Selalu Belajar dan Waspada dari Fitnah Iblis

fitnah iblis

Lirboyo.net-, Selalu Belajar dan Waspada dari Fitnah Iblis

Syeikh Abu al-Faraj mengatakan, setiap manusia dalam penciptaannya, akan tersisip hawa nafsu dan syahwat. Karena tujuannya adalah supaya ia bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Anak adam juga Allah berikan amarah supaya bisa menghindari sesuatu yang ia benci. Allah memberikan akal, karena supaya ia memiliki etika. Agar dia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Baca Juga: Riqīqa binti Nabāta; Tanda Kedatangan Nabi dan Hujan Besar

Dan Allah menciptakan setan, sebagai penghasutnya, agar manusia berlebihan dalam beberapa hal. Sebuah kewajiban bagi orang yang memiliki akal sehat selalu waspada, dan juga selalu berhati-hati akan godaan-godaan setan.

Kita juga harus selalu menyadari bahwa setan sudah menobatkan dirinya sebagai musuh kita. Yakni sejak zaman Nabi Adam Allah ciptakan. Karena seumur hidupnya, setan akan selalu berjuang untuk merusak keadaan manusia.

Allah SWT sudah memerintahkan untuk berhati-hati dalam al-Quran telah Allah sebutkan:

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَر

Baca Juga: Ketika Lukman Hakim Tidak Memilih Menjadi Nabi

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. An-Nur:21)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya: “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Yasin:60)

Berhati-hati dari Fitnah Iblis dan Rencana Jahatnya.

Sudah menjadi keharusan bagi setiap insan, untuk selalu berhati-hati. Selalu berpikir agar ia tidak masuk dalam perangkap setan. Seyogyanya, setiap manusia belajar terhadap sikap setan ketika Allah baru saja menciptakan Nabi Adam. Yang mana saat itu, iblis sangat membanggakan, menyombongkan derajatnya dan ia merasa lebih baik dari Adam. Sampai iblis mengucapkan;

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

Artinya; “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. al-A’raf:12).

Baca Juga: Pengen Kaya? Jangan Meninggalkan Sholat dengan Dalih Bekerja

Iblis menyikapi penciptaan adam tidak dari sudut pandang hikmah, kemudian ia memutuskan untuk mengambil sikap sombong dan angkuh di hadapan Allah. Sampai iblis mengatakan ‘Saya lebih baik daripadanya.’ Kemudian ia tidak mau bersujud, berimbas pada turunnya derajat iblis dan yang pantas didapatkannya adalah laknat dan siksa.

Semoga kita semua selalu dijaga oleh Allah SWT dari perangkap setan.

Baca Juga: Menyempurnakan Iman dengan Menjaga Kebersihan

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses