empat : K. Muhib
Sekretaris Umum : Bpk. Syukri Alimuddin
Sekretaris Satu : Bpk. Adib Seno S.I.P
Sekretaris Dua : Bpk. Alif Sa’dullah
Sekretaris Tiga : Bpk. Agus Siswanto S.I.P
Sekretaris Empat : Bpk. Lutfi Hakim
Bendahara Umum : KH. Muhlisin
Bendahara Satu : H. Ahmad Irfai
Bendahara Dua : K. Zuhdi Amin

Pengurus HIMASAL Wilayah JABAR

STRUKTUR PERSONALIA PENGURUS
HIMPUNAN ALUMNI SANTRI LIRBOYO (HIMASAL)
WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT
Masa Khidmah : 2015-2020

I. DEWAN PENYANTUN

A. Pelindung
1. KH. M. Anwar Manshur Lirboyo Kediri
2. KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus Lirboyo Kediri
3. KH. Hasan Zamzami Mahrus Lirboyo Kediri
4. KH. An’im Falahuddin Mahrus Lirboyo Kediri
5. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc. MA. Lirboyo Kediri
6. KH. Syarif Hud Yahya Babakan Cirebon
7. KH. Amin Syirodj Gedongan Cirebon
8. KH. Ibnu Ubaidillah Syathori Arjawinangun Cirebon
9. KH. Prof. Dr. Sa’id Aqil Siradj, MA. Ciganjur Jakarta

B. Penasehat Madya
1. KH. Nawawi Abdussalam Cirebon
2. KH. Amiruddin Cirebon
3. KH. Agus Salim Subang
4. KH. Usfuri Subang
5. KH. Agus Wahid
6. KH. Abdul Aziz Affandi Tasikmalaya
7. KH. Dimyati Karawang
8. KH. Syarif Tahmid Indramayu
9. KH. Iing Nasihin Kuningan
10. KH. Ridlwan Anas Tahmid Cirebon
11. KH. Husen Muhammad Cirebon
12. KH. Isma’il Majalengka
13. KH. Utsman Abu Bakar Majalengka

C. Penasehat Aktif
1. KH. Syaerozi Bilal Indramayu
2. KH. Abdul Basith Busyeri Karawang
3. KH. Hidayat Tamimi Majalengka
4. KH. Sholeh Majalengka
5. KH. Azka Hamam Syaerozi Cirebon
6. KH. Hibbatulloh Mustahdi Cirebon
7. KH. Saeful Uyun Majalengka
8. KH. Ahmad Syaerozi Majalengka
9. KH. Gunawan Soma Karawang

II. DEWAN HARIAN

Ketua Umum : KH. Juhadi Muhammad, SH. Indramayu
Ketua Satu : KH. Ubaidillah Harits Karawang
Ketua Dua : KH. Fattah Yasin Subang
Ketua Tiga : Bpk. Amin Saefulloh Majalengka
Ketua Empat : Bpk.Moh. Agus Tsaqofi Cirebon

Sekretaris Umum : M. Athoillah H. Alfudholli, M.H.I. Indramayu
Sekretaris Satu : KH. Mawardi, M.Pd.I. Cirebon
Sekretaris Dua : KH. Agus Solahuddin, S.Pd. Karawang
Sekretaris Tiga : Kyai A. Nuruddin Subang
Sekretaris Empat : KH. Mufid Dahlan Cirebon

Bendahara Umum : K. Ahmad Baedlowi Bilal Indramayu
Bendahara Satu : Solihin, S.Ag. Cirebon
Bendahara Dua : Abdulloh Zaeni, S.HI. Subang
Bendahara Tiga : H. Umar Faruq Majalengka
Bendahara Empat : KH. Abdul Rosyid Indramayu

Kiai Anwar: Ilmu Harus Dizakati

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله سيدنا ومولانا محمد ابن عبدالله وعلى اله وصحبه ومن واله. رب اشرح لى صدري ويسر لى أمري واحلل عقدة من لساني يفقه قولي. أما بعد

Anak-anakku, alhamdulillah, kita sudah sampai pada fase pertama dalam belajar, yaitu mulai Syawal sampai Maulud. Kita libur sementara untuk menyegarkan pikiran kita. Dan juga, kalau sudah di pondok lagi biar lancar mondoknya, ya?

Anugerah Allah patut disyukuri. Ini waktu kalian untuk melihat apa yang dibutuhkan masyarakat. Apa yang dibutuhkan masyarakat, itu kalian siapkan.

العالم سراج الأمة

Orang alim itu sebagai lampu daripada umat. Apa yang gelap di masyarakat, kitalah yang menyinari. Maka dari itu, kalian mondok yang serius dan sungguh-sungguh. Jangan main-main. Kalian lihat kemampuan kalian.

Kita di pondok itu masya Allah, paling enak. Tidak ada kenikmatan selain di pondok. Jadi, masya Allah, pondok itu tempat yang paling bahagia. Banyak orang jamaah, banyak orang mengaji, banyak orang belajar. Semua adalah ibadah. Kalian belajar di kamar setara dengan salat malam. Kalian diajari ilmu, terus dipelajari, itu setara dengan shalatullail. Kalau tidak belajar, ya tidak bisa. Maka, tidak ada kemuliaan yang diberikan oleh Allah, melebihi apa yang diberikan kepada orang yang belajar. Kalian berangkat mondok dari rumah, dengan membaca “bismillahirrohmanirrohim, saya niat mencari ilmu dan ridla Allah,” maka dalam setiap langkah perjalanan kita sudah dinilai ibadah.

Juga, langkah kaki kita bukan beralaskan karpet. Kita melangkah dengan beralaskan sayap para malaikat, karena mereka ridla dengan apa yang kalian lakukan, yakni melangkah untuk mencari ilmu.

Kenapa kita harus mengaji? Karena kita hidup di dunia ini:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

Manusia diciptakan dan diperintah untuk mengaji, mencari ilmu. Orang tidak akan bisa ibadah tanpa mengaji. Karena itu, orang baik di dunia hanya ada dua, mereka yang mengajarkan ilmu dan mereka yang belajar.

Pondok adalah seenak-enak tempat. Kalian shalat jama’ah tidak perlu jauh-jauh. Kalian ingin belajar juga tidak kesulitan. Dan di pondok tidak ada orang yang berbuat macam-macam.

[ads script=”1″ align=”center”]

 

Nanti kalau kalian sudah datang di rumah, sungkem kepada orangtua ya? Yang asalnya tidak berbahasa halus, diperhalus lagi bahasanya. Ada tidak yang masih belum berbahasa halus kepada orangtuanya? Jangan sampai tidak. Itu tidak etis. Hormatilah orangtua kalian. Masa memanggil orangtua sama dengan memanggil teman? Tidak etis. Apapun kesibukan orangtua, seyogyanya kalian bantu. Orangtua sudah merawat kita sejak kita berupa gumpalan daging.

Mari sekarang kita birrul walidain. Birrul walidain yang sejati, kita belum bisa melaksanakannya. Tidak akan bisa. Terus bagaimana? Yang penting tidak mengecewakan orangtua. Itu sudah usaha yang terbaik. Jangan sampai kalian meresahkan orangtua. Ketika seseorang sudah birrul walidain, masya Allah, gerak langkahnya akan mendapat barokah dari Allah. Menuruti apa yang dihendaki oleh orang tua adalah salah satu wujud dari birrul walidain.

Ini benar. Ketika kalian akan kembali ke pondok, mintalah doa kepada orangtua, “Bu, doakan saya agar mendapat ilmu yang barokah.” Tindakan kalian ini membuat orangtua senang. Lalu, ketika uang saku yang diberikan ternyata kurang, jangan cemberut. Tidak ada orangtua yang merawat anaknya secara main-main. Benar itu. Orangtua bekerja pasti untuk kebutuhan anaknya. Jangan sampai cemberut ketika uang saku kalian kurang. Dosa besar. Itu namanya menyusahkan orangtua. Orangtua berkenan merawat kalian itu sudah sangat patut disyukuri. Agar barokah. Agar ilmu kalian barokah.

Ilmu ketika tidak dipraktekkan, tidak akan ada faedahnya. Ilmu segunungpun tidak akan berguna. Ilmu yang kalian dapati, harus kalian zakati. Bagaimana zakat ilmu? Kalau kalian mengaji, 10 persen darinya kalian lakukan. Jika kalian mengaji Safinah, lakukan 10 persen dari kitab itu.

Guru kalian sangat gigih dalam mengurus kalian. Menemani musyawarah. Itu karena mereka sangat ingin kalian menjadi orang pintar dan mendapat ilmu yang bermanfaat. Maka, kalian harus serius. Kalian harus sungguh-sungguh. Kalau seperti itu, kalian akan mati syahid.

Karena kita sudah mengaji, harusnya berbeda dengan mereka yang tidak mengaji.

هل يستوى الذين يعلمون والذين لايعلمون

Tidaklah sama antara orang yang mempunyai ilmu dengan yang tidak. Terus, nanti kalau sudah pulang, jangan seperti orang yang tidak mengenal syariat, ya? Kalian di pondok sudah diajari berakhlakul karimah, diajari cara bertata krama. Termasuk dari memuliakan para masyayikh adalah menjaga akhlak kalian. Jangan sampai mencemarkan nama pondok pesantren. Ketika kalian ada di pondok, diawasi oleh pondok. Ketika kalian di luar, prilaku kalian akan dilihat orang. Kita harus mengkoreksi diri. Kalian harus berpikir, ini harus dilakukan apa tidak. Karena menjaga prilaku adalah kewajiban kita.
Kalian harus tawadlu. Meskipun kita menjadi orang yang pintar, jangan merasa pintar. Jangan sok pintar. Semua itu adalah pemberian dari Allah. Harus disyukuri dengan tawadlu.

Nanti kalau sudah datang kembali ke pondok, kalian kan ujian lagi. Siapkan itu. Dipelajari lagi. Kita kan ingin menjadi orang yang hidup dengan sempurna. Menjadi orang alim yang dapat bermanfaat dengan ilmunya.

Di manapun juga, akhlakul karimah yang harus dipakai, ya? Terutama masalah salat. Jangan main-main. Nabi mendapat perintah salat tanpa perantara malaikat. Nabi dipanggil langsung oleh Allah untuk menerima perintah salat. Semua ibadah itu diperintahkan lewat perantara malaikat. Kecuali salat. Makanya, jangan bangun kesiangan. Jangan meninggalkan salat. Benar itu.

Dan di manapun tempatnya,

اتق الله حيثما كنت

Karena di kanan-kiri kita ada yang tidak tidur. Yang satu mencatat, satu lagi juga mencatat. Jadi, jangan merasa sendirian dan tidak ada yang mengawasi. Malaikat itu tidak tidur. Kita jangan merasa bisa melakukan apapun seenaknya sendiri. Jangan.

واتبع السيئة الحسنة تمحوها

Kalau kita melakukan hal yang kurang baik, mari kita ikuti dengan amal yang baik. Kalau toh terpeleset, segera membasuh diri.

وخالق الناس بخلق حسن

Dan kita bergaul dengan masyarakat dengan akhlak yang baik. Ini dasar agama. Sudah, ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Jadi, saya minta benar-benar. Silakan kalian pulang. Tapi jaga akhlakul karimahnya. Kalian diperhatikan orang. Prilaku kalian diingat oleh orang, “oh, santri lirboyo ternyata akhlaknya buruk.” Ketika seperti itu, yang tercemar bukan hanya kalian. Nama pondok juga ikut buruk. Maka dari itu, saya minta benar-benar, jangan seenaknya sendiri. Kita jaga nama baik Mbah Abdul Karim. Kita jaga nama baik Mbah Marzuqi. Kita jaga nama baik Mbah Mahrus. Kewajiban dari santri adalah menghormati guru. Hormat terhadap guru dapat menjadikan hidup kita barokah. Benar itu. Semoga kita dimuliakan oleh Allah dengan hidup yang barokah.

Nabi Muhammad menitipkan kepada kita,

وخالق الناس بخلق حسن

Ketika bergaul dengan masyarakat, kita gunakan akhlak yang baik. Jangan merasa kita melebihi mereka. Jangan sampai seperti itu.

Ini saja yang saya sampaikan. Kita belajar disiplin. Kita belajar tertib. Kita belajar patuh terhadap peraturan. Sudah.

والعفو منكم. الفاتحة

*Disarikan dari ceramah beliau dalam acara pembekalan sebelum liburan maulud kemarin (17/12/2015).

Lirboyo Membuka Program Guru Bantu

LirboyoNet, Kediri – LIM (Lembaga Itthadul Mubalighin) yang dideklarasikan pada tanggal 12 Pebruari 2003 adalah salah satu badan otonom yang dimiliki Pondok Pesantren Lirboyo untuk menindak lanjuti apa yang dipetuahkan Almaghfurlah Romo Kiai Idris pada waktu itu. Tepatnya pada bulan Syawal tahun 2002, beberapa santri Lirboyo asal Kediri bersilaturahmi ke kediaman beliau untuk meminta doa. Saat itu mereka diperintah oleh Almaghfurlah untuk membuat kegiatan semacam kuliah kerja nyatanya para mahasiswa (KKN) di akhir masa studi mereka. Mereka diberi amanat untuk berdakwah ditengah-tengah masyarakat Kediri yang berlokasi di sekitar daerah-daerah pegunungan, yang notabene pengetahuan agamanya masih minim. Alasan yang paling mendasar dari apa yang diinstruksikan beliau adalah agar para santri mengetahui dan belajar tentang ilmu kemasyarakatan, dan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh selama di pesantren.

Untuk menindaklanjuti dawuh tersebut, mereka langsung mencoba terjun berdakwah pada bulan Ramadhan tahun itu juga. Mereka menyebar di kampung-kampung yang berada di sekitar daerah Kediri. Mereka yang terjun berdakwah selanjutnya tergabung dalam sebuah badan yang dinamakan “Tim Safari Ramadhan”. Teknis pelaksanaan safari Ramadhan kala itu dipusatkan pada beberapa tempat peribadatan. Pada setiap mushala diasuh oleh dua orang muballigh. Sedangkan waktu pelaksanaanya dimulai tiga hari sebelum Ramadhan hingga tanggal 20 Ramadhan. Sedangkan program kegiatan di lapangan, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Misalnya kuliah subuh dan kultum setelah salat tarawih. Disamping itu mereka juga menyampaikan seminar tentang berbagai masalah keagamaan yang menyangkut dengan tata cara ibadah sehari-hari.

[ads script=”2″ align=”left” float=”left”]

Meski dengan waktu yang relatif singkat ini, hanya dua puluhan hari, kala itu mereka mampu menyampaikan dakwah dengan baik dan bisa diterima oleh masyarakat. Bahkan pada akhinrya, masyarakat merasa masih kurang. Antusias masyarakat yang cukup besar dalam menyambut dan menerima dakwah ini, kemudian membuahkan permintaan yang cukup membanggakan sekaligus menjadi agenda tersendiri bagi para siswa tamatan asal Kediri kala itu. Mereka meminta agar kegiatan dakwah itu tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja, namun juga ditindaklanjuti pada hari-hari diluar bulan Ramadhan.

Dalam perkembangannya, pada badan otonom yang berkonsentrasi dibidang pengembangan dakwah ini, ada beberapa tim. Hal ini bertujuan untuk mensistematiskan mekanisme kerja sesuai kebutuhan di lapangan dakwah: Ada Tim PSDR (Panitia Safari Dakwah Rutinan), Tim LITBANG (Bidang Penelitian dan Pengembangan), serta Bidang Wirausaha dan pengiriman guru bantu.

Tahun 2015 ini, selain sukses menggelar Rapat Kerja Nasional I dan berhasil mendelegasikan empat tenaga pengajar ke Malaysia yang di sana mendapatkan respon baik, kini LIM membuka selebar-lebarnya kepada pondok pesantren, yayasan atau lembaga pendidikan di seluruh Nusantara yang menginginkan santri-santri Lirboyo sebagai guru bantu di pondok pesantren, yayasan atau lembaga pendidikan yang membutuhkan.

Program ini tentu dapat memudahkan para alumni Pondok Pesantren Lirboyo khususnya, untuk mengajukan ke LIM terkait permohonan tenaga pengajar dari Lirboyo. Dan tentu merupakan hal yang wajar apabila dalam teknis pengajuan mempunyai aturan-aturan yang harus disepakati antara kedua belah pihak.

Jika tertarik dengan program ini, lebih lanjut tentang teknis pengajuan dan aturan-aturan yang harus disepakati bersamanya, silahkan klik disini. /-

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah