Tag Archives: Hari Santri

Pendaftaran Siswa I’dadiyah Dibuka

LirboyoNet, Kediri – Terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2011, Pendaftaran bagi siswa baru I’dadiyyah (Persiapan) MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien) telah dibuka, hal ini sesuai dengan kalender kerja yang telah disusun oleh pengurus Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien, yakni pada saat pendaftaran siswa baru untuk tingkatan Ibtida’iyyah, Tsanawiyyah dan Aliyah ditutup, maka Tingkatan I’dadiyyah dibuka.

Sekretaris Umum MHM, Ustad Kholil ketika diwawancarai oleh Crew Lirboyo.net mengatakan, “Pada dasarnya pembukaan pendaftaran siswa baru tingkat I’dadiyah ini merupakan solusi, untuk menampung Siswa dan Santri baru yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar tingkat Ibtida’iyyah, Tsanawiyyah dan Aliyah,” Ujarnya. Lebih lanjut ustad kholil menambahkan, siswa tingkat I’dadiyyah kurikulumnya disesuaikan dengan pelajaran kelas 3 dan 4 Ibtida’iyyah, namun ini disesuaikan dengan keadaan. Sebab jika siswa baru tersebut digabungkan dengan kelas yang sudah berjalan maka dikawatirkan akan tertinggal pelajaran.

Ustad Kholil juga menambahkan, pendaftaran dibuka setiap hari kerja, yakni selasa, kamis dan ahad, pukul 9 hingga pukul 11.00 Wis. “Jangan lupa membawa Past Foto Hitam Putih ukuran 3×4, dengan memakai Kopyah Hitam,” ujarnya sembari mengingatkan,

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh crew Lirboyo.net, pada tahun ini, sebanyak 6 kelas dibuka untuk tingkat I’dadiyyah, dengan rincian sebagai berikut. Iddadiyyah awal untuk santri pemula disiapkan sebanyak 2 kelas dan ‘Idadiyah tsani untuk santri lanjutan disipakan sebanyak 4 kelas. Adapun staf pengajar yang disiapkan adalah sebanyak 12 orang, yang berasal dari siswa MHM yang lulus tahun 2011.riff

Halal Bihalal MHM, Mantapkan kembali kedisiplinan

LirboyoNet, Kediri – Setelah libur panjang dengan durasi waktu kurang lebih 2 bulan, akhirnya seluruh aktifitas belajar mengajar dilingkungan Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien Lirboyo, kembali berjalan sempurna, hal ini ditandai dengan dilaksanakannya acara Halal Bihalal pengurus dan pengajar MHM yang dilaksanakan tadi malam (selasa/13/09) digedung An-Nahdloh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh MHM KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur, Kepala  MHM KH. Habibulloh Zaini dan beberapa Pimpinan MHM, hadir pula seluruh Pengurus MHM dan pengajar MHM disemua tingkatan.

Acara tersebut diawali dengan pembukaan sekaligus ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H, Oleh Agus H. Abdul Muid Shohib selaku Mudier Tsanawiyyah MHM, selanjutnya diteruskan dengan pembacaan tata tertib pengajar MHM oleh Mudier Aliyah MHM KH. Atho’illah S. Anwar, dalam pembacaan tata tertib tersebut Kyai Atho’ menyampaiakan beberapa hal yang selama ini menjadi catatan para pengajar MHM, terutama dalam hal kedisiplinan waktu. Sebab akhir-akhir ini keaktifan pengajar mulai luntur sehingga berdampak terhadap anak didiknya.

[ads script=”1″ align=”center”]

Usai dibacakan tata tertib, acara dilanjutkan dengan Pembacaan Tahlil dan Do’a yang dipimpin langsung oleh KH. M. Anwar Manshur, dalam Muqqodimahnya Mbah Yai anwar menjelaskan bahwa pembacaan tahlil ini sebagai wujud syukur kehadlirat Allah SWT, atas kenikmatan yang telah kita terima selama ini, sehingga bisa berkumpul kembali di Pondok Pesantren Lirboyo dalam keadaan sehat wal afiat.

Dalam acara Mauidzotul Hasanah yang disampaikan oleh KH. A. Idris Marzuqi, Mbah Yai Idris mengharap kepada para pengurus dan pengajar MHM agar menggali kembali nilai-nilai ramadhan dalam kegiatan sehari-hari, terutama dalam kegiatan mengajar terhadap para santri, sehingga akan tercipta suasana pendididikan yang kondusif dan harmonis, karena dilandasi rasa ikhlas dalam mengajar.

Lebih lanjut, Kyai sepuh yang juga Muthasyar PBNU ini mengatakan momen idul fitri ini harus kita maksimalkan dengan baik, sehingga tidak ada lagi rasa iri dan dengki, dengan saling memaafkan antara satu dengan yang lain. Dalam kesempatan ini pula Mbah Yai Idris meminta Do’a Restu kepada seluruh pengurus dan pengajar MHM, karena beberapa minggu lagi beliau akan menunaikan Ibadah Umroh menemani Putri beliau. Riff

Aktifitas Santri Lirboyo Kembali Aktif malam Ahad-13 Syawal/ 10 September

LirboyoNet, Kediri – Setelah 2 bulan  lamanya (10 Juli – 10 September 2011) ribuan santri Ponpes. Lirboyo merasakan libur akhir tahun, kini mereka harus kembali melaksanakan aktifitas belajar di Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Pondok Pesantren Lirboyo. dari pantauan Redaksi Lirboyo.net. beberapa santri terlihat datang silih berganti, ada yang sendirian dan sebagian lagi datang secara berkelompok, tak pelak suasana Ponpes. Lirboyo yang beberapa hari kemarin masih terlihat sepi kini berubah menjadi ramai kembali oleh riuh aktifitas santri yang mempersiapkan diri untuk mengikuti aktifitas yang diantaranya : Ngaji, Jama’ah, Sekolah, dan Musyawaroh.

Meski datang lebih awal dan biaya transportnya sedikit lebih mahal, namun rombongan kembali kepondok ternyata cukup diminati, seperti yang dilakukan oleh beberapa santri yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat yang insya Alloh akan diberangkatkan mulai hari Sabtu tanggal 11 Syawal (tepatnya pada tanggal 10 September), .

Selain dari Jawa Tengah dan Jawa barat beberapa daerah di Luar Jawa (Sumatera, Lampung, dan Palembang) juga melaksanakan kegiatan serupa, tercatat dari data yang tertulis kantor keamanan Ponpes. Lirboyo, terdapat 6 daerah yang telah berencana membuat rombongan, yakni Cirebon, Brebes, Pekalongan, Jabodetabek, Lampung, Riau, dan Jambi. Namun jumlah tersebut belum termasuk rombongan yang menggunakan kendaraan pribadi dan berangkat dengan keluarganya.

Meski berangkat secara rombongan cukup diminiti namun masih banyak juga, santri yang berangkat sendirian, seperti yang dilakukan oleh Muhammad, santri asal Ciledug Jawa Barat yang datang dengan menggunakan kereta pada hari Ahad (04-09-2011), ”sengaja saya berangkat lebih awal, supaya saya bisa lebih dini dalam mempersiapkan belajar” ujarnya mantap, karena saya belum tau pasti untuk masuk sekolah menyesuaikan 1 Syawal dengan Kalender yang jatuh pada hari Selasa, atau keputusan yang dilakukan oleh Pemerintah Rakyat Indonesia. Karena aktifitas belajar – mengajar di mulai aktif pada tanggal 13 Syawal (tepatnya malam Ahad tanggal 10 September),    senada dengan Ahmad, Abdulloh, seorang santri asal Magetan Jatim, yang berangkat sendirian via bus, ”karena ini adalah perjalanan perdana saya kedaerah kediri, jadi kemarin sempat salah jalur ke daerah jombang, namun untungnya tidak sampai keblablasan” ujarnya tersenyum malu.(feed)

Delegasi MQK Kota Kediri Menuju Probolinggo

LirboyoNet, Kediri – Sebanyak 52 orang santri putra-putri dan 9 orang official Delegasi MQK (Musabaqoh Qiro’atul Kutub) Kota Kediri diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Nurul Qodim Paiton Probolinggo, untuk mengikuti MQK Tingkat Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan mulai tanggal 09 Mei 2011 hingga 15 Mei 2011.

Dalam cermonial pemberangkatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Hasan komplek Pondok Pesantren LIrboyo ini (07/05), hadir pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH. Ahmad Idris Marzuqi dan KH. Imam Yahya Mahrus, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Kediri beserta staf dan beberapa pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam sambutan atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. A. Idris Marzuqi mengatakan “ Silahkan ditata niatnya, bahwa inti dari kegiatan ini adalah mencari Ridlo Allah semata, sehingga perasaan akan lebih tenang,” ujar beliau, lebih lanjut Kyai yang juga Mutasyar PBNU ini mengatakan apapun yang diperoleh nantinya, semua wajib bersyukur, sehingga tidak mempunyai beban apapun.

[ads script=”1″ align=”center”]

Senada dengan Mbah Kyai Idris Marzuqi, KH. Imam Yahya mahrus mengatakan “salah satu tujuan utama penyelenggaraan MQK ini adalah mengangkat kembali nilai-nilai Pesantren yang saat ini mulai pudar,” ujar beliau tegas, selanjutnya Rektor IAIT Tribakti ini juga menambahkan jika pelaksanaan MQK ini sangat banyak hikmahnya, oleh karenanya segenap delegasi Lirboyo diharapkan lebih bersemangat dan giat.

Dalam sambutan atas nama pemerintah Kota Kediri, Kepala Kantor Kementrian Kota Kediri, Haryono Msi mengatakan “Mewakili segenap jajaran Pemerintah Kota Kediri, kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dan kami secara khusus menghaturkan terima kasih kepada segenap Kyai yang berkenan hadir memberikan Do’a dan restu,” Ujarnya ramah. Selanjutnya Pak Haryono menambahkan jika seluruh pembiayaan pengiriman delegasi ini, ditanggung sepenuhnya oleh kantor Kementrian Agama Kota Kediri.

Ketua Kafilah (delegasi.red) Pondok Pesantren Lirboyo, Ust. Arif Akbar disela-sela pemberangkatan ketika ditemui Crew Lirboyo.net di Masjid Al-Hasan mengatakan “seluruh delegasi MQK Kota Kediri berasal dari Pondok Pesantren Lirboyo, sehingga kami harus maksimal dalam mempersiapkan semua, termasuk memberikan kursus secara privat dengan metode satu peserta satu pembimbing,” ujarnya.

Salah seorang peserta MQK delegasi Kota Kediri, Abdurahman Auf ketika diwawancarai mengatakan “Secara mental insya Allah saya sudah siap, karena berbagai persiapan yang telah dilakukan,” ujarnya semangat, selanjutnya remaja yang juga Putra KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus ini menambahkan meskipun persiapan yang dilakukan hanya 15 hari, namun dia yakin akan mampu menjawab pertanyaan pada saat pelaksanaan. Seiring dengan jawaban ca’ Aiman (Panggilan akrab Abdurrohman Auf.red) M. Syarif Hakim, peserta pada kategori Ula dengan pelajaran Djurumiyah ini mengatakan “Minta do’a restunya saja, semoga bisa menang,” ujarnya bercanda, remaja putra KH. Anim Falahuddin Mahrus ini menambahkan jika persiapan yang dilakukan sudah prima.rIFF