Tag Archives: akhirat

Khutbah Jumat: Alam Permulaan Perjalanan Akhirat

اَلحَمدُ لِلهِ عَلَا وَقَهَرَ.وَعَزَّ وَاقْتَدَرَ. فَسُبحَانَهُ مِن إلهٍ عَظِيمٍ لَا يُمَاثَلُ وَلَا يُضَاهَا وَلَا يُدرِكُهُ بَصَرَ. أَحمَدُهُ سُبحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ مَا اختَفَى مِنهَا وَمَا ظَهَرَ. وَأَشكُرُهُ  وَلَم يَزَل سُبحَانَهُ يُولِي إِحسَانَهُ مَن شَكَر. وَأشهَدُ أن لَا إِلَاه إِلَّا اللهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ عَلَى رَغمِ أَنفِ مَن جَحَدَ بِهِ وَكَفَر. شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَومٍ لَا مَلجَأَ فِيهِ وَلَا وَزَر.  وَأَشهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبدُهُ  وَرَسُولُهُ سَيِّدُ البَشَر. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى عَبدِكَ وَرَسُولِكَ محمدٍ الَّذِي قَرَّرَ قَوَاعِدَ الإِسلَامِ حَتَّى استَقَرّ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ السَّادَةِ الغُرَر. الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ فَمَا وَهِيَ عَزمُ أحَدِهِم وَلَا فَتَر. (أَمَّا بَعدُ) فَيَا أَيُّهَا النَّاس اتَّقُوا اللهَ تَعَالى كَمَا أَمَر. وَاترُكُوا الفَوَاحِشَ مَا بَطَنَ مِنهَا وَمَاظَهَر.

            Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah…

            Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Perlu kita sadari bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi.

            Bukankah kita sering menyaksikan bagaimana kematian telah memaksa banyak orang meninggalkan orang-orang yang dikasihinya, jabatannya, harta yang dihimpunnya dengan jerih payah, lalu melemparkannya pada ruang sempit yang kita sebut sebagai liang lahat. Kita juga melihat bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang angkuh dan melampaui batas, orang-orang yang tidak mau beriman dan justru mengajak pada kekufuran, lalu dengan tiba-tiba maut datang menghampiri mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lalai, sehingga mati dalam su’ul khatimah dan membawa segala dosa yang telah diperbuat. Dan terhadap kenyataan itu, kita tentu sadar bahwa cepat atau lambat pasti akan menyusul mereka.

            Hadirin yang berbahagia…

            Perlu kita ketahui bahwa perjalanan hidup di dunia tidaklah sama dengan kehidupan akhirat. Awal dari persinggahan akhirat adalah alam kubur yang sangat mendebarkan. Jika kita selamat dari siksanya, maka perjalanan setelahnya akan lebih mudah bagi kita. Sebaliknya, jika kita tidak selamat darinya, maka perjalanan setelahnya akan semakin sulit. Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّ القَبرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِن نَجَا مِنهُ فَمَا بَعدَهُ  أيسَرُ  مِنهُ وَإِن لَم يَنجُ مِنهُ فَمَا بَعدَهُ أَشَدُّ مِنهُ

Artinya: “Sesungguhnya kubur adalah awal perjalanan akhirat. Maka jika seseorang selamat darinya maka perjalanan setelahnya akan lebih mudah. Dan jika seseorang tidak selamat darinya, maka perjalanan setelahnya akan lebih sulit.” (H.R. Turmudz)

            Hadirin rahimakumullah…

            Kemudian setelah itu adalah hari yang lebih pahit, yaitu hari ketika para Malaikat mengajak para makhluk pada sesuatu yang sangat sulit, yaitu hari kebangkitan dari alam kubur. Pandangan para makhluk akan tunduk, mereka akan keluar dari liang lahatnya bagaikan belalang yang berterbangan.

            Pada hari itu, orang-orang kafir akan berkata, “Ini adalah hari yang sulit.” Sedangkan tempat bagi orang-orang yang berbuat dosa adalah Neraka Saqar. Allah Swt. berfirman:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ . يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Rasakanlah sentuhan api neraka!’” (Qs. Al-Qamar: 47-48)

          Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah…

          Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa dari jatah usia kita dengan berupaya keras meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt. Melakukan amal saleh sebanyak mungkin sebagai bekal untuk menghadapi perjalanan panjang menuju akhirat. Sebelum semuanya menjadi terlambat dan penyesalan kemudian menjadi tidak berguna. Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah Swt. Agar selalu di jalan-Nya. Aamiin…

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ. وَلَو تَرَى إِذ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيتَنَا نُرَدُّ وَلَانُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ المُؤمِنِينَ. بَل بَدَا لَهُم مَّا  كَانُوا يُخفُونَ مِن قَبلُ وَلَو رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنهُ وَإنَّهُم لَكَاذِبُون. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِي القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُم بِالآيَاتِ وَالذِّكرِ الحَكِيمِ إنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر

Khutbah Jumat yang lain:
Prasangka Baik Kunci Keharmonisan

Khotbah Jumat: Sejenak Merenungi Akhirat

اَلْحَمْدُ لِلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَاهِر. الْمَلِكِ الْسُلْطَانِ الْقَادِر. فَسُبْحَانَهُ مِنْ إلهٍ أَوْجَدَ الْمَخْلُوْقِيْنَ بِقُدْرَتِهِ وَدَبَّرَهُمْ بِحِكْمَتِهِ وَهُوَ لِأَقْوَالِهِمْ سَامِعٌ وَإِلَيْهِمْ نَاظِر. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى مَا أَوْلَاهُ مِنْ بِرِّهِ وَإِحْسَانِهِ الْمُتَظَاهِر. وَأَشْكُرُهُ وَقَدْ وَعَدَ بِالْمَزِيْدِ لِلشَّاكِر. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَلَاضِدَّ وَلَانِدَّ وَلَامُعِيْنَ وَلَامُظَاهِر. شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمٍ لَاتَنْفَعُ فِيْهِ الْأَمْوَالُ وَلَاالْعَشَائِر. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُطَهَّرُ الطَّاهِر. الْمُصْطَفَى مِنْ زَكِيِّ الْعَنَاصِر. الْمُؤَيَّدُ بِالْآيَاتِ الْمُعْجِزَاتِ وَالْبَصَائِر. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى  عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْفَضَائِلِ وَالْمَفَاخِر. (أَمَّا بَعْدُ)  فَيَآ أَيَّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْمَلُوا لِيَوْمٍ تَتَصَدَّعُ فِيْهِ الْمَرَائِر. وَتَنْكَشِفُ فِيْهِ السَّرَائِر .

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah …

Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT serta beramal kebaikan sebagai bekal kita menghadapi hari dimana dunia ini akan terbelah tanpa menyisakan apa pun. Hari dimana semua tabir rahasia terbuka dan semua dosa akan dihitung, baik yang kecil maupun yang besar. Hari dimana tampak jelas apa-apa yang telah di sembunyikan di dalam hati. Sebagaimana firman Allah SWT

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. al-Hâqqoh: 18)

Hari dimana bencana menyelimuti orang-orang yang berbuat dosa dan dikibarkannya bendera-bendera kehinaan bagi setiap orang yang melanggar janji. Hari ditegakkannya timbangan dan dibukanya buku catatan amal. Maka setiap hamba akan mendapati segala sesuatu yang telah ia kerjakan. Ada kalanya orang yang mengambil buku catatan dengan tangan kanan, dan ada pula yang mengambil dengan tangan kiri. Sungguh kerugian besar bagi orang-orang yang berbuat aniaya dan pendusta. Dan keberuntungan bagi orang-orang yang mengikuti perintah Allah SWT  dan Rasul-Nya yakni orang-orang yang yang beriman dan beramal saleh, karena mereka berada di dalam surga yang abadi. Allah SWT berfirman:

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ◌فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ.

“Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.” (QS. ar-Rum: 14-15)

Hadirin Rahimakumullah…

Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Karena ketakwaan kita akan menjadi perantara dan tabungan yang bermanfaat bagi kita semua. Jangan sampai kita menjadi golongan orang-orang yang mengganti nikmat-nikmat Allah SWT dengan kekufuran dan tidak mempedulikan terhadap apa yang akan ia hadapi. Tidakkah kita ingat ancaman Allah SWT terhadap orang-orang yang mengganti nikmat-Nya dengan kekufuran. Allah SWT berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ ◌ جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ibrôhîm: 27-29)

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَآئِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا. اقْرَأْ كَتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ إِنَّهُ تَعَالَى جَوّاَدٌكَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَّحِيْم.

Berbekal Pesan Rasulullah Saw.

Dunia adalah arena kehidupan fana yang bersifat sementara. Agama Islam mengistilahkan kehidupan sebagai Darul ‘Amal, tempat untuk mengerjakan amal kebaikan sebagai persiapan untuk kehidupan selanjutnya, yakni akhirat. Karena kehidupan sejati yang kekal adalah kehidupan setelah kematian itu sendiri. Karena alasan itu, suatu hari Rasulullah saw. pernah berbincang-bincang dengan salah satu sahabatnya, yaitu Abu Dzarrin ra.

Ketika hendak melakukan perjalanan, apakah engkau menyiapkan segala keperluannya?” Rasulullah saw. memulai perbincangannya dengan sahabat Abu Dzarrin ra.

Iya, benar Rasulullah” jawab Abu Dzarrin singkat.

Bagaimana apabila perjalanan itu adalah perjalanan menuju kehidupan akhirat. Bukankah aku pernah memberitahu dirimu mengenai suatu hal yang bermanfaat bagimu di hari (akhirat) tersebut, Wahai Abu Dzarrin” kata Rasulullah saw.

Benar Rasulullah. Demi ayah dan ibuku, kau telah mengajarkan hal itu.” jawab Abu Dzarrin membenarkan.

“(Yaitu) berpuasalah ketika panas di siang hari menyengat untuk bekal di alam kubur, salatlah di antara kegelapan malam untuk menghilangkan kegelisahan di alam kubur, tunaikanlah haji untuk bekal urusan (akhirat) yang begitu agung, bersedekahlah kepada orang miskin, atau dengan mengucapkanlah perkataan yang benar dan menjauhi perkataan yang buruk.” terang Rasulullah saw.

_____________________________

Disarikan dari kitab Salalim Al-Fudhala’ hal. 152, karya Syekh Muhammad Nawawi Banten