HomePondok Pesantren Unit LirboyoPondok Pesantren Putri Tahfizhil Qur’an (P3TQ)

Pondok Pesantren Putri Tahfizhil Qur’an (P3TQ)

0 33 likes 12.4K views share

Pesantren putri ini berdiri tahun 1986 M. yang bermula dari keinginan seseorang. Waktu itu, sang tamu dari daerah Bojonegoro mengantarkan sekaligus menyerahkan putrinya yang bernama Arifah kepada KH Ahmad Idris Marzuqi guna sekedar berkhidmah. Namun KH Idris Marzuqi menolak permintaan itu dengan halus. Setelah mendapat desakan terus menerus, beliaupun mengizinkan Arifah untuk berkhidmah membantu kesibukan keluarga beliau sekaligus menjadi penyimak Ibu Nyai Hj. Khodijah ketika melalar hafalan Alquran.

Dalam waktu relatif singkat, santri putri yang mempunyai keinginan sama mulai berdatangan. Ketika jumlah santri telah mencapai 4 orang, timbul keinginan KH Ahmad Idris Marzuqi untuk membangun asrama bagi mereka. Dan pada tahun 1992 gedung P3TQ yang letaknya bersebelahan dengan Ndalem Kiai Idris dibangun menjadi tiga lantai. Saat itulah, Kiai Idris Marzuqi memberi nama pondok kecil ini “Tahfizhil Qur’an”.

Peningkatan kwantitas santri dari tahun ke tahun, menjadi salah satu faktor yang menuntut perluasan gedung P3TQ. Tahun 1999, bertepatan dengan penyelenggaraan Muktamar NU XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, dibangunlah aula sebagai pusat segala aktivitas. Tahun 2001, dibangun 2 kamar dan beberapa sarana pelengkap.

Untuk menambah pengetahuan dan keilmuan para santri, KH Ahmad Idris Marzuqi memberikan instruksi pada salah satu khodim beliau yaitu Bapak Azizi Hasbullah dari Malang, untuk memberikan pengajian sekedarnya. Perintah inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Madrasah Hidayatul Mubtadi-aat Fittahfizhi Wal Qiro-at (MHMTQ) yang diresmikan pada tahun 1992. Semula MHMTQ hanya terdiri dari beberapa kelas di tingkat Ibtidaiyyah. Baru pada tahun 1995 lengkap dengan 6 kelas. Tahun 1997, MHMTQ menambah satu jenjang pendidikan yaitu tingkat Tsanawiyah, dan tahun 2005 menambah satu tingkatan lagi yaitu tingkat Aliyah. Untuk menunjang kualitas dan kematangan para siswi dalam penguasaan materi. Selain edukasi di dalam kelas, dibentuklah M3HMTQ, sebuah organisasi siswi intra sekolah yang khusus menangani sorogan kitab kosongan, setoran nazhom, musyawarah dan bahtsul masa-il.

Seiring dengan bertambahnya santri, gedung yang tersedia dirasa semakin sesak dan tidak bisa menampung banyaknya santri, sehingga dibangunlah gedung baru sebagai sarana pendukung dalam kegiatan belajar mengajar dan kenyamanan tempat tinggal bagi semua santri. Pada tanggal 2 Januari tahun 2007 dimulailah pembangunan gedung pondok baru di atas tanah seluas 77.885 M yang terletak di sebelah selatan Ndalem Barat KH. Ahmad Idris Marzuqi. P3TQ Barat yang sekarang ditempati oleh santri dalam jenjang sekolah tingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah ini memiliki beberapa fasilitas, selain kamar, juga ada koperasi, kantin, ruang kesehatan, perpustakaan, wartel, ruang keputrian yang dilengkapi dengan mesin jahit dan mesin obras, serta beberapa fasilitas lainnya.

Meski terpisah menjadi dua, P3TQ Barat dan Timur, para santri masih tetap berada dalam satu naungan atap yang sama dan selalu menjalin kekompakan dan silaturrahim dalam berbagai aspek. Pesantren Putri ini juga dilengkapi dengan segudang kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya kegiatan Seni Baca Al–Quran, Jam’iyyah Sholawat, Qiro-at, Diba’iyah, Barzanjiyah, Manaqibiyah, Khithobiyah, Kursus Bahasa Arab dan Inggris, Ketrampilan membuat parsel, Tata Busana, dll. Berdasarkan intruksi Romo Yai para santri diharuskan untuk membiasakan berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris setiap hari. Maka mulai tahun 1998, dibentuklah Lajnah Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) dan pada tahun 2006 terbentuk Lajnah Pengembangan Bahasa Inggris (LPBI) sebagai pelengkap kesiapan santri untuk terjun dan berkiprah di masyarakat.