HomePojok LirboyoPelatihan Kader TBC Pesantren Lirboyo

Pelatihan Kader TBC Pesantren Lirboyo

0 0 likes 636 views share

LirboyoNet, Kediri – Program CEPAT-LKNU (Community Empowerment of People Against Tuberculosis – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama) pada Jum’at pagi (22/01) mengadakan kegiatan Pelatihan Motivator & Kader Pesantren di Kantor PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kediri, Jl. Dr. Sahardjo, belakang lapangan Campurejo, Kediri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Yuni Alifah, SKM dari Dinas Kesehatan Kediri dan juga Ibu Esti, tim CEPAT-LKNU yang sudah terlatih. Untuk kali ini, program CEPAT-LKNU yang memfokuskan diri dalam pengendalian Tuber Kolosis (TB), menyasar para santri Lirboyo sebagai peserta pelatihannya, khususnya Pondok Induk.

Acara yang dimulai dari pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 30an peserta dari santri Lirboyo. Kegiatan ini diadakan dalam rangka melatih kader santri agar cepat dan tanggap terhadap segala sesuatu tentang TB, mulai dari gejala sampai penanggulangannya, terutama yang terjadi dalam kawasan pesantren. Kader juga diharapkan bisa menjadi fasilitator untuk santri yang sudah terkena TB sebagai PMO (Pengawas Minum Obat), ataupun bagi yang belum terjangkit untuk mencegah menularnya TB. Karena berdasarkan survei, santri di Pesantren Lirboyo banyak yang terkena TB, demikian ungkap Ibu Sundari, fasilitator CEPAT-LKNU Kediri.

Acara yang rencananya akan berlangsung selama dua hari (jumat-sabtu) ini juga dihadiri oleh Bapak Hartono Rakiman sebagai perwakilan CEPAT-LKNU Pusat. “Ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan oleh CEPAT-LKNU Kediri. Pertama kalinya, program ini direalisasikan pada bulan Mei 2014 yang lalu dengan beberapa pondok pesantren di Kediri sebagai pesertanya,” tambah Ibu Sundari.

Untuk pesantren Lirboyo sendiri, menurut keterangan dari Ibu Himah dari bagian Keuangan CEPAT-LKNU, kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan untuk kedua kalinya pada bulan Maret 2016 mendatang. “Peserta untuk tahap kedua nanti akan menimbang dari sikap tanggap dan perkembangan dari kader yang sekarang melakukan pelatihan. Jika dibutuhkan, bukan tidak mungkin untuk melakukan tambal sulam peserta,” imbuh beliau.][