HomePojok LirboyoSantri Ikuti Pelatihan Jurnalisme Warga

Santri Ikuti Pelatihan Jurnalisme Warga

0 2 likes 526 views share

LirboyoNet, Kediri – Sejumlah santri Pondok Pesantren Lirboyo sangat antusias mengikuti Pelatihan Jurnalisme Warga yang didakan oleh Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri. Kegiatan yang ditujukan untuk Program Pengabdian Masyarakat kategori Program Pengembangan Sosial Kemasyarakatan hasil kerjasama STAIN KEDIRI, Radar Kediri dan Pondok Pesantren Lirboyo ini, mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas Santri Sebagai Penyeimbang Informasi Keagamaan Lokal Kediri” ini dilaksanakan tanggal 24-25 September 2016 kemarin, bertempat di Gedung Rusunawa Lantai I Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Shobirin, Ketua Seksi Pramuka (Divisi penyelenggara kegiatan ekstrakurikuler Pondok Pesantren Lirboyo) dan Saiful Asyhad (profesional yang mendampingi para santri dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler, termasuk jurnalistik). Dilanjutkan dengan pembekalan materi jurnalistik oleh General Manager Radar Kediri, Tauhid Wijaya dan alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) yang juga Dewan Redaksi Radar Kediri, Jauhar Yuhanis. Pembekalan dilaksanakan selama 3 jam sejak pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya, para santri yang berasal dari perwakilan sejumlah Pers Pesantren Lirboyo ini diajak mempraktikkan secara langsung hasil yang didapat dari pembekalan tersebut. Hanya dengan berputar di kawasan pesantren , mereka dituntut untuk menghasilkan sebuah tulisan baik berupa berita, opini, feature,  ataupun lainnya.

Pemimpin Redaksi Majalah Dinding Hidayah, Arif Rahman Hakim mengatakan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan potensi literasi santri Lirboyo yang sudah mendarah-daging. “Kami sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini,” ujarnya.

Setelah puas menulis dan wawancara di kawasan pesantren selama kurang lebih dua jam, para santri kembali menuju ruang pelatihan dan mengetik hasilnya. Pada keesokan harinya, mereka diperlihatkan tulisan-tulisannya setelah dievaluasi oleh para tutor. Sehingga mereka bisa mengetahui kekurangan-kekurangan yang menjadi modal pembelajaran di kemudian hari.

“Harapan kami dengan pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas santri, bukannya kami mau menggurui. Karena kami yakin santri-santri Lirboyo bagaikan gelas yang tidak kosong dengan ilmu,” ungkap Ketua Pelaksana, Dian Handayani. []

Penulis : Nasikhun Amin, peserta pelatihan.