943 views

Penggunaan Mukena Potongan yang Harus Diperhatikan

Hukum Penggunaan Mukena Potongan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya hendak bertanya, bagaimana hukumnya jika salat menggunakan mukena potongan atau sambungan? Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Hilyah, Palembang)


Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Di dalam salat, aurat perempuan yang harus ditutup adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Syekh Ibnu Qasim al-Ghazi menjelaskan dalam kitab Fath al-Qarib sebagai berikut:

وَعَوْرَةُ الْحُرَّةِ فِي الصَّلَاةِ مَا سِوَى وَجْهِهَا وَكَفَيْهَا ظَهْرًا وَبَطْنًا إِلَى الْكُوْعَيْنِ

“Aurat perempuan merdeka dalam salat ialah seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan, baik luar maupun dalam, sampai pergelangan tangannya.” (Lihat: Ibnu Qasim al-Ghazi, Fath al-Qarib, [Beirut: Dar Al-Minhaj, 2019] hlm. 122)

Yang menjadi salah satu tradisi di sekitar kita adalah menggunakan mukena sebagai media penutup aurat perempuan ketika salat, salah satunya ialah mukena potongan atau sambungan. Sebagai mana fungsinya sebagai penutup aurat, penggunaan mukena potongan perlu diperhatikan. Sebab bagian lengan wanita yang salat akan terlihat dari arah bawah ketika posisi rukuk atau takbir jika menggunakan mukena potongan.

Dalam kasus demikian, ulama Mazhab Syafi’i menghukumi salatnya batal. Sebab pada kasus tersebut ada aurat yang terbuka. Sebagaimana penjelasan Sayyid Abdurrahman al-Masyhur dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin berikut:

لَوْ رُؤِيَ صَدْرُ الْمَرْأَةِ مِنْ تَحْتِ الْخِمَارِ لِتَجَافِيْهِ عَنِ الْقَمِيْصِ عِنْدَ نَحْوِ الرُّكُوْعِ أَوِ اتَّسَعَ الْكَمُّ بِحَيْثُ تُرٰى مِنْهُ الْعَوْرَةُ بَطَلَتْ صَلَاتُهَا

“Apabila dada wanita terlihat dari bawah bajunya yang longgar ketika posisi rukuk atau lengan baju yang lebar sehingga terlihat aurat dari sela-selanya, maka salat wanita tersebut batal.” (Lihat: Abdurrahman al-Masyhur, Bughyah al-Mustarsyidin, hlm. 85)

Oleh karena itu, bagi para perempuan muslimah hendaklah berhati-hati dan memperhatikan apakah auratnya dalam salat terlihat atau tidak. Jika terpaksa menggunakan mukena potongan, cara untuk mengantisipasinya adalah dengan mengenakan pakaian lengan panjang sebelum memakai mukena potongan atau sambungan. Hal tersebut ditujukan untuk mengantisipasi adanya aurat yang terlihat dari arah bawah ketika rukuk atau takbir.[]waAllahu a’lam

Baca juga:
TERBUKANYA DAGU WANITA DALAM SALAT

Simak juga:
Prinsip dalam Beramal

Penggunaan Mukena Potongan
Penggunaan Mukena Potongan

0

2 thoughts on “Penggunaan Mukena Potongan yang Harus Diperhatikan

  1. Dijelaskan di atas apabila aurat terlihat dari bawah (Krn pke mukena sambungan), maka sholat wanita dianggap batal. Bagaimana jika wanita sholat di tempat yg bisa terlihat dari bawah, lantai berupa anyaman bambu yg bisa terlihat dari bawah(Galar: Jawa),, apakah juga batal? Krn meskipun memakai mukena terusan, auratnya masih bisa dilihat dari bawah. Krn pada prakteknya gak mungkin perwmpuan membungksus tubuhnya sampai bawah, akan mempersulit gerakan sholatnya.
    Bagaimana jika wanita sholat memamki mukena terusan, tetapi bagian pergelangan longgar shg lengan bisa terlihat saat takbir atau. Qunut? Apakah sah sholatnya
    Bagaimana pula sholat laki² yg memakai sarung, auratnya kan juga bisa terlihat dari bawah. Bahkan jika sarung cingkrang, terkadang, paha bisa terlihat dari belakang? Mohon dijelaskan, biar tidak menimbulkan kesalahpahaman

    1. 1. Orang shalat di atas tempat yang sekiranya auratnya bisa terlihat dari arah bawah hukum salatnya tetap sah.

      2. Aurat perempuan yang terlihat dari lengan baju yang lebar atau longgar dapat membatalkan shalat sebab aurat terlihat bukan dari arah bawah.

      3. Paha laki-laki yang terlihat ketika sujud tidak membatalkan shalat sebab aurat terlihat dari arah bawah.

      REFERENSI:

      Ar-Rafi’i, Al-‘Aziz Syarh al-Wajiz, juz 2 hlm. 38.
      المسألة الثانية: في كيفية الستر، قال الأصحاب: الستر يرعى من الجوانب، ومن فوق ولا يرعى من أسفل الإزار والذيل، حتى لو صلى في قميص متسع الذيل جاز، وإن كان على طرف سطح يرى عورته من نظر من الأسفل؛ [لأن الستر إنما يلزم من الجهة التي جرت العادة بالنظر منها، والعادة لم تجر بالنظر من أسفل] (1) وتوقف إمام الحرمين، وصاحب “المعتمد” في سورة الواقف على طرف السطح؛ [لأن الستر من الأسفل إنما لا يراعى إذا كان على وجه الأرض، فإن التطلع من تحت الإزار لا يمكن إلا بحيلة وتعب، أما إذا كان على طرف السطح] [فالأعين] تبتدر إدراك السَّوْءَة، فليمتنع ذلك، ولو صلَّى في قميص واسع الجيب ترى عورته من الأعلى في حال من أحوال الصلاة إما في الركوع والسجود، أو غيرهما، لم تصح الصلاة

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.