1,797 views

Niat, Syarat, dan Pelaksanaan Shalat Jama & Qashar

Niat, Syarat, dan Pelaksanaan Shalat Jama’-Qashar | Ketika melakukan perjalanan, seseorang akan sangat akrab dengan rasa lelah, gelisah, bekal yang habis atau bahkan dikejar waktu. Namun demikian bukan berarti kewajiban agama berupa shalat lima waktu bisa ditinggalkan. Agama tahu situasi-situasi seperti itu. Agama juga telah memberikan win-win solution kepada para musafir. Sehingga tujuan perjalanannya tercapai tanpa melanggar perintah syara’. Kita dikenalkan dengan istilah Jama’ dan Qashar, sebuah dispensasi (rukhshah) yang ditawarkan kepada para musafirin.

Pengertian shalat jama’

Shalat jama’ adalah shalat yang mengumpulkan 2 (dua) shalat fardu dalam satu waktu sekaligus, baik itu dilaksanakan di waktu shalat yang pertama sehingga disebut jama’ taqdim, atau pada waktu yang kedua yang disebut jama’ ta’khir. Hanya ada 2 pengumpulan waktu shalat yang diperkenankan, yakni ashar dengan dzuhur dan magrib dengan isya’.

Pengertian shalat qashar

Shalat qashar adalah shalat yang diringkas, kita tahu 2-4-4-3-4 adalah jumlah rakaat yang ada dalam shalat lima waktu sehari-semalam sesuai waktu yang ditetapkan. Nah, untuk shalat yang asalnya berjumlah 4 (empat) rakaat, agama memperkenankan seorang musafir untuk meringkasnya menjadi 2 rakaat. Tidak untuk bilangan rakaat 2 (subuh) dan 3 (magrib). Keduanya harus dilaksanakan dengan sempurna tanpa meringkas.

Hal-hal yang melatabelakangi diperkenankan menjamak dan mengqashar (meringkas) shalat diantaranya;

  • Sebab bepergian (boleh jamak dan qashar)
  • Sebab hujan (boleh jamak taqdim)
  • Sebab sakit (boleh jamak taqdim dan ta-khir)
Syarat musafir bisa mendapatkan rukhsoh melakukan jama’ dan qoshor

Syarat-syarat seorang musafir diperkenankan mengambil keringanan untuk melakukan jama’ dan qashar yakni:

(1) Perjalannya bukan bertujuan durhaka atau maksiat selain itu juga bertujuan jelas,

(2) Perjalan sudah mencapai batas minimal jarak tempuh yakni 82 KM lebih,

(3) Shalat didirikan setelas keluar dari batas daerah,

(4) Dikerjakan saat masih dalam kondisi bepergian, tidak ketika sudah masuk di daerahnnya lagi,

(5) Tidak bermakmum pada orang yang tidak mengqashar shalatnya (tam),

(6) Niat qashar dan jama’ selalu ada selama dalam pelaksanaan shalat.

Niat Shalat Qashar

أُصَلِّى فَرْضَ الظَّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhadz dzuhri rak’ataini qashran lillahi ta’ala.

Niat Shalat Jamak Taqdim
  • Shalat pertama dzuhur

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ العَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhdz dzuhri arba’a raka’atin majmu’an ilaihil ‘ashru jam’a taqdimin lillahi ta’ala.

  • Shalat kedua ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرٍ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’atin majmu’an bidzdzuhri jam’a taqdimin lillahi ta’ala.

Niat Shalat Jamak Ta’khir

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ للهِ تَعَالَى

Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’atin majmu’an ilaihil ‘ashru jam’a ta-khirin lillahi ta’ala.

أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ للهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’atin majmu’an biizhzhuhri jam’a ta-khirin lillahi ta’ala.

Niat Shalat Jamak-Qashar

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhadz dzuhri rak’ataini majmu’an ilaihil ‘ashru jam’a taqdimin qashran lillahi ta’ala.

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالْظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhadz dzuhri rak’ataini majmu’an biizhzhuhri jam’a taqdimin qashran lillahi ta’ala.

Catatan: 
  • Silakan disesuaikan sendiri untuk niat shalat di waktu dan ketentuan jama’ taqdim atau ta’khirnya.
  • Ketika memilih jamak taqdim, maka disyaratkan untuk tartib, yakni menjalankan shalat dzuhur atau magrib dulu baru kemudian ashar dan isya. Sedang untuk jama’ ta’khir tidak harus tertib, boleh mendahulukan sholat yang kedua.
  • Boleh mengqashar shalat sekaligus menjama’nya baik jama’ taqdim maupun ta’khir.

baca juga: Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan dalam Perjalanan
tonton juga: NGAJI BARENG GUS BAHA | Peran Bu Nyai dalam Meneladani Istri Rasululloh SAW

8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.