Selalu Belajar dan Waspada dari Fitnah Iblis

Syeikh Abu al-Faraj mengatakan, setiap manusia dalam penciptaannya, disisipkan pula hawa nafsu dan syahwat. Tujuannya supaya ia bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Anak adam juga diberikan amarah supaya bisa menghindari sesuatu yang ia benci. Dan memberikan akal, supaya memiliki etika. Bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Diciptakannnya setan, sebagai penghasutnya, agar manusia berlebihan dalam beberapa hal. Sebuah kewajiban bagi orang yang memiliki akal sehat selalu waspada, selalu berhati-hati akan godaan-godaan setan.

Selalu menyadari bahwa setan sudah menobatkan dirinya sebagai musuh , sejak zaman nabi adam diciptakan. Seumur hidupnya, setan akan selalu berjuang untuk merusak keadaan manusia.

Baca juga: KEUTAMAAN IBADAH DI MALAM HARI

Allah SWT sudah memerintahkan untuk berhati-hati dalam al-Quran disebutkan;

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَر

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. An-Nur:21)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.