HomePojok LirboyoRamadan Tiba, Santri Lirboyo Turun Gunung ke SMA

Ramadan Tiba, Santri Lirboyo Turun Gunung ke SMA

0 8 likes 456 views share

LirboyoNet, Kediri—Untuk menyukseskan agenda Pesantren Ramadlan (PESRA), Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan pembekalan bagi para tenaga ajar Jumat malam (26/05) kemarin.

Untuk diketahui, PESRA adalah program dakwah LIM yang berorientasi pendidikan formal. Dengan PESRA, para santri diberi amanat untuk menularkan ilmu-ilmu agama mereka kepada para siswa sekolah formal, baik di tingkat dasar (SD), maupun menengah (SMP-SMA). Para santri yang terbiasa dengan pola belajar-mengajar ala pesantren, dalam program ini harus berupaya merekonstruksi sejenak metode mereka agar materi ajar mereka dapat diterima dengan baik di ranah formal.

Sebagaimana yang diingatkan oleh Agus M. Aminulloh, medan dakwah yang akan mereka hadapi akan berbeda dengan yang biasa ditemuia sehari-hari di pesantren. “SDM-nya sudah berbeda dengan MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, tempat belajar mereka sehari-hari -red). Kalian harus jeli dan teliti. Kalau di MHM, siswa nakal disuruh berdiri, selesai. Kalau di sekolahan formal jangan seperti itu. Bisa-bisa kalian ditegur pihak sekolah.”

Yang harus lebih diperhatikan adalah, masih menurut Agus Amin, tujuan utama PESRA adalah menanamkan dasar-dasar agama pada setiap siswa. “Paling tidak, kalian  harus membantu mereka menguasai ilmu dasar agama. Terutama akidah. Akhir-akhir ini kajian akidah sudah semakin urgen untuk diketahui para siswa. Kelompok-kelompok separatis dan radikal sudah banyak menyusup di lembaga-lembaga pendidikan formal,” tekannya.

Pembekalan tenaga PESRA tahun ini diberikan oleh Drs. Saiful Asyhad SH., seorang orator ulung yang sering memberikan penyuluhan dan pelatihan komunikasi dakwah di banyak forum. Namanya telah dikenal mayoritas santri Ponpes Lirboyo. Pasalnya, hampir setiap pekan ia memberikan materi ekstrakurikuler ceramah dan orasi bagi para santri. “Kalian jangan malu-malu saat menyampaikan materi. Harus gagah. Harus berkelas. Jangan malah lembek,” tuturnya. “Jangan lupa, kalian sedang membawa nama Lirboyo. Jawablah ekspektasi dunia pendidikan luar dengan kerja keras dan cerdas,” tutupnya.][