Tag Archives: banser

Daurah Ilmiyah li Ma’ahid al-Islamiyah Indonesia) bersama Syekh ‘Awadl al-Karim Ustman al-Aqli dari Sudan di Pon Pes Lirboyo

LirboyoNet, Kediri—kamis malam jum’at (29/11/2018) kemarin satu minggu setelah selesainya agenda liburan tengah tahun Pondok Pesantren Lirboyo, DAIMI (Daurah Ilmiyah li Ma’ahid al-Islamiyah Indonesia) bersama Syekh ‘Awadl al-Karim Ustman al-Aqli dari Sudan mengadakan pengajian sekaligus ijazahan kitab عقد الجوهر الثمين في أربعين حديثا من أحاديث سيد المرسلين Di Pondok Pesantren Lirboyo. Sebelumnya Syekh ‘Awadl beserta rombongan silaturohim terlebih dahulu di kediaman KH. M Anwar Manshur.

Acara yang diselenggarakan di Aula Muktamar Lirboyo ini juga turut di hadiri oleh para Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo diantaranya KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, KH. An’im Falahuddin Mahrus, KH. AHS Zamzami Mahrus, KH. Atho’ilah Sholahuddin Anwar dan para dzuriyah Lirboyo yang lain.

Acara pun dimulai sejak setelah sholat ‘Isya dan diawali dengan pembacaan sholawat oleh grup rebana Pondok  Pesantren Lirboyo. Lantunan sholawat pun semakin merdu dibacakan oleh para santri ketika menyambut kehadiran Syekh ‘Awadl di Aula Muktamar. Dalam pengajiannya Syekh ‘Awadl membacakan dan sedikit menjelaskan isi kitab sembari sesekali diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh santri beliau. Di akhir pengajian Syekh ‘Awadl juga memberikan sanad hadist Musalsal Mushofahah bahwasanya “barangsiapa yang pernah bersalaman denganku, atau bersalaman dengan orang yang pernah bersalaman denganku maka masuk surga” dan beliau pun langsung mempraktekan dengan bersalaman dengan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus begitu juga seterusnya.

Allah Pamerkan Umat Muhammad kepada Nabi Musa

Diriwayatkan dari Akhbar Ra. Beliau berkata; “aku membaca sepotong keterangan yang diwahyukan kepada Nabi Musa As.”wahai Musa, ada dua rakaat yang dijalankan oleh Muhammad dan umatnya, yakni salat subuh, seorang yang salat pada dua rakaat ini Aku akan mengampuni seluruh dosa yang ia lakukan disiang maupun malah hari, menjadi tanggunganku” firman Allah Swt. Kepada Musa As.

“Musa, empat rakaat yang dijalankan oleh Muhammad dan umatnya, yakni salat duhur. Pada rakaat pertama aku memberi mereka ampunan. Dirakaat kedua aku memberi mereka timbangan amal baik yang paling berat.

“Dirakaat ketiga aku memasrahkan para malaikat yang akan bertasbih dan memohon ampunan bagi mereka. dirakaat keempat aku akan membukakan pintu-pintu langit bagi mereka, bidadari memandangi mereka dari atas”

“Musa, empat rakaat yang dijalankan oleh Muhammad dan umatnya, yakni salat ashar, tiada satupun malaikat yang ada dimuka bumi dan penjuru langit kecuali memintakan ampun bagi mereka, dan orang yang dimintakan ampun oleh malaikat, aku takkan pernah menyiksanya.”

“Musa, tiga rakaat yang dijalankan oleh Muhammad dan umatnya kala mentari terbenam, aku akan membukakan pintu-pintu langit bagi mereka , mereka tidak meminta apapun tentang kebutuhannya kecuali akan aku kabulkan.”

“Musa, empat rakaat yang dijalankan oleh Muhammad dan umatnya saat mega merah hilang, yang mana salat ini lebih baik bagi mereka daripada dunia dan seisinya, mereka keluar dari salatnya dengan keadaan bersih dari dosa layaknya dimana ibunya melahirkannya”

“Musa, Muhammad dan umatnya berwudu seperti yang telah aku perintahkan, aku memberi mereka surga pada setiap tetes dari wudunya, surga yang luasnya laksanya luas jagat raya ini.”

“Musa, Muhammad dan umatnya berpuasa sebulan penuh disetiap tahunnya dibulan ramadan, setiap sehari puasa aku akan memberi mereka satu kota megah di surga, aku juga memberi mereka pahala setiap ibadah sunah yang mereka lakukan dibulan itu dengan pahalanya ibadah fardu. Aku juga menjadikan satu malam dibulan itu malam lailatul qadar, siapa yang meminta ampuna waktu itu penuh penyesalan dan membenarkan dengan hatinya, apabila ia mati dimalam itu atau dibulan itu, aku akan memberinya pahala seorang syahid dengan kelipatan tiga puluh”

“Musa, pada umat Muhammad ada sekelompok orang yang mendirikan sebuah kemuliaan, mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selai allah, maka balasan bagi mereka dengan sebab itu adalah balasan yang sama yang diberikan kepada para nabi, rahmatku atas mereka adalah sebuah kepastian, murkaku kepada mereka adalah sebuah ketiadaan, tiada pernah aku menghalangi pintu taubat pada seorangpun dari mereka selagi mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah” [ABNA]

 

______________

dikutip dari kitab at-Tanbih al-ghafiliin

Istri yang Paling Sabar

Abu al-Hasan al-Madaini pernah bercerita:

Imran bin Hatthan dikenal sebagai seorang laki-laki yang berwajah jelek dengan postur tubuh pendek. Namun ia memiliki istri yang cantik rupawan.

Pada suatu hari, Imran bin Hatthan masuk ke dalam rumahnya. Sang istri pun menyambut dengan mesra. Pada saat itu, sang istri berhias sehingga kecantikan semakin terlihat dari dirinya. Imran bin Hatthan melihatnya dengan sangat takjub, begitu kagum dengan kecantikan sang istri. Hingga ia tertegun dalam waktu yang lama.

Melihat hal itu, sang istri pun bertanya, “Ada denganmu?”

Pagi ini, sungguh demi Allah!, engkau sangat cantik” jawab Imran bin Hatthan.

Berbahagialah, sebab aku dan kamu akan masuk surga.” balas sang istri.

Mengapa bisa begitu?” tanya Imran bin Hatthan.

Sebab engkau telah diberi anugerah istri seperti aku, engkau pun menjadi orang yang bersyukur. Sementara aku diberi ujian dengan laki-laki seperti engkau, aku pun dapat bersabar. Orang yang bersabar dan bersyukur akan masuk surga.” jawab sang istri.

 

___________________

Disarikan dari kitab Syihabuddin Muhammad bin Ahmad bin Abi al-Fath al-Absyihi yang berjudul Al-Mustathraf fi Kulli Fan Matadhraf, vol. 2, hal. 201

Apel Kebangsaan Banser Meneguhkan Kedaulatan Bangsa

LirboyoNet, Kediri—Dalam rangka hari lahir Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-83, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur memperingatinya dengan melakukan Kirab Kebangsaan. Kirab ini adalah bentuk napak tilas Banser akan pergerakan Ansor, di mana Ansor dilahirkan di Banyuwangi, tepat saat diselenggarakan Muktamar NU ke-9, pada 10 Muharram 1353 H./24 April 1934 M. Kirab yang dimulai dari Banyuwangi sejak beberapa hari lalu, diakhiri pada Sabtu, (20/05) kemarin di lapangan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Apel Kebangsaan ini diikuti oleh tidak kurang dari 10.000 anggota Banser se-Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai daerah, baik se-karesidenan Kediri, hingga kota dan kabupaten lain di Jawa Timur. Mereka yang datang itu terdiri dari beberapa elemen Banser. Antara lain, Detasemen Khusus Asmaul Husna 99 (Densus 99), Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas), hingga Banser Maritim (Baritim).

Dalam amanatnya, Dr. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa apel ini berguna untuk merefleksikan diri pada perjuangan ulama terdahulu. Dengan begitu, makna kemerdekaan yang telah diraih akan bergelora di batin para nahdliyin, khususnya anggota Banser. “Kita patut berterima kasih kepada para ulama. Mereka telah bersusah payah membangun dan mendidik kita ilmu agama, disertai balutan nilai-nilai kebangsaan.”

Lebih dari itu, ia memuji peran Banser bagi kedaulatan negara Indonesia. “Banser telah mampu membuktikan diri dalam menjaga keutuhan NKRI dengan berbagai kegiatannya yang positif,” tukas pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Dalam Orasi Kebangsaan, satu sesi setelahnya, Ketua Umum GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas memberi peringatan yang tegas bagi siapapun yang berusaha mengganggu kedaulatan NKRI. “Ansor tidak sepakat dengan HTI, terutama dalam konsep bernegara dan berbangsa. Ansor membela sungguh-sungguh keutuhan bangsa Indonesia.” “Sahabat-sahabat,” sapanya kepada para hadirin, “negara ini didirikan oleh para ulama dan kiai-kiai panutan kita. Jika ada yang mengatakan negara ini negara thoghut, negara kafir, ini sama saja menginjak harga diri kita. Jika ada yang ingin mengacaukan bangsa Indonesia, apa yang kita lakukan?” sontak hadirin berteriak, “Lawan!”.

Tentu, Gus Yaqut meneruskan, perlawanan kita harus patuh pada aturan hukum. “Tetaplah dalam satu komando. Jangan terprovokasi oleh adu domba yang dilancarkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab.”

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut juga menginstruksikan kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser, untuk mengenakan atribut Ansor dan Banser dalam berbagai kegiatan keagamaan, terutama dalam segala bentuk kegiatan dalam bulan Ramadan. “Ini sebagai bukti bahwa Banser tidak lupa terhadap masjid, mushola, langgar, dan kiai sebagai pondasi dalam memperoleh ilmu agama.”

Turut hadir dalam Apel Kebangsaan ini segenap pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, yakni KH. M. Anwar Manshur, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Juga terlibat dalam apel ini, KH. M. Anwar Iskandar selaku Wakil Rois Syuriah PWNU, Kapolda Jawa Timur  Irjen Pol Machfud Arifin, Walikota Kediri Abdulloh Abu Bakar, dan tokoh-tokoh kebangsaan lain.