HomePojok LirboyoShalat Gerhana Bulan

Shalat Gerhana Bulan

0 1 likes 144 views share

Lirboyonet – Kediri, Fenomena alam super blue blood moon malam tadi (31/01/18) merupakan fenomena langka sebab hal tersebut bisa terjadi kembali bisa membutuhkan waktu yang sangat lama juga pada saat gerhana terjadi posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, yakni sekitar 360.000 KM. hal ini akan membuat bulan tampak lebih besar dan lebih terang. karena itu orang – orang beramai – ramai mengabadikan momen langka itu.

Sedangkan di Pondok Pesantren Lirboyo sendiri mengabadikan momen tersebut dengan melaksanakan shalat sunnah gerhana bulan di Masjid Ponpes Lirboyo, dengan di imami oleh KH. Abdul Kholiq Ridlwan, jama’ah yang memenuhi masjid adalah santri-santri Ibtida’.

Gerhana adalah tanda-tanda alam, tapi kita masih terlena. hal ini meerupakan salah satu tanda kekuasaan Allah. Kisah sayyidina Ibrahim putra nabi yang wafat pada saat gerhana matahari, masyarakat Madinah waktu itu menyangka gerhana terjadi karena wafatnya. Rasulullah naik ke mimbar

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَيَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ , فَإِذَا رَأَيْتُهُمَا فَصَلُّوا

 Artinya : “sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda – tanda Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat gerhana,” (Shahih Bukhari, 1042)

Dawuh KH. Abdul Kholiq Ridlwan dalam khutbah shalat sunnah gerhana bulan.