HomePojok LirboyoRakernas dan Workshop Asosiasi Ma’had Aly se Indonesia (AMALI)

Rakernas dan Workshop Asosiasi Ma’had Aly se Indonesia (AMALI)

0 3 likes 389 views share

Rakernas dan Workshop Asosiasi Ma’had Aly se Indonesia(AMALI) kali ini diadakan di Ma’had Aly Al Mubarok Manggisan Wonosobo JawaTengah pengasuhnya adalah KH. Ahmad Nur Hidayatulloh . Dilaksanakan sejak tanggal 15 Desember dan berakhir pada tanggal 16 Desember 2018.

Dalam rakernas tersebut seluruh peserta mengungkapkan berbagai pendapat yang bertujuan untuk menciptakan santri yang berguna bagi bangsa dan negara, melalui program Ma’hadAly.

“Satu Mah’ad Aly satu program studi. Agar program yang dicanangkan bisa lebih fokus, Misal: Ponpes Lirboyo mengembangkan Program studi yang berupa Takhossus Fikih Kebangsaan. Hal Ini jelas, pesantren sudah harus menimbang kebutuhan masyarakat yang urgen. Saat yang lain belum mengambilsikap, Lirboyo sudah menguatkan barisan intelektual untuk menegaskan keberpihakannya pada bangsa dan segala elemen positifnya.”

“Santri sudah harus keluar, mengisi lubang-lubang kebutuhanspiritual masyarakat, agar tidak diisi oleh mereka yang baru belajar dan mengkhawatirkan itu.”

“Sekarang, trend hari ini yang datang ke pesantren adalah masyarakat perkotaan, menengah ke atas. Kenapa? Kebutuhan materiil mereka telah terpenuhi, namun masih ada kegersangan di hati mereka.”

“Mah’ad aly Harus mengusung dakwah santun. Bagiamana mungkin kita menerima doktrin agama yang disampaikan dengan bahasa kasar, celaan,makian, dst.”

“Masalahnya, itu yang terjadi saat ini. Dan apa yang dilakukan oleh guru-guru besar? Tak ada. Inilah peran pesantren dengan segala komoditinya.”

“Pemerintah Prov. Jawa tengah, Kepala Biro Kesra, Menjadipenyumbang peradaban islam yang moderat dan luhur. Semangat islam yang memilikikomitmen NKRI, UUD, Bhinneka, Pancasila. Pembentukan moral masyarakat. Itu adalah bentuk apresiasi dan komitmen Pemprov Jawa Tengah untuk kemajuan pendidikan berbasis pesantren. Pendidikan paling tua. Dan tidak akan lekang oleh waktu. Meski referensi keilmuannya telah berabad-abad seperti Alala dll.”

Ketua AMALI yang juga memberikan sambutan pada acara itu mengatakan.

“Pelaksanaan swadaya sebelum di sini adalah di Aceh yang bertajuk Rakernas Pimpinan Ma’had Aly dan Workshop Pengisian Borang Akreditasi Online.”

“Mengapa harus begitu sulit akreditasi? Yang penting produk mahasantri kita berkualitas. Iya kan? Karena itu, acuan mutu Mahad Aly berbeda dengan perguruan tinggi lain. Karena banyak unsur yang berbeda.”