HomePojok LirboyoSeratus Hari Kiai Aziz

Seratus Hari Kiai Aziz

0 1 likes 1.2K views share

LirboyoNet, Kediri – Peringatan seratus hari almaghfurlah KH. M. Abdul Aziz Manshur dilaksanakan Selasa kemarin, (15/03). KH. Abdul Hamid Abdul Qadir (Pengasuh Ponpes Maunah Sari Kediri) memimpin jamaah untuk membaca tawassul dan surat Yasin. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh KH. A. Habibulloh Zaini (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri).

Acara berlangsung sederhana di ndalem almaghfurlah, layaknya hari-hari yang pernah dijalani beliau. Masyarakat sekitar hadir pula menemani segenap dzuriyah PP. Tarbiyatun Nasyi-ien Paculgowang Jombang dan Ponpes Lirboyo Kediri, dan beberapa masyayikh dari Jombang, Kediri, dan kota lain.

Turut hadir dalam acara ini para politisi PKB dan pejabat pemerintah. Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding ikut memberikan sambutan. “Jasa kiai Aziz sangat besar bagi PKB. Semoga kami, santri dan keluarga dapat meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh beliau,” ujar beliau.

Sebelumnya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus memberikan sambutan atas nama keluarga. “Mayit itu laksana orang yang tenggelam.” “Mereka membutuhkan doa dari saudaranya,” terang beliau. “Tanda orang baik hidupnya bermanfaat. Orang berilmu hidupnya bermanfaat, matipun bermanfaat. Apa yang telah diperjuangkan oleh KH. M. A. Aziz Manshur semoga tetap dijaga oleh Allah. Dan semoga santri dan keluarga beliau khususnya Gus Shobih (HM. Shobih Al-Muayyad) diberi kekuatan utuk mengemban amanah beliau,” harap Yai Kafa di akhir sambutannya.

Kemudian, KH. Abdul Ghofur diminta untuk memberikan mauidhoh hasanah. Beliau adalah pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan, sekaligus teman seperjuangan KH. A. Aziz Manshur dalam beberapa hal. Diantaranya, menjadi pimpinan agrobisnis pertanian pondok pesantren se-Indonesia. “Yai Aziz niku sampun jangkep amale (sudah lengkap amalnya). Beliau punya pondok pesantren, santri yang banyak, dan keturunan shalih yang mendoakan beliau,” kenang beliau.

Dalam kesempatan ini, Yai Ghofur berpesan, “Jangan henti-henti berdoa. Gusti Allah senang jika ada yang berdoa. Allah sudah menantang kita ‘mintalah padaku, Aku turuti semuanya’. Allah tidak bakal mengkhianati janji-Nya.”][