Karangan Bunga Penuhi Kediaman Kiai Imam

LirboyoNet, Kediri – (14/01), Sosok KH. Imam Yahya Mahrus yang, berwibawa Humoris dan Mudah bergaul, membuat beliau dekat dengan semua Pihak, mulai dari kalangan Kyai, Santri, Pengusaha, Pejabat Pemerintah, Tokoh Politik, Budayawan, Artis hingga tokoh lintas agama.

Hal ini terbukti dari berjajarnya puluhan karangan bunga ucapan ikut berbela sungkawa, yang berasal dari berbagai pihak, terutama tokoh-tokoh yang selama ini mengenal beliau,

Dari pengamatan crew lirboyo.net, tokoh-tokoh yang mengucapkan antara lain : Menteri Agama RI, Kapolda Jatim, Kapolda Metro Jaya, Pangdam V Brawijaya, Ka Kanwil Kemenag Jatim, Ka Kanwil Perpajakan, Walikota dan Wakil Walikota Kediri, Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Kapolresta Kediri, Dandim 0809 Kediri, Dan Yonif 521 Kediri, beberapa kepala daerah, anggota DPD, DPR mulai dari Pusat, Wilayah hingga Kota Kediri. ketua Partai, Pimpinan Perusahaan, Perbankkan, hingga Perorangan.

Selain karangan bunga, ucapan bela sungkawa juga disampaikan para tokoh, dalam bentuk ucapan melalui media massa. Seperti yang termuat di harian Lokal Kediri, belasan ucapan berbela sungkawa tampak menghiasi beberapa halaman media tersebut, dari tokoh pemenrintahan, pengusaha dan pimpinan partai.

Ucapan berbela sungkawa juga di sampaikan masyarakat luas melalui Radio-radio lokal Kediri. Terbukti banyak penelpon dalam beberapa acara radio yang mengucapkan ikut berduka cita atas kewafatan Yai Imam. Riff

Ribuan Alumni Luar Daerah Hadiri Pemakaman Kiai Imam

LirboyoNet, Kediri – (14/01/2012). Berita kewafatan KH. Imam Yahya Mahrus, sabtu malam (14/01) kemarin, membuat kaget banyak pihak, terutama Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, sebab dari informasi terakhir yang di dapat, kondisi kesehatan Yai Imam mulai membaik. Sehingga banyak Alumni yang tidak percaya berita kematian tersebut dan akhirnya menanyakan berita kewafatan Yai Imam kepada pengurus Pondok. Akhirnya Telephon Pondok tak henti-hentinya berdering, ditelepon para alumni dari perbagai penjuru daerah, mereka seakan tak percaya berita tersebut, apalagi akhir-akhir ini marak penipuan berita dan penyebaran isu yang tak bertanggung jawab dengan berkedok SMS.

Dari informasi yang di himpun Lirboyo.net, ribuan alumni dari berbagai daerah datang secara bergelombang, dengan menggunakan kendaraan pribadi, hingga umum, seperti Kereta Api dan Bus. mereka datang, mulai tengah malam, hingga berita ini ditulis (15/01) ribuan Alumni masih saja datang untuk memberikan ucapan bela sungkawa.

[ads script=”1″ align=”center”]

 

Atho’illah, seorang Alumni dari Malang menuturkan, “Tadi malam saya mendapatkan kabar kewafatan Mbah Yai Imam dari teman-teman, dan malam itu juga saya berangkat menuju Lirboyo dengan berombongan, saya ingin memberikan penghormatan yang terakhir kali kepada beliau,” ujarnya lirih. Atho’ menambahkan, dia mempunyai kesan yang mendalam terhadap Yai Imam, sehingga saat mendengar kewafatan beliau, dia tidak percaya begitu saja, begitu juga rekan-rekan yang datang bersama dia.

Senada apa yang di sampaikan  Atho’, berita kewafatan Yai imam yang sangat mendadak tersebut, membuat banyak pihak tak percaya, termasuk para Pengurus Pondok sendiri, yang selama ini dekat dengan beliau, salah satunya adalah Ketua Pondok HM Almahrusiyyah, Ust. Syaifulloh Shofa,  ” Saya bertemu beliau terakhir pas hari Jum’at Siang (13/01), saat itu, kondisi beliau masih seperti biasa, tidak nampak tanda-tanda akan wafat, beliau berkenan menerima kami dengan duduk bersila,” ujarnya disela-sela kesibukannya menerima pelayat.

Lebih lanjut, ustad kelahiran Brebes ini menuturkan, meski kondisi beliau sedemikian rupa, beliau masih sempat bercanda dengan Syaiful ” Beliau dawuh, sekarang didadaku nambah dua alat lagi, sambil menunjukkan dua selang yang di tancapkan kedalam dada beliau, terus beliau dawuh, besok aku akan jadi Terminator, yang kuat karena kaya’ robot begini,” ujar syaiful mengenang. Riff

Kiai Imam Wasiat Dimakamkan di Ngampel

LirboyoNet, Kediri – (15/01/2012). Isyarah bahwa KH. Imam Yahya Mahrus akan Berpulang di ungkap seorang Arsitek Pembangunan Pondok Baru Almahrusiyyah di Desa Ngampel Mojoroto, “Beliau Kyai Imam, sabtu kemarin sempat dawuh sama saya, agar dibuatkan areal Maqbaroh di depan Masjid yang direncanakan akan dibangun ditengah areal Pondok,” ujar Ir. Bambang, arsitek yang menjadi langganan Almarhum. Lelaki yang akrab di panggil pak bambang ini menambahkan, awalnya dia sangsi dengan permintaan Kyai Imam tersebut, tapi ternyata ungkapan beliau tersebut adalah pertanda yang beliau berikan, jika hendak meninggalkan kita semua.

Senada dengan Pak Bambang, mengenai lokasi pemakaman yang berada di Desa Ngampel, Hal ini di benarkan oleh putra beliau Agus H. Reza Ahmad Zahid, ” Sesuai dengan wasiat yang di sampaikan Abah kepada keluarga dan termasuk saya, abah menginginkan agar di makamkan di Desa Ngampel Kecamatan Mojoroto, lokasi pengembangan Pondok baru Pesantren HM AlMahrusiyyah,” ujar beliau lirih, disela-sela menerima ucapan bela sungkawa dari para pentakziah.

[ads script=”1″ align=”center”]

 

Sebelumnya, beberapa saat sebelum ada informasi pasti tentang wasiat tersebut, para Masyayikh Lirboyo, telah menyiapkan lokasi di Area Maqbaroh Pondok Pesantren Lirboyo, sehingga makam Al Marhum bisa menjadi satu dengan para leluhur Lirboyo yang lainnya. Namun karena beliau berwasiat demikian, maka hukumnya wajib dilaksanakan.

Untuk diketahui, Desa Ngampel berada di utara Pondok Pesantren Lirboyo, kurang lebih 7 KM. Di areal seluas 5 Ha tersebut, sedang dibangun Pondok Pesantren HM Almahrusiyyah unit 3, di areal yang merupakan lahan bekas sawah tersebut, tampak bangunan rumah dan beberapa asrama santri, yang masih dalam tahap pembangunan.

Dalam prosesi pemakaman KH. Imam Yahya Mahrus di area Pondok Baru Al Mahrusiyyah, bertindak sebagai pentalqin adalah KH. Musthofa Bisri dari Rembang. Pengasuh PP. Raudlatut Tahilibin yang akrab di sapa Gus Mus ini mentalqin Almarhum dengan menggunakan bahasa Arab. Usai talqin acara dilanjutkan dengan Do’a yang di pimpin secara bergantian oelh beberapa Kyai antara Lain, KH. Maimun Zubeir (Sarang) KH. Abdul Aziz Masyhuri (Jombang) KH. Miftahul Akhar (Surabaya) dan beberapa Kyai sepuh lainnya. Riff

Ribuan Orang Iringi Kepergian Kiai Imam

LirboyoNet, Kediri – (15/01/2012) Lautan Manusia memenuhi sepanjang jalan KH. Abdul Karim Lirboyo, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mbah Yai Imam (sapaan akrab KH. Imam Yahya Mahrus), ribuan orang dari berbagai kalangan, yang di dominasi golongan santri ini, tampak memenuhi seluruh ruas jalan, terutama sekitar kediaman Almarhum, Pondok dan Masjid Lirboyo.

Dari kalangan Ulama’ tampak hadir, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Sirajd dan rombongan dari Jakarta, KH. Maemun Zubeir (Sarang), KH. Musthofa Bisri (Rembang) KH. Nurul Huda Jazuli (Ploso Kediri), KH. Zaenuddin Jazuli (Ploso Kediri), KH. Mas Subadar (Pasuruan), KH. Syukri (Gontor Ponorogo), KH. Masduqi Mahfudz (Malang),  KH. Sholahuddin Wahid (Tebu Ireng Jombang) dan Seluruh Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo.

Dari golongan pemerintah tampak Wakil Walikota Kediri, Kapolresta Kediri, Dandim 0809 Kediri dan beberapa anggota DPRD Jatim dan Kota Kediri.

Dalam seremonial pemberangkatan Jenazah, yang dilaksanakan di depan Mushola Pondok HM Al Mahrusiyyah yang beliau asuh, adik kandung Mbah Yai Imam, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus mengungkapkan perasaan duka yang sangat mendalam, atas kewafatan Mbah Yai Imam, “Kami mewakili seluruh keluarga, meminta maaf yang sebesar-besarnya, jika Kyai Imam Mempunyai salah, kami mohon agar hadirin yang berkenan membacakan Do’a terkhusus kepada ibu Nyai Zakiyah dan putra-putri beliau, agar diberi ketabahan dan kekuatan, untuk melanjutkan perjuangan beliau” ujar Kyai Kafa berlinangan air mata.

[ads script=”1″ align=”center”]

 

Setelah sambutan keluarga, acara dilanjutkan dengan sambutan atas nama PBNU yang disampaikan oleh KH. Said Aqil Sirajd, dalam sambutannya, kyai yang akrab di sapa dengan Kyai Said tersebut banyak mengungkapkan jasa-jasa Mbah Yai Imam, ” Totalitas beliau dalam berdakwah sungguh luar biasa, hingga minggu-minggu terakhir sebelum beliau wafat, beliau masih sempatkan diri ke Jakarta menghadiri acara RMI Pusat, meskipun di dada beliau menacap selang ke ginjal beliau.” Ujar beliau.

Usai sambutan PBNU, dilanjutkan dengan Isyhad (persaksian) dan pelepasan oleh KH. Maemun Zubeir, pengasuh PP. Sarang Rembang. Dalam keterangan singkatnya, Kyai Maimun berujar “Sejatinya Beliau Yai Imam adalah anak dari Guru saya Mbah Yai Mahrus, jadi meskipun beliau  besan saya, beliau tetap saya hormati karena putra guru saya” ujarnya tegas. Lebih lanjut Kyai sepuh yang sangat dihormati ini, secara Khusus meminta kepada seluruh pentakziah, agar bersedia memndoakan keluarga, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan.

Acara seremonial pemberangakatan jenazah, diakhiri dengan pembacaan Do’a yang dipimpin oleh KH. M. Anwar Manshur, pengasuh pondok Pesantren Lirboyo, yang juga kakak ipar Almarhum. Usai dibacakan Do’a Jenazah diusung menuju Masjid  Lirboyo dengan berjalan kaki.

Sebelumnya, ribuan pelayat dari berbagai Daerah, berkesempatan melaksanakan sholat Jenazah, namun karena keterbatasan tempat, maka sholat di jadikan beberapa gelombang, di Ndalem beliau 24 kali, di mushola HM Almahrusiyyah 7 kali dan terakhir di Masjid Lirboyo 2 kali yang diimami bergantian, KH. Idris Marzuqi dan KH. Masduqi Mahfud.

Keharuan nampak begitu terasa, pada saat Jenazah diusung menuju Masjid Lirboyo, Ribuan orang tampak berdesak-desakan ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Al Marhum, hingga kondisi dalam Masjid mapun Serambi Masjid pun penuh sesak dengan manusia, dan akhirnya terpaksa beberapa penta’ziah melakukan sholat Jenazah dihalaman samping dan depan masjid.

Usai di Sholati para santri dan Alumni, jenazah diusung menuju ambulan, yang sudah menunggu di depan Gerbang Pondok, disinilah puncak keharuan santri sangat terasa, karena mereka untuk yang terakhir kalinya dapat bersua dengan Mbah Yai Imam, hujan tangis tiada henti, hingga mobil Ambulance yang membawa jenazah secara perlahan meninggalkan Gerbang Pondok, dengan kawalan Mobil polisi, 6 unit Truck Dalmas Brimob Kediri, 2 unit Bus Polresta Kediri dan ratusan kendaraan pribadi. Riff

KH. Imam Yahya Mahrus Berpulang

LirboyoNet – (14/01/12) Innalillahi wa inna ilaihi Roji’un, bumi Lirboyo berduka, KH Imam Yahya Bin KH Mahrus Aly Berpulang ke Rahmatulloh, kyai santun dan humoris ini wafat tadi sore pukul 20.00 WIB di Graha Merta Rumah Sakit Dr. Soetomo Jawa Timur.

Kyai yang akrab disapa dengan nama mbah yai Imam Ini, meninggalkan seorang Istri, 4 orang putra, 2 orang putri dan 3 orang cucu, sekaligus ribuan santri dan Alumni Pondok Pesantren Lirboyo.

Salah satu pimpinan pondok pesantren Lirboyo Kediri. HM. Muhklas Noer mengatakan “ saat ini jenazah beliau masih perjalanan menuju Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dengan menggunakan mobil ambulan dari RS . Graha Amerta Dr. Soetomo Surabaya”.

Hingga berita ini ditulis pihak keluarga maupun perwakilan pengurus, masih belum dapat memastikan kapan dan dimana, beliau akan di Makamkan.

Segenap Pengelola Website llirboyo.net, menyampaikan perasaan duka yang mendalam atas wafatnya guru besar Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Imam Yahya Bin Mahrus Aly.  (riff)

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah