HomePojok LirboyoPeringatan Haul Ke-6 KH. Imam Yahya Mahrus

Peringatan Haul Ke-6 KH. Imam Yahya Mahrus

0 0 likes 16 views share

Lirboyonet, Kediri– Malam tadi (11/11) merupakan puncak dari segala deretan acara memperingati Haul ke-6 KH. Imam Yahya Mahrus sang pendiri Pondok Pesantren HM Mahrusiyah, acara yang dimulai sejak Ahad (05/11) itu ditutup dengan pengajian umum dan reuni akbar. Seluruh rangkain acara tersebut diselenggarakan di Ponpes Al- Mahrusiyah III yang berada di Ngampel Kediri.

Pengajian Umum diawali dengan pembacaan yasin Oleh KH. Nurul Huda dan disambung dengan bacaan tahlil oleh KH. Anwar Manshur, berikutnya merupakan sambutan dari tuan rumah yang disampaikan oleh KH. Reza Ahmad Zahid, beliau menceritakan tentang pesan dari KH. Aziz Manshur saat beliau sowan kesana “kita harus tetap mensukseskan program himasal” karena itu Ponpes. HM Al- Mahrusiyah telah melaksanakn Musyawaroh besar II ISTIKMAL untuk membahas bagaimana alumni bisa untuk menjadi bagian Ponpes. Lirboyo dan Himasal.

Dalam sambutan beliau KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus yang merupakan agenda sambutan pengasuh Ponpes. Lirboyo beliau berpesan kepada seluruh hadirin untuk “tetaplah konsisten walaupun sudah menjadi kiyai tetaplah sebagai santri, karena santri akan menjadi kiyai prosesnya harus lewat pesantren dan kita diajar oleh guru serta kiyai kita di pesantren” dan “guru adalah orang tua kita yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka” tambah beliau.

Acara malam tadi juga dihadiri petinggi Bank BNI Syar’iyah dari Jakarta yakni Bpk. Firman, kedatangannya selain bersilaturrahmi dan sowan ke makam KH. Imam Yahya Mahrus juga mengajak para santri untuk membangun perekonomian di Indonesia karena melihat masih minimnya orang-orang islam di Indonesia menjalani perbankkan Syar’iyah. Tidak hanya itu dari BNI Syar’iyah juga memberikan kartu santri yang bisa digunakan untuk transaksi jual beli nantinya bisa untuk membeli di Alfamart dan lain-lain.

Agus Ali Mashuri dari sidoarjo memberikan petuah dalam acara haul malam tadi, beliau menjelaskan tentang racun hati yang begitu membahayakan dan racun itu timbul dari lisan karena lisan merupakan juru bicara hati, racun hati yang kedua adalah kenyangnya perut, seorang sufi besar pernah mengatakan “kebijaksanaan tidak akan masuk kehati orang manapun kala perut banyak makanan”. Racun berikutnya yakni salah bergaul atau salah memilih teman, kata beliau “sikap, mental, kepribadian seseorang dipengaruhi oleh teman” dan “jika ingin sukses maka bergaulah dengan teman yang soleh”.

Tidak hanya KH. Agus Ali Mashuri yanng memberikan mauidoh pada acara malam tadi akan tetapi masih ada mauidoh yang disampaikan Al Habib Abdurrohman dari Mesir beliau menjelaskan tentang pentingnya memperingati haul atau berziarah kubur karena “dengan peringatan haul ini dapat memperbaharui hubungan antara guru dan kita sebagai murid”, “hubungan kita dengan orang soleh tidak akan terputus ketika kita selalu mengingat walaupun mereka telah meninggal”tambah beliau. Ada 3 manfaat do’a yang juga disampaikan beliau “yang pertama hal tersebut menjadi sebuah ampunan dari Allah SWT. yang kedua sebuah bentuk berbakti kepada orang tua dan yang terakhir satu cara agar guru kita tetap mengingat kita”.

Setelah acara yang ditutup dengan do’a, seluruh masyayikh dan para hadirin berziarah ke makam KH. Imam Yahya Mahrus yang bertempat di barat Masjid Al- Mahrusiyah III.