Tag Archives: Hikmah

Dawuh KH. Ahmad Idris Marzuqi

Dawuh KH. Idris Marzuqi kepada para santri. PERTAMA, agar berusaha sekuat tenaga menamatkan jenjang pendidikan di pondok pesantren Lirboyo. Kunci kesuksesan belajar di Lirboyo selain mempeng adalah harus menamatkan madrasah. Meskipun ketika mondok itu seperti tidak dapat apa2, namun jika tamat insya Allah ada nilai tersendiri.

KEDUA, setelah tamat harus lebih memprioritaskan memperjuangkan ilmu dulu. Jika lebih mengutamakan bekerja dan menyepelekan mengamalkan ilmu, maka dia malah akan kesulitan menuai hasil maksimal (dalam mencari rejeki), sudah banyak sekali buktinya. Selain itu, ketika belajar di Lirboyo, jangan pernah merasa putus asa, apapun yg terjadi.

KETIGA, jangan sekali-kali mengandalkan kecerdasan otak, namun andalkan mempeng ngaji.

Barokah Orang Saleh

Dikisahkan, ada sepasang suami istri hidup dalam keadaan serba kekurangan. Suatu hari si suami mendapatkan sebuah rejeki berupa uang. Bertanyalah dia kepada isterinya.

“Engkau ingin aku belikan apa? Wahai isteriku.”

“Dibelikan daging kambing saja. Kita kan sudah lama tidak mencicipi lezatnya daging.” jawab isterinya.

Berangkatlah si suami ke toko daging. Daging yg ia beli kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Saat perjalanan pulang, di atas bukit dilihatnya ada sebuah masjid dikerumuni banyak orang. Gumam dalam hatinya, “Ini tidak waktunya sholat kok banyak orang. Tentu ada jenazah yg sedang disholati. Sebaiknya, aku juga ikut menyolati saja.”
Tanpa menanyakan jenazah siapa, ia langsung masuk ke masjid dan melaksanakan sholat.

Pada saat melaksanakan sholat jenazah, kantong yg berisi daging juga ikut dibawa. Seusai sholat ia langsung pulang ke rumah. Tidak ikut mengantar jenazah hingga ke liang lahat.

Sesampai di rumah, kantong berisi daging diserahkan kepada isterinya untuk dimasak. KEANEHAN TERJADI. Daging tsb dipotong pakai pisau tidak bisa terbelah. Direbus, dibakar & dipanggang tidak bisa matang. Warnanya tetap kemerahan. Segala upaya dilakukan, daging sedikitpun tidak berubah.

Di tengah kebingungan dengan kejadian ini, mereka berdua malamnya bermimpi. Dalam mimpinya mereka mendengar suara berkata, “Daging yg kamu bawa saat menyolati orang shalih atau wali Allah dibakar tidak akan bisa. Apalagi dagingmu, jika kamu beriman pada Allah dan rasul-Nya serta kamu mencintai orang shalih, tidak akan terbakar oleh api neraka.”

*Mari kita ambil pelajaran dari kisah ini. Rasulullah dan para orang shalih yg harusnya menjadi idola kita. Karena beliau2 bisa memberikan manfaat & barokah di dunia bahkan akherat. Bukan justru artis dan penyanyi yg kita jadikan sebagai pujaan!

*Kisah ini admin catat dari ceramah Habib Umar Al Muthohhar saat Haul & Haflah Akhirussanah di Lirboyo th 1433 H./2012 M.

Melihat dengan Pandangan Kasih

Sekelompok pemuda berjalan sempoyongan membawa alat musik dan minuman keras lewat di depan Syaikh Ma’ruf Al Karkhi dan murid2nya. Murid2nya berkata, “Wahai tuanku, berdoalah kepada Allah agar mereka celaka”. Kemudian Syaikh menjawab, “Baik, angkat dan tengadahkan tangan kalian ke langit. Kita berdoa bersama.” Para murid mengangkat tangan mereka, bersiap mengamini doa gurunya. Syaikh memulai doanya, “Ya Allah, seperti Engkau membuat mereka bahagia di dunia, bahagiakanlah mereka di akherat”. Para muridnya tersentak kaget. Yg mereka harapkan doa agar para pemuda itu celaka, karena telah berbuat maksiat di depan umum. Gurunya justru berdoa dengan doa yg tidak mereka pahami. Akhirnya sang syaikh menjelaskan, “Wahai anak-anakku, jika Allah membuat mereka bahagia di akherat berarti Allah menerima taubat mereka. Kita tadi itu mengharapkan lewat doa agar mereka mau bertaubat.”
Pesan Cerita, seharusnya kita trenyuh dan melihat dengan pandangan kasih dengan mendoakan baik saat melihat saudara kita melakukan maksiat. Bukan justru mencelanya dan mengharapkan keburukan. Mari kita doakan saudara-saudari kita yg belum mendapat petunjuk Allah.

KH. M. Anwar Manshur : Maulid Nabi, Momen Meneladani Nabi

“Keagungan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW, sungguh sangat besar, sehingga Pahala dan barokah dapat kita peroleh secara bersamaan”, itulah Petikan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. M. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo tadi malam, dalam acara “Malam Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW” yang di helat semalam di Serambi Masjid Lawang Songo Lirboyo.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar menjelaskan, “Sangat Disayangkan sekali, jika waktu-waktu utama seperti ini, dibiarkan begitu saja, tanpa diperingati dan di hormati. Karena hanya dengan mempunyai krentek (kata samar-red) hati saja, itu sudah mendapatkan pahala, apalagi jika mau bersholawat, semacam ini. Insya Allah syafa’atnya akan sampai pada kita,” ujar beliau tegas.

“Banyak kitab-kitab ulama’ Salaf, yang menjelaskan dengan runtut keutamaan mencintai Nabi, salah satunya adalah dengan memperingati kelahirannya.” Riff

Mbah Yai Idris : Haji, Sebuah Ujian Dengan Semua Ujian

LirboyoNet, Kediri – Sehari setelah kedatangan KH. Ahmad Idris Marzuqi di tanah Air, beliau langsung kembali melaksanakan tugas-tugas harian beliau sebagai pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu aktifitas rutin yang beliau laksanakan dengan Istiqomah, adalah menjadi Imam Masjid Agung PP. Lirboyo. Dalam sholat Jama’ah pertama bersama para santri usai berpisah selama beberapa minggu, Mbah Yai Idris berkenan memberikan memberikan wejangan singkat kepada seluruh Jamaah sholat Magrib.

“Haji adalah Rukun Islam ingkang amrad sanget (yang sangat berat-red), didalamnya terdapat ujian demi ujian yang harus dilalui oleh setiap umat islam, baik jasmani maupun ruhani” ujar beliau dengan tegas.

Lebih lanjut Mbah Yai Idris menjelaskan, Diantara ujiannya adalah kesungguhan dalam hati, yang berwujud niat yang tulus, sebab dengan dilandasi dengan niat yang murni maka akan terbukalah pintu pertolongan Allah, melalui panggilan yang di sampaikan Nabi Ibrahim AS.

Jadi kekayaan bukanlah kunci utama bagi umat Islam untuk mampu berangkat haji. Banyak sekali orang kaya tidak mampu dan tidak mau melaksanakan Ibadah Haji, padahal sebenarnya dia mampu. Karena tidak adanya niat tulus dalam hati.

Selanjutnya kemampuan dana untuk pembiayaan diri, baik berupa biaya perjalanan dan biaya selama menjalankan ibadah di tanah suci,

Yang terakhir adalah kekuatan fisik, karena ibadah haji membutuhkan stamina yang prima dan kondisi badan yang sehat sehingga mampu menjalankan semua rukun haji dengan baik. “Kulo piyambak (saya sendiri-red) sebenarnya merasa ragu, apakah nanti mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik, padahal kondisi saya yang masih dalam masa pemulihan, namun Alhamdulillah berkat Do’a panjenengan semua, saya mampu menjalankan semua rukun-rukun dan kesunahan Haji. Oleh karenanya saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman santri semua” ujar beliau tawadlu.

Di akhir wejangan yang beliau sampaikan, Mbah yai Idris berkenan mendo’akan seluruh santri Lirboyo agar kelak dikemudian hari, bisa melaksanakan ibadah haji. “Saya do’akan panjenengan semua, akan di panggil oleh Nabi Ibrahim AS, sehingga bisa melaksanakan ibadah Haji,” ujar beliau terbata-bata seraya mengangkat kedua tangan. Setelah memberikan wejangan singkat, mbah Yai Idris melanjutkan wirid-wirid Bada sholat Magrib dan di pungkasi dengan Do’a. riff