Sakit yang diperbolehkan Tayamum

Sakit yang Diperbolehkan Tayamum

Assalamualaikum Ustadz, maaf sebelumnya, perkenalkan nama saya Ferdy, saya ingin bertanya mengenai kriteria sakit yang diperbolehkan melakukan tayamum, terima kasih, semoga bisa direspon.
Wassalamualaikum wr. wb.

Ferdy — Tangerang.

Wassalamualaikum wr. wb.

———

Waalaikumsalam wr. wb.

Penanya yang budiman, terimakasih telah berkenan untuk menghubungi kami, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amiin.

Kita langsung ke inti pertanyaan yang Anda ajukan saja, mengenai hal lain yang berkaitan dengan tayamum, seperti syarat, sebab maupun hal-hal yang membatalkan tayamum bisa kita bahas lain waktu, insya allah.

Salah satu sebab seseorang diperbolehkan melakukan tayamum sebagai media bersuci pengganti dari mandi maupun wudhu adalah sakit, sementara sakit itu sendiri, seperti yang telah kita sepakati terdapat beberapa tingkatan, dipandang dari berat dan ringannya.

Hanya saja, kita musti perlu mengetahui secara pasti pandangan syara berkaitan dengan klasifikasi sakit seseorang yang diperbolehkan melakukan tayamum dan yang tidak boleh.

Tentang ini, Syekh al-Mawardiy menjelaskan dengan rinci dalam kitab legendaris beliau, al-Hawiy al-Kabir juz 1 hal. 733 cet. Darul Fikr.

Sakit Ringan

(فصل) أَقْسَامُ الْمَرَضِ فَإِذَا ثَبَتَ جَوازُ التَّيَمُّمِ فِي الْمَرَضِ مَعَ وُجُوْدِ الْمَاءِ فَالْمَرَضُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ : أَحَدُهَا يَكُوْنُ يَسِيْرًا لَا يَسْتَضِرُّ بِاسْتِعْمَالِ الْمَاءِ فِيْهِ كَالْيَسِيْرِ مِنَ الْحُمَّى وَوَجَعِ الضَّرْسِ أَو نُفُوْرِ الطِّحَالِ فَلَا يَجُوْزُ لَهُ أَنْ يَتَيَمَّمَ فِي هَذِهِ الْحَالَةِ.

Ibrah di atas, beliau membagi sakit ketika kaitannya dengan kewenangan melakukan tayamum menjadi 4 (empat) bagian.
Pertama adalah sakit ringan. Sekira jika menggunakan air sebagai media bersuci tidak berdampak buruk pada tubuh, penyakit demikian dicontohkan seperti sakit panas ringan dan sakit gigi.

Sakit seperti ini tidak diperkenankan tayamum bagi penderitanya.

Akan tetapi, jika kita melirik pendapat lintas mazhab, dari golongan malikiyyah memperbolehkan tayamum meski sakitnya tergolong ringan. Beliau melihat keumuman lafad مرضى pada Q.S. al-Maidah ayat ke-6 yang menjadi dalil tayamum itu sendiri. Berikut ibaratnya ;

َوقَالَ مَالِكُ وَدَاوُدُ : يَجُوْزُ أنْ يَتَيَمَّمَ لِعُمُوْمِ قَوْلِهِ تَعَالٰى “وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْعلٰى سَفَرٍ …(المائدة : ٠٦)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.