Tag Archives: Guru Bantu

Pelepasan Guru Bantu Pondok Pesantren Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- Rabu 20 Syawal 1439 H./ 4 Juli 2018 M. Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan acara pelepasan guru bantu yang ditugaskan ke berbagai pondok-pondok dan madrasah diberbagai daerah, ada 170 santri yang menjalankan tugas khidmah termasuk diantaranya ada 4 santri yang menjadi guru bantu di malaysia.

Khidmah menjadi guru bantu adalah salah satu program Ma’had Aly PP. Lirboyo yang wajib dilaksanakan oleh Maha santri yang sudah memasuki jenjang semester tujuh.

Diantara pesan-pesan K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus kepada para guru bantu adalah “Agar diniati ikhlas dalam berkhidmah” beliau juga berpesan agar senantiasa melakukan perbuatan yang melegakan pihak setempat.

Beliau juga berpesan kepada pihak peminta guru bantu agar membuat kerasan (betah) para guru bantu.

Acara ditutup dengan do’a oleh beliau lalu mempertemukan pihak pemohon dengan para guru bantu yang sudah ditentukan.

Pemulangan Guru Bantu

Lirboyonet, Kediri – Lembaga Ittihadul Mubalighin telah menetapkan tanggal kepulangan dari setiap guru bantu yang telah ditugaskan di tempat masing-masing, dengan ini masa khidmah selama setahun telah dinyatakan usai.

Untuk itu LIM menghimbau kedatangan para guru bantu pada tanggal 25 April 2018 di Kantor Aula AL- Muktamar jam 14.00 Wib dalam acara Pemulangan Guru Bantu.

Surat bisa dilihat di sini

 

Pemberangkatan Guru Bantu

Lirboyonet, Kediri- Pemberangkatan delegasi guru bantu Pondok Pesantren Lirboyo terlaksana Jumat, (14/07) kemarin. Ratusan purna siswa Kadrasah Hidayatul Mubtadi-ien tahun 2017 itu berkumpul terlebih dahulu di gedung Lajnah Bahtsul Masail (LBM) sejak sehabis shalat jumat. Mereka berkumpul untuk menunggu para perwakilan yayasan pendidikan yang telah mengajukan permohonan guru bantu kepada Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) ponpes Lirboyo. Total, ada 97 yayasan yang permohonannya diterima oleh LIM, sehingga kemudian berhak mendapatkan guru bantu. Akan tetapi pembagian guru bantu tidak begitu saja disamaratakan. Sebagian yayasan mendapat dua-tiga guru bantu. Ada beberapa yang hanya mendapat satu guru bantu, tergantung seberapa kebutuhan yaysan akan tenaga pendidik. Program guru bantu ini baru masuk tahun kedua sejak diresmikan. “karenanya, kami memohon maaf jika ada kekurangan kami dalam melayani permohonan, baik itu dari administrrasi, dan lain sebagainya. Kami terus berbenah demi kemajuan program ini,” pinta Agus Zulfa Ladai Robbi, salah satu pengurus LIM pusat.

Perlu diketahui terlrbih dahulu, program guru bantu ini adalah salah satu rangkaian dari program wajib khidmah yang dicanangkan Pondok Pesantren Lirboyo. Target wajib khidmah adalah para santri yang baru menamatkan sekolah madrasah di MHM. Untuk tahun ini, dari tital 448 siswa, ada 150 santri yang diberangkatkan khusus ke luar pesantren untuk menjalani program guru bantu ini.

Berikut jumlah lengkap pembagian santri di tiap daerah :

Kediri – 17 Santri

Jawa Timu – 51

Madura – 30

Jawa Tengah – 16

Jawa Barat – 18

Luar Jawa – 18

Semoga mereka dapat menunaikan amanat ini dengan baik. Amin.][

Permohonan Guru Bantu Resmi Dibuka

LirboyoNet, Kediri—Setelah diresmikan pada tahun lalu, program Guru Bantu Pondok Pesantren Lirboyo mendapat apresiasi cukup hangat di kalangan para pemohon. Pada bulan Syawal lalu, yakni pemberangkatan perdana program ini, ada sekitar 130 santri yang disebar di penjuru negeri. Dari sekitar Kediri sendiri, hingga provinsi paling utara Indonesia, Aceh. Mereka dirasa memenuhi kebutuhan para pemohon, baik menjadi guru di pesantren, instansi pendidikan formal, maupun lembaga pendidikan lain.

Seperti diketahui sebelumnya, program ini bermula dari kebutuhan lembaga pendidikan di banyak daerah akan tenaga ajar. Dengan adanya santri yang diterjunkan ke berbagai daerah itu, diharapkan kebutuhan tenaga ajar dapat teratasi.

Karena dinilai mendapat sambutan yang baik, program ini dibuka kembali tahun ini. Bagi para pengampu yayasan pendidikan ataupun lembaga lain yang menginginkan guru bantu, Ponpes Lirboyo telah membuka pintu untuk mendaftarkan yayasannya sebagai penerima guru bantu.

Sesuai dengan amanah masyayikh, program ini sebenarnya bukan hanya bermanfaat bagi para yayasan penerima guru bantu. Hal yang juga menjadi harapan masyayikh adalah program ini bisa melatih santri untuk berkhidmah di tengah masyarakat. Selain itu, mereka juga dituntut untuk bisa memaksimalkan potensi diri mereka, sehingga ketika benar-benar pulang ke tempat tinggalnya kelak, mereka akan dapat bergumul di lingkungan masyarakat dengan baik.

Tentu, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah yayasan sebelum permohonannya bisa diterima. Diantaranya, mengajukan surat permohonan resmi, yakni berlogo, berstempel, dan bertanda tangan pengasuh lembaga.  Selain itu, juga wajib melengkapi profil lembaga, seperti daftar pelajaran yang akan diajarkan guru bantu, jumlah santri, dan beberapa hal-lain.

Bagi para pemohon, keterangan teknis, formulir pendaftaran dan lainnya bisa didownload di sini.

Lirboyo Membuka Program Guru Bantu

LirboyoNet, Kediri – LIM (Lembaga Itthadul Mubalighin) yang dideklarasikan pada tanggal 12 Pebruari 2003 adalah salah satu badan otonom yang dimiliki Pondok Pesantren Lirboyo untuk menindak lanjuti apa yang dipetuahkan Almaghfurlah Romo Kiai Idris pada waktu itu. Tepatnya pada bulan Syawal tahun 2002, beberapa santri Lirboyo asal Kediri bersilaturahmi ke kediaman beliau untuk meminta doa. Saat itu mereka diperintah oleh Almaghfurlah untuk membuat kegiatan semacam kuliah kerja nyatanya para mahasiswa (KKN) di akhir masa studi mereka. Mereka diberi amanat untuk berdakwah ditengah-tengah masyarakat Kediri yang berlokasi di sekitar daerah-daerah pegunungan, yang notabene pengetahuan agamanya masih minim. Alasan yang paling mendasar dari apa yang diinstruksikan beliau adalah agar para santri mengetahui dan belajar tentang ilmu kemasyarakatan, dan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh selama di pesantren.

Untuk menindaklanjuti dawuh tersebut, mereka langsung mencoba terjun berdakwah pada bulan Ramadhan tahun itu juga. Mereka menyebar di kampung-kampung yang berada di sekitar daerah Kediri. Mereka yang terjun berdakwah selanjutnya tergabung dalam sebuah badan yang dinamakan “Tim Safari Ramadhan”. Teknis pelaksanaan safari Ramadhan kala itu dipusatkan pada beberapa tempat peribadatan. Pada setiap mushala diasuh oleh dua orang muballigh. Sedangkan waktu pelaksanaanya dimulai tiga hari sebelum Ramadhan hingga tanggal 20 Ramadhan. Sedangkan program kegiatan di lapangan, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Misalnya kuliah subuh dan kultum setelah salat tarawih. Disamping itu mereka juga menyampaikan seminar tentang berbagai masalah keagamaan yang menyangkut dengan tata cara ibadah sehari-hari.

[ads script=”2″ align=”left” float=”left”]

Meski dengan waktu yang relatif singkat ini, hanya dua puluhan hari, kala itu mereka mampu menyampaikan dakwah dengan baik dan bisa diterima oleh masyarakat. Bahkan pada akhinrya, masyarakat merasa masih kurang. Antusias masyarakat yang cukup besar dalam menyambut dan menerima dakwah ini, kemudian membuahkan permintaan yang cukup membanggakan sekaligus menjadi agenda tersendiri bagi para siswa tamatan asal Kediri kala itu. Mereka meminta agar kegiatan dakwah itu tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja, namun juga ditindaklanjuti pada hari-hari diluar bulan Ramadhan.

Dalam perkembangannya, pada badan otonom yang berkonsentrasi dibidang pengembangan dakwah ini, ada beberapa tim. Hal ini bertujuan untuk mensistematiskan mekanisme kerja sesuai kebutuhan di lapangan dakwah: Ada Tim PSDR (Panitia Safari Dakwah Rutinan), Tim LITBANG (Bidang Penelitian dan Pengembangan), serta Bidang Wirausaha dan pengiriman guru bantu.

Tahun 2015 ini, selain sukses menggelar Rapat Kerja Nasional I dan berhasil mendelegasikan empat tenaga pengajar ke Malaysia yang di sana mendapatkan respon baik, kini LIM membuka selebar-lebarnya kepada pondok pesantren, yayasan atau lembaga pendidikan di seluruh Nusantara yang menginginkan santri-santri Lirboyo sebagai guru bantu di pondok pesantren, yayasan atau lembaga pendidikan yang membutuhkan.

Program ini tentu dapat memudahkan para alumni Pondok Pesantren Lirboyo khususnya, untuk mengajukan ke LIM terkait permohonan tenaga pengajar dari Lirboyo. Dan tentu merupakan hal yang wajar apabila dalam teknis pengajuan mempunyai aturan-aturan yang harus disepakati antara kedua belah pihak.

Jika tertarik dengan program ini, lebih lanjut tentang teknis pengajuan dan aturan-aturan yang harus disepakati bersamanya, silahkan klik disini. /-