HomePojok LirboyoSantri Belajar Seni Fotografi

Santri Belajar Seni Fotografi

0 4 likes 795 views share

LirboyoNet, Kediri- Santri dan dunia seni fotografi memang terkesan berlainan, berbeda dimensi. Namun itulah yang coba dibantah oleh para punggawa komunitas Fotografi Kediri Raya, atau yang lebih akrab dengan akronim FOKER. Mereka mencoba mengenalkan teori-teori dasar dunia fotografi, berikut beberapa seni fotografi pada santri.

Berbekal kamera DSLR, siang tadi (01/12), santri Nampak antusias menyimak apakah itu Aperture, apakah itu rule of Third, Framing, Angle of View dan istilah-istilah fotografi lain yang tak asing bagi para fotografer professional.

Dalam pelatihan selama sehari ini, ada sekitar dua puluhan santri yang ikut serta. Mereka merupakan peserta yang sama dengan pelatihan Wirausaha dan Internet Marketing kemarin. Mengapa? Karena pelatihan kemarin masih merupakan satu rangkaian dengan pelatihan wirausaha. Penanggung jawabnyapun masih sama, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri. Hanya saja, mereka menggaet komunitas FOKER yang memang terjun dan akrab dengan seni fotografi.

Sebagai pemateri, adalah Ahmad Saifullah. Salah seorang anggota komunitas FOKER. ia menjelaskan, bahwa seni fotografi itu sebenarnya mudah. Sangat mudah. Hanya saja kita cukup perlu untuk terus membiasakan diri. “Seni fotografi itu mudah, kita hanya harus terus membiasakan untuk memotret, dan memotret”.

Belajar memotretpun, tambah saifullah, ibarat kita naik sepeda motor. Jika terbiasa, kita akan tahu saat-saat yang tepat untuk menambah kecepatan, mengerem, atau memindah gigi. Begitupun jika kita lama bersinggungan dengan dunia fotografi. Kita akan tahu kapan saat-saat yang tepat untuk menambah pengaturan ISO, mengurangi lebar diafragma, dan mempercepat atau memperlambat kinerja rana.

Setelah materi dasar dan beberapa jenis seni fotografi selesai dipaparkan, santri diajak untuk terjun langsung praktik memotret diluar ruangan. Beberapa objek yang terlihat bagus dibidik. Tentu saja tidak asal bidik, tapi menggunakan teori seni fotografi, seperti pattern dan refleksi cahaya.

Selain teori umum seni fotografi, santri juga diajari sedikit tips dan trik belajar memotret produk UMKM secara mandiri. Tak perlu mendatangkan fotografer profesional yang agak menguras biaya. Dengan bahan seadanya seperti kardus bekas, kertas manila, dan lampu belajar, bahan-bahan dapat diolah menjadi studio mini. “Kalau kita mendatangkan fotografer, biayanya bisa 500.000. Bahkan hingga satu juta, untuk fotografer profesional” terang Saifullah. Namun jika menggunakan tips sederhana ini, tak akan sampai keluar biaya puluhan ribu.

Sekitar jam 14:30 WIB, setelah seluruh penjelasan disampaikan, acara resmi ditutup. Short Curse fotografi siang kemarin mengakhiri rangkaian pelatihan singkat yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri tahun ini. Ahmad Saifuddin, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri menyampaikan, untuk tahun mendatang akan kembali digelar pelatihan-pelatihan serupa. “Insyaallah, kita akan bertemu dan sambung lagi di tahun 2017” katanya.[]