Ratusan Tamu Allah Kota Kediri Diberangkatkan

LirboyoNet, Kediri – Sebanyak 315 orang jamaah calon Haji asal Kota Kediri Jatim, bertolak menuju asrama haji Sukolilo Surabaya (07/10). Rombongan Jamaah calon haji yang terdiri dari berbagai KBIH di Kota Kediri ini, menumpang 7 bus eksekutif dan dikawal dua unit mobil Patwal Polresta Kediri. Esok petang jamaah calon haji Kota Kedriri diperkirakan akan Take Off menuju Bandara King Abdul Aziz Jedah Saudi Arabia.

Dalam seremonial pelepasan jamaah calon Haji kota Kediri, yang dilaksanakan di Aula Muktamar Lirboyo Kediri Usai Sholat Jum’at itu, hadir beberapa pejabat teras Kota Kediri seperti Wakil Walikota Kediri, H. Abdullah Abu Bakar dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri. Dari unsur ulama hadir beberapa Kyai se Kota Kediri, seperti KH. Ilham Nadzir dan KH. Hasan Zamzami Mahrus.

Dalam sambutan singkatnya Wakil Walikota Kediri, H. Abdullah Abu bakar menyampaikan selamat jalan kepada Jamaah Haji asal kota Kediri, dan  seluruh warga kota Kediri senantiasa mendoakan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melasanakan Ibadah haji. Usai sambutan atas nama pemerintah, acara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Ilham Nadzir salah seorang Ketua MUI Kota Kediri, dan diteruskan dengan lantunan Adzan. Suasana mendadak hening dan sebagian hadirin tampak menitikkan air mata, sebab mereka akan berpisah untuk sementara dengan keluarganya.

Selanjutnya iring-iringan 7 Unit Bus Eksekutif yang mengangkut Jamaah calon Haji asal kota Kediri mulai bergerak meninggalkan Aula Al-Muktamar Lirboyo dengan kawalan ketat mobil Polisi. Lambaian tangan Jama’ah terhadap sanak keluarganya tak henti-hentinya dilakukan, menambah harunya suasanya pelepasan tersebut.

Dari keterangan yang dihimpun oleh Crew Lirboyo.net. Ketua Tiga Pondok Pesantren Lirboyo, Imam Mustaghfirin menjelaskan, “Untuk tahun ini dari keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, berkesempatan menjalankan Ibadah haji adalah, KH. Abduloh Kafabihi Mahrus beserta ibu Nyai Hj. Azza Kafabihi. Kyai Abdul Kholiq Ridlwan dan Agus Ibrahim Hafidz,” Jelasnya. Lebih lanjut Ustadz Imam Mustaghfirin menjelaskan sebetulnya masih ada Dzuriyyah Lirboyo yang akan menunaikan Ibadah Haji, namun sebagian ada yang ikut Kolter kota lain, bahkan KH. A. Idris Marzuqi bersama dengan Keponakannya Agus Yasin Emka mendampingi menteri Agama Surya Darma Ali dengan kapasitas Amirul Hajj Republik Indonesia. Riff

Mbah Kiai Mahrus Sosok yang Dermawan

LirboyoNet, Kediri – “Sosok Mbah Kyai mahrus Aly selain dikenal sebagai figur yang tegas dan berdisiplin tinggi dalam keseharian, teryata dibalik itu semua terdapat banyak sekali suri tauladan yang dapat digali, baik oleh santri, Alumni bahkan Masyarakay sekalipun”, itulah penggalan prakata KH. Imam Yahya Mahrus dalam acara Haul Almaghfurlah KH. Mahrus Aly yang ke-26, kamis sore lalu (22/09) di Mushola PPHM Lirboyo Kediri. Dalam kegiatan rutin setiap hari kamis akhir dibulan syawal ini, hadir puluhan Kyai, Alumni, masyarakat dan ratusan Santri.

Acara berlangsung khidmat mana kala pembacaaan tahlil dimulai oleh KH. M. Anwar Manshur. Suasana yang asalnya sedikit gaduh, berganti hening seakan kembali kepada masa-masa indah bersama Mbah Yai Mahrus Aly. Usai pembacaan Tahlil, acara dilanjutkan dengan pembacaan Do’a tahlil yang dipimpin oleh Habib Abdurrohman dari Kediri. Selanjutnya KH. Imam Yahya Mahrus menyampaikan sambutan atas nama Keluarga.

Dalam Sambutannya, Rektor Institut Agama Islam Tri Bakti ini mengisahkan kenangan-kenangan indah bersama Almarhum, “Mbah Yai Mahrus itu figur yang sangat lengkap, mulai dari Rektor, Pendakwah, Imam masjid hingga penasehat Tentara.” Ujar Yai Imam tegas. Lebih lanjut, Kyai Imam juga menambahkan beberapa kisah-kisah pribadi Mbah Yai Mahrus yang jarang di ketahui oleh santri dan Alumni, salah satunya adalah kedermawanan beliau yang luar biasa.

Dalam berbagai kesempatan Mbah Yai Mahrus selalu menyempatkan diri untuk bersedekah, meskipun dalam keadaan bepergian, hingga pada saat kembali kekediaman sekalipun, beliau sempatkan tuk sekedar bertegur sapa dengan para tetangga, sembari memberikan beberapa lembar uang kepada mereka.Riff

Lirboyo Resmi Buka Majelis Sholawat Rutinan Malam Jum’at

LirboyoNet, Kediri – Tepatnya malam jum’at, tanggal 29 September 2011 pukul 20.00 Wis pembukaan rutinitas Majelis Sholawat resmi di buka oleh beliau Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus di gedung Aula muktamar Lirboyo Kota Kediri.

Rutinitas sholawat malam jum’at ini bermula dari kegiatan santri pada waktu malam jum’at dengan tabuh-tabuhan di kamar, karena untuk melepas kepenatan selama satu minggu bergelut dengan mata pelajaran. Maka oleh Masyayikh pondok pesantren Lirboyo di berikan wadah yang positif berupa sholawatan sebagai ganti dari tabuh-tabuhan sekaligus sebagai wujud mahabbah santri terhadap baginda Rosululloh Muhammad SAW.

Majelis sholawat ini di kemas dengan bentuk grup rebana dari masing-masing daerah se-pondok pesantren Lirboyo. Dan Alhamdulillah pada pembukaan kemaren malam tak kurang dari tiga puluh grup rebana ikut andil dan tak kurang dari lima ribu muhibbin yang turut menyaksikannya.

Pelaksanaan Majelis Sholawat ini di agendakan setiap satu bulan sekali, yaitu pada malam jum’at pertama setiap bulan dan bertempat di gedung Aula Muktamar, tutur Ustadz HM. Mukhlas Nor selaku ketua satuPondok pesantren Lirboyo.(nang)

Pengurus Darul Falah, Krian, Kunjungi Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Sebagai sarana mempererat silaturohim, antara Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Darul Falah Pusat Krian Sidoarjo, sekaligus sarana evaluasi. Sore tadi (28/09) 8 orang pengurus Pondok Pesantren Darul Falah Pusat Krian Sidoarjo, melakukan kunjungan Study banding ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Meskipun kunjungan study ini bersifat mendadak, namun secara garis besar kegiatan singkat ini berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Pimpinan rombongan yang juga salah satu Pengurus Senior Pondok Pesantren Darul falah Pusat, Ust. Abdurrohamn mengatakan “Studi banding ini selain sebagai sarana belajar kegiatan ini juga sebagai penyambung silaturohim, karena pendiri Pondok Pesantren Darul Falah Pusat, Alm. KH. Iskandar merupakan alumnus Pondok Pesantren Lirboyo,” ujarnya.

Dalam kunjungan studi tersebut, Rombongan diterima langsung oleh staf penerangan Pondok Pesantren Lirboyo, Ust. Maftuh dan Ust. Khoirun Niam dikantor pusat Informasi I PP Lirboyo, dalam diskusi sederhana yang berlangsung selama kurang lebih 2.5 jam tersebut, para pengurus pesantren darul Falah menanyakan secara rinci tentang system pendidikan dan kurikulum yang selama iniditerapkan oleh Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien Lirboyo, termasuk didalamnya pelaksanaan tata tertib Pondok Pesantren Lirboyo. riff

Teladani Sifat Welas Asih Mbah Yai Sepuh

LirboyoNet, Kediri – KH. Abdul Karim merupakan sosok kyai yang sangat patut diteladani, dalam pelbagai bidang, mulai tarbiyah (Pendidikan) hingga mu’asyaroh (Interaksi) dengan masyarakat, hal ini disampaikan KH. M. Anwar Manshur di sela-sela acara Halal Bihalal pengurus dan pengajar MHM selasa malam (15/09/2011).

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar mengisahkan bahwa sosok mbah yai sepuh adalah sosok yang welas asih (kasih sayang), terhadap para santri, hal ini ditandai dengan aktifitas beliau setiap hari yang memantau kegiatan santri, sehingga bisa dipastikan, setiap malam hari beliau selalu mengelilingi Pondok guna melihat dari dekat kegiatan harian para santri. Jika diketemukan santri yang sedang bergurau dan bermain tanpa guna beliau langsung menasehatinya dengan ungkapan yang santun, sehingga santri yang dinasehati menjadi penurut.

Bentuk lain perwujudan sifat welas asih Mbah Yai sepuh adalah, pada saat pondok mengadakan acara haflah, beliau memberikan makanan gratis kepada seluruh santri, dengan makanan yang enak-enak dan terbaik dikala itu, padahal jumlah santri saat itu ada sekitar 500-an orang, hal ini menunjukkan betapa perhatian seorang KH. Abdul Karim terhadap santrinya.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar berharap, dari sepenggal kisah keteladanan Mbah Yai sepuh ini, bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pengajar dan pengurus MHM agar lebih maksimal dan optimal dalam memberikan pengajaran, namun tetap mengedepankan sifat welas asih terhadap anak didiknya, sehingga ada ikatan hati diantara keduanya. riff

Lembaga Pendidikan Islam Salaf Berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah