Khotbah Jumat: Hal-Hal Yang Memicu Gibah

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ…

Lanjutkan

Mencium Tangan Guru, Syirik?

Dalam sebuah majelis, seorang pemuda memberanikan diri bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz, “Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak-balik?” Habib Umar hanya diam. Pemuda itu kemudian menuduhnya, “Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?” Habib Umar masih diam. “Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama mahkluk? tidakkah hanya Allah lah yang layak…

Lanjutkan