427 views

Praktek Irsyadul Kiblat Bersama Lajnah Falakiyyah Lirboyo

LirboyoNet, Kediri, Jum’at (16/09/22) – Santri Lirboyo menjalankan praktek pengukuran arah kiblat yang diadakan di halaman depan Rusunawa Pondok Pesantren Lirboyo.

Kegiatan ini telah menjadi rutinan yang diagendakan oleh Seksi Pesda (Pengembangan Sumber Daya Santri) yang bekerjasama dengan Lajnah Falakiyyah Pondok Pesantren Lirboyo pada setiap tahunnya. Dengan harapan agar para santri dapat menentukan arah kiblat dengan tepat. Praktek ini dianggap sangat penting di masyarakat karena menyangkut permasalahan ibadah, utamanya shalat. Di samping itu, berkaitan juga dengan posisi maqbaroh (makam) agar posisi wajah jenazah dapat sesuai dengan arah kiblat.

“Walaupun saat ini telah terdapat aplikasi-aplikasi yang dapat menentukan arah kiblat, akan tetapi para santri juga harus bisa mengetahui posisi arah kiblat yang tepat dengan menggunakan metode hisab. Karena dari aplikasi yang telah ada, terkadang terdapat selisih dengan arah kiblat yang sebenarnya.” Terang Bapak Reza Zakaria, selaku pemateri dalam pelatihan.

Pada praktek irsyadul kiblat kali ini, masih manggunakan metode manual (tradisional), yang membutuhkan adanya pancaran sinar matahari. Selama terdapat bayangan, maka bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat. Sehingga bisa dilakukan kapan saja, baik pagi, siang, maupun sore.

“Peralatan yang dibutuhkan ketika menggunakan metode manual di antaranya tripot, lot, penggaris, papan (karena untuk menggaris bayangan itu harus bener-bener rata), kompas, meteran, busur, benang dan kalkulator untuk menghitung.” Sebagaimana yang diutarakan oleh Bapak Asmujib selaku pemateri yang lain.

Banyak santri yang mengungkapkan bahwa pelajaran falak terbilang sulit dan rumit, karena harus bergelut dengan rumus dan angka-angka. Padahal menurut Bapak Reza, ilmu ini terbilang mudah. Dengan hanya bermodalkan berhitung dan telaten (sering-sering berlatih) akan sangat mudah untuk dipahami. Hanya saja seringnya seseorang tidak bisa telaten.

Para santri terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini tampak dari wajah mereka. Reza, salah satu peserta yang sudah dua kali mengikuti praktek ini mengatakan: “Pelajaran falak ini tidak terbilang sulit. Semua itu tergantung dari minat masing-masing. Yang sering tergambar dari wajah temen-temen itu ketika menghadapi hitungan. Beberapa dari mereka seringkali merasa bosen. Tapi jika sudah praktek dan paham tentang ilmu yang sedang dipelajari ini, semua kendala itu seketika hilang.”

Baca juga: Rukyatul Hilal bersama Lembaga Falakiyyah NU Cabang Blitar
Tonton juga: Akun Wali Santri dalam Aplikasi SIMPONI LIRBOYO

Praktek Irsyadul Kiblat Bersama Lajnah Falakiyyah Lirboyo

1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.