Tag Archives: akhir tahun

Khotbah Jumat: Amalan Pergantian Tahun

أَلْحَمْدُ للهِ مُنْشِئِ الْأَيَّامِ وَ الشُّهُوْرِ وَ مُفْنِي الْأَعْوَامِ وَ الدُّهُوْرِ وَ مُضَاعِفِ الثَّوَابِ لِمَنْ أَطَاعَهُ وَ الْأُجُوْر فَسُبْحَانَهُ مَنْ تُسَبِّحُهُ الْأَفْلَاقِ وَ بِتَسْخِيْرِهِ تَدُوْرُ وَ تُقَدِّسُهْ الْأَمْلَاكُ وَ لِأَمْرِهِ تَبْتَدِرُ الْمَأْمُوْر أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمٍ تَتَجَدَّدُ بِالرَّوَاحِ وَالْبُكُوْرِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَوَادِيْ وَالْحُضُوْرِ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Pada kesempatan yang mulia ini, saya menyeru pada diri saya dan hadirin sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala serta selalu berusaha menyirami iman kita dengan ibadah-ibadah yang telah digariskan-Nya.

Diantar rukun Khotbah yang tiap Jumatnya kita dengarkan adalah wasiat untuk bertakwa. Khotbah tidak dianggap jika tidak terdapat wasiat takwa di dalamnya. Apa hikmahnya sehingga setiap Jumat kita senantiasa diperdengarkan wasiat takwa? Tidak lain adalah agar kita tidak bosan dan lalai dalam urusan ketakwaan kita kepada Allah.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Setahun penuh setiap Jumatnya kita diperdengarkan wasiat takwa, semoga hal itu membekas di hati kita. Sebagaimana batu yang akan terlubangi oleh tetesan air yang terus-menerus. Dipenghujung tahun hijriah ini hendaknya kita punya inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup kita ditahun berikutnya, dan semakin giat dalam taat kepada-Nya.

Bukankah kita tidak tahu sampai kapan umur kita? Bukankah suatu saat nanti kita pasti meninggalkan dunia ini?  Dan saat itu tiba, sedetik pun kita tidak bisa menawarnya, Allah ta’ala berfirman dalam surat al-A’raf ayat 34:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka tatkala telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Demikianlah bahwa ajal tidak menunggu kita siap.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Untuk menutup tahun ini dan mengawali tahun baru dengan manfaat, ada baiknya kita mengamalkan hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Hajar dari Sayyidah Hafsah ra.; Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ أَخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّة ِوَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ، جَعَلَهُ اللهُ كَفَارَةَ خَمْسِيْنَ سَنَةً. وَصَوْم يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ بِصَوْمِ ثَلَاثِيْنَ يَوْمًا

Barang siapa berpuasa di hari terakhir bulan zulhijah dan hari pertama bulan Muharram, maka Allah swt. akan menjadikannya sebagai pelebur dosa selama lima puluh tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharram sama dengan puasa tiga puluh hari di bulan lainnya.”

Dengan mengamalkan hadis di atas, semoga saja memberi keberkahan kepada kita untuk mengarungi tahun berikutnya dengan penuh manfaat dan amal kebaikan.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

Promo Akhir Tahun

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Admin yang terhormat, sudah kita ketahui bersama bahwa menjelang libur natal dan akhir tahun seperti saat ini merupakan kesempatan emas bagi para pelaku usaha untuk memikat para konsumen. Salah satu strategi pemasaran yang dirasa pas untuk momentum tersebut adalah dengan menggelar diskon (potongan harga) besar-besaran. Berbagai pusat perbelanjaan, supermarket, swalayan, bahkan Online shopping tak melewatkan kesempatan emas ini.

Keadaan tersebut menimbulkan pertanyaan, bagaimana hukum menggelar diskon pada momen natal dan akhir tahun?. Apakah tergolong merayakan hari raya non muslim?. Terimakasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Imamatul H, -Surabaya.

_____

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Momentum natal dan tahun baru merupakan kesempatan berharga bagi para pelaku usaha untuk mendongkrak penjualan dengan menggelar berbagai macam strategi, salah satunya yang sering kita temui adalah memotong harga penjualan atau yang sering disebut diskon.

Menanggapi hal tersebut, syariat membaginya ke dalam tiga perincian:

Pertama, jika komoditas barang yang dijual berhubungan dengan syiar non muslim, maka hurumnya haram. Bahkan dapat berakibat kufur apabila memiliki tujuan berpartisipasi dalam merayakan hari raya mereka.

Kedua, jika komoditas barang yang dijual tidak berhubungan dengan syiar non muslim namun memiliki motif menyemarakkan hari raya mereka, maka hukumnya haram.

Ketiga, jika komoditas barang yang dijual tidak berhubungan dengan syiar non muslim dan tidak ada tujuan sebagaimana di atas, maka diperbolehkan.

Dari tiga perincin tersebut, sudah dapat diketahui bagaimana sikap syariat yang disesuaikan dengan tujuan, praktek, dan dampak yang dihasilkan oleh kegiatan pelaku usaha tersebut. Keterangan tersebut sesuai dengan penjelasan Ibnu Hajar Al-Haitamy dalam kitabnya, Al-Fatawa Al-Fiqhiyah Al-Kubro, yang mengutip pendapat Ibnu Al-Haj.

Yang perlu digarisbawahi, diskon pada dasarnya bukan hanya ada saat natal dan akhir tahun. Momentum-momentum hari besar Islam seperti hari raya Idul Fitri atau hari kemerdekaan juga sering dijumpai diskon. Dari sini sudah jelas bahwa hal tersebut bukanlah syiar hari raya non muslim.

Adapun hukum membeli bagi para masyarakat yang menjadi konsumen dalam momentum tersebut dapat diperbolehkan selama tidak ada tujuan mengagungkan hari raya non muslim atau rela dengan kekufuran mereka.[] waAllahu a’lam

 

Referensi:

Tafsir Al-Munir, I/94, Maktabah Syamilah.

Al-Fatawa Al-Fiqhiyah Al-Kubro, IV/239, cet. Darul Fikr.

Is’adur Rofiq, II/50, cet. Al-Hidayah.

 

Muhasabah di Akhir Hijriyah

LirboyoNet, Kediri – “Momentum awal tahun ini, mari kita gunakan untuk introspeksi diri, untuk muhasabah. Semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.” Demikian sepetik mutiara yang disampaikan oleh KH. M. Anwar Iskandar dalam acara akbar, istighosah dan doa awal tahun di Masjid Agung Kota Kediri Rabu kemarin (20/09). Lebih lanjut beliau mengingatkan akan jasa Nahdhatul Ulama dalam membangun harkat dan martabat bangsa ini. Sebab, untuk alasan itu jugalah kenapa Nahdhatul Ulama berdiri. “(Salah satu tujuan NU didirikan) untuk mempertahankan bangsa. Jika dulu, masih dalam era penjajahan, maka untuk mengusir para penjajah,” tandas Gus War.

Istighosah dan doa bersama ini sudah menjadi agenda tahunan. Dan tiap tahunnya, ribuan santri Lirboyo “turun gunung” meramaikan acara ini. Mereka tumpah beserta ribuan jamaah lain yang juga turut hadir dari berbagai wilayah di kota Kediri. Acara yang dihadiri oleh para ulama dan umara (jajaran pemerintah) ini dimulai dengan lantunan khidmat baris demi baris bacaan istighosah. Dipimpin oleh KH. Abdul Hamid Abdul Qodir, pengasuh Pondok Pesantren Maunah Sari, yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Kediri.

Drs. H. Saifullah Yusuf, selaku wakil gubernur Jawa Timur juga turut andil memberikan sambutan singkat. Beliau mengingatkan para jamaah untuk bisa menangkap esensi dari acara istighosah dan doa bersama yang digelar tiap tahun ini. “Kita kumpul di sini, diajak beristighasah. Dengan kata lain, mari kita jadikan Allah sebagai penolong kita. Kalau sudah Allah yang menolong, barang yang mustahil akan terjadi,” beber tokoh yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Acara malam kemarin diakhiri dengan untaian doa akhir tahun yang dipimpin oleh KH. M. Anwar Manshur, selaku Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Setiap insan memiliki harapan yang sama, semoga tahun baru ini menjadi tahun yang lebih baik. Bukan hanya dalam hal materi, tapi yang lebih penting adalah dalam urusan bertambahnya ibadah kepada Sang Pemberi Materi./-