Pendahuluan
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Karena bulan rajab sebagai salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum). Bulan ini Allah sucikan karena keberadaannya sarat dengan peristiwa-peristiwa penting yang memberikan inspirasi dan pelajaran berharga. Dalam sejarah Islam, Rajab menjadi saksi dari berbagai peristiwa monumental yang tidak hanya memperkukuh keimanan, tetapi juga memperteguh makna perjuangan umat Islam dalam menegakkan ajaran Allah SWT.
Baca Juga; Keutamaan dan Amalan Bulan Rajab
Peristiwa Penting di Bulan Rajab
Pada bulan-bulan mulia seperti bulan rajab ini terdapat kisah-kisah hebat di dalamnya. Para sejarawan Muslim menyebutkan, bahwa salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan tersebut adalah awal mula nur nubuwah (cahaya kenabian). Yang mana Allah letakkan di rahim ibunda Rasulullah, yakni Siti Aminah.
Pada bulan Rajab, ada beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah umat Islam. Hal ini tentu bukanlah kebetulan semata, akan tetapi menunjukkan bahwa Rajab adalah salah satu bulan yang mulia. Diantaranya adalah:
Peristiwa Penting Pertama
Sayyidah Aminah binti Wahab mulai mengandung janin yang kelak mendapat nama Muhammad pada bulan Rajab. Setelah mengandung selama sembilan bulan, pada bulan Rabi’ul Awwal Sayyidah Aminah melahirkan makhluk yang paling mulia, baginda Nabi agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kelahirannya adalah rahmat yang Allah Swt hadiahkan kepada alam semesta.
Baca juga: Khutbah Jum’at Keutamaan Bulan Rajab
Peristiwa Penting Kedua
Pada 27 Rajab, terjadi peristiwa Isra’ dan Mi’raj, salah satu mu’jizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengenai mu’jizat agung ini, penting untuk kita garisbawahi bahwa maksud dan tujuan Isra’ dan Mi’raj bukan berarti Allah di atas lalu Rasulullah Allah perintah untuk naik ke atas untuk sowan bertemu dan menghadap Allah. Bukan seperti itu yang dimaksud dengan mu’jizat yang luar biasa ini.
Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menegaskan bahwa Allah Maha Suci dari tempat dan arah. Dia ada namun keberadaan-Nya tidak membutuhkan pada tempat dan arah. Dia ada tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, dan setelah menciptakan keduanya, Dia tidak berubah, tetap ada tanpa tempat dan arah. Maksud dan tujuan Isra’ dan Mi’raj adalah memuliakan Rasulullah. Memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban dan tanda kekuasaan Allah dan menerima perintah shalat di tempat yang sangat mulia dan tidak pernah satu kali pun ada maksiat di dalamnya.
Baca Juga: Hukum Khataman Al-Qur’an Online
Peristiwa Penting Ketiga
Hijrah ke Habsyah adalah peristiwa besar kedua yang terjadi pada bulan Rajab. Peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW sedang menyampaikan dakwah di Mekkah. Seperti yang kita ketahui, orang kafir Quraisy selalu membuat kesulitan bagi Nabi dan bahkan dengan kejam menyiksa para pengikutnya.
Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kaum Quraisy semakin bengis melakukan penyiksaan, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk hijrah ke Habsyah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian.
Peristiwa Penting Keempat
Perang Tabuk adalah sebuah konflik perang yang terjadi antara umat Islam dan Kekaisaran Romawi. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Rajab pada tahun ke-9 hijriah. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW memimpin pasukan sebanyak 30 ribu untuk menghadapi pasukan Romawi di Tabuk, yang terletak di wilayah Syam.
Baca Juga: Trik Pengawasan Orang Tua Pada Anak Di Era Digital Ala Ulama
Peristiwa Penting Kelima
Perubahan arah Kiblat dari Masjid al-Aqsha di Baitul Maqdis ke Ka’bah di Mekkah terjadi pada pertengahan Bulan Rajab setelah Rasulullah SAW pindah ke Madinah. Hikmah dari perubahan arah kiblat adalah sebagai bentuk ujian bagi umat Islam dalam mengekspresikan keimanan mereka dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Peristiwa Penting Keenam
Di bulan Rajab terjadi pertempuran kecil antara pasukan Rasulullah SAW yang Abdullah bin Jahsy pimpin melawan kelompok pedagang kaum Quraisy. Pertempuran ini kemudian menjadi kita kenal sebagai perang Badr.
Baca Juga: Hukum Memberikan Ucapan Selamat Natal
Peristiwa Penting Ketujuh
Kekalahan yang Romawi alami dalam pertempuran Tabuk. Pada tahun 9 hijriah/630 masehi, terjadi sebuah pertempuran yang menandai kemenangan dan kekuasaan Islam di seluruh wilayah semenanjung Arab pada saat itu. Meskipun melakukan perjalanan yang panjang dari Madinah ke Syam.
Peristiwa Penting Kedelapan
Pembebasan Kota Damaskus dari penguasaan Romawi. Pada bulan Rajab tahun 14 hijriah/635 masehi, pasukan Muslim yang Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin al-Walid pimpin berhasil merebut dan mengontrol Kota Damaskus.
Peristiwa Penting Kesembilan
Setahun setelah Kota Damaskus berhasil bebas, terjadi pertempuran Yarmuk yang Khalid bin al-Walid pimpin. Pertempuran ini terjadi pada hari Senin di bulan Rajab, pada tahun 15 hijriah atau tahun 636 masehi.
Baca Juga: Kapankah Hari Kiamat Datang?
Peristiwa Penting Kesepuluh
Terjadinya pembebasan Kota Hirrah di Irak di bulan Rajab, yang dilakukan oleh Khalid bin al-Walid. Sebagaimana yang Ibnu Katsir jelaskan dalam Bidayah wa an-Nihayah-nya.
Peristiwa Penting Kesebelas
Pada 27 Rajab 583 hijriah/2 Oktober 1187 masehi, mengusir pasukan Salib dari penjajahan mereka di Baitul Maqdis. Shalahuddin al-Ayyub, seorang panglima perang Islam, dan pasukannya melibatkan diri dalam pengepungan kota Yerusalem untuk memulihkan kota suci Baitul Maqdis yang telah berada di bawah kekuasaan tentara Salib selama 88 tahun. Suara Adzan terdengar dan pelaksanaan shalat Jumat telah dimulai lagi di Masjid al-Aqsha.
Peristiwa Penting Kedua Belas
Pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926, para ulama berkumpul di Surabaya menyepakati lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi sosial dan keagamaan yang salah satu tujuan utamanya adalah memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan sistem bermazhab dalam beragama.
Baca Juga:
Referensi:
- Disadur dari berbagai sumber;
- Kitab Tabyinul ‘Ajab Bima Warada fi Fadli Rajab; Karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, lahir antara tahun 773 H atau 1372 M, dan wafat tahun 852 H atau 1449 M.
Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo





