2.591 views

Penyebab Anak Ulama Gagal Menjadi Ulama

Penyebab Anak Ulama Gagal Menjadi Ulama | Karakter seorang anak biasanya akan meniru kepada orang tuanya. Hal ini sering diungkapkan berdasarkan pepatah yang mengutarakan bahwa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Jika orang tuanya pandai dalam bermusik, kemungkinan besar anaknya lihai dalam bermusik. Jika orang tuanya memiliki hobi membaca buku dan menulis, besar kemungkinan anaknya akan meniru apa yang orang tuanya lakukan. Semua ini tidak lain karena orang tua merupakan lingkungan pertama bagi seorang anak dalam membentuk kepribadian.

Akan tetapi pepatah tersebut bisa tidak terlaku dalam beberapa kasus. Tamsilnya, seorang ulama pasti sangat mendambakan agar anaknya dapat meniru perilaku, sikap, dan pola pikir ayahnya. Sebagai ayah, ia akan sangat berharap agar anaknya, dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang, dan dapat melanjutkan perjuangan ayahnya. Namun pada kasus tertentu, harapan ini menjadi khayalan dan hambar. Tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Ia tumbuh dengan karakter yang berbeda dan sangat bertentangan dengan ayahnya.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Dalam kitab Minan al-Kubro, mengutip pendapatnya Imam ‘Ali al-Khowas, di sana dijelaskan secara gamblang tentang apa penyebab anak seorang ulama tidak bisa meniru perilaku dan keilmuan ayah atau para pendahulunya.

Imam ‘Ali al-Khowas mengutarakan bahwa penyebab seorang anak ulama dianggap gagal dan tidak bisa meniru keilmuan ayahnya disebabkan karena ia (anak tersebut) terbiasa hidup manja, terbiasa dimuliakan orang-orang. Sejak kecil, mereka merasakan santri ayahnya mencium tangannya, menggendongnya di atas pundak mereka dan menuruti semua kemauannya karena memuliakan orang tuanya.

Dari keadaan ini, justru membuat anak ulama tersebut menjadi sombong dan jumawa. Sejak kecil, mereka menyusu dari tingginya pangkat dan jabatan. Sehingga dengan hal itu, pada akhirnya membut hati anak ulama tersebut mejadi gelap gulita.

Tidak menerima nasehat dan arahan, bahkan mereka berperilaku lancang kepada orang-orang yang lebih tua, sampai kapan pun mereka akan hidup di bawah ketiak ayah mereka dan tidak bisa mendapat kemuliaan dengan upaya mereka sendiri.[1]

Inilah kaidah umum tentang penyebab kenapa anak ulama gagal meniru keilmuan dan perilaku ayah mereka.

baca juga: KH. Abdullah Kafabihi Mahrus : Rahasia sukses Kiai Mahrus
tonton juga: Rendah Hati | KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus


[1] Ungkapan ini disarikan dari kitab Minan al-Kurbo karya Abdul Wahab as-Sya’roni, hlm. 513

16

3 thoughts on “Penyebab Anak Ulama Gagal Menjadi Ulama

  1. Semoga anak kami muhammad alawi amil fakih menjadi anak yg sholih, bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama amin..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.