Tag Archives: HIPSI

Talkshow Wirausaha Santri di Bidang Industri Kreatif

LirboyoNet, Surabaya – Ahad kemarin, 30 Oktober 2016, diantara acara pendukung dalam event ISEF (Indonesia Shari’a Economic Festival) adalah Talkshow Wirausaha Santri di Bidang Industri Kreatif. Sebagai pembicara, panitia menghadirkan H. Hadi Rahman, Staf Khusus Menteri Agama RI, Owner Jenahara, Moch. Ghozali, Ketua HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) dan Mohammad Rosihan, Kadin Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif.

Dihadapan ratusan pengunjung dari berbagai kalangan yang terlihat antusias mengikuti talkshow, pemateri membeberkan banyak hal menarik terkait bagaimana seharusnya para santri lebih berperan dalam bidang ekonomi.

Staf Kementrian Agama RI, setelah memaparkan tentang kondisi ekonomi baik dalam maupun luar negeri berharap, umat muslim atau para santri harusnya lebih produktif lagi. Produktif dalam berbagai hal. Karena sudah waktunya tidak hanya menjadi konsumen, tapi sudah saatnya bisa menjadi produsen. “Produktif dari keilmuan, ekonomi, dan lain sebagainya. Sehingga muslim Indonesia bukan hanya besar kwantitasnya, tapi juga kualitasnya ikut andil dalam berbagai lini,” harap Hadi Rahman.

Menurut Nanida, Owner Jenahara, sebenarnya menjadi wirausaha itu tidaklah sulit. Karena selama ada tekad, pintar mencari peluang, semua pasti bisa. “Dan yang paling penting adalah, ketika memulai sebuah usaha niatkan mencari ridho Allah. Karena dengan niat itu, secara otomatis kita akan menjadi pengusaha yang profesional”.

Hal senada disampaikan oleh Mohammad Rosihan. Bahkan menurutnya, saat ini tidak ada alasan untuk tidak memilih jalur wirausaha. Meskipun banyak hal yang harus dipelajari, kita harus tetap yakin dalam perjalannya nanti hal itu akan ditemukan solusinya. “Bisnis itu seperti naik sepeda. Butuh waktu untuk belajar. Dan meskipun sudah bisa mengayuh, sesekali terjatuh adalah hal yang biasa. Tapi setidaknya, ketika kita jatuh, kita sudah bisa kembali bangkit dan mengayuh lagi”.

“Kegiatan semacam ini perlu digencarkan lagi. Karena setidaknya, setelah dari workshop semacam ini, mindset para santri sedikit berubah. Mereka mulai berpikir, setelah keluar dari pesantren tidak hanya menjadi guru ngaji. Tapi disamping jadi guru ngaji, mereka juga menjadi pengusaha”, terang Ketua HIPSI.

Ketika seorang peserta, Chevi, santri asal Gresik, dalam sesi tanya jawab bertanya tentang trik penjualan, semua pemateri sepakat, saat ini kita harus memanfaatkan era digital dengan berjualan di internet. Baik sekedar di sosial media, ataupun website.][

Workshop HIPSI dan Liputan TVRI

LirboyoNet, Kediri – Sabtu pagi (30/13/2013) Pondok Pesantren Lirboyo kembali menjadi tempat untuk even yang cukup besar dan rujukan untuk pengembangan pendidikan. Sabtu pagi Aula Muktamar cukup ramai, pasalnya gedung tersebut dijadikan tempat pelaksanan Pelatihan/Workshop yang diadakan oleh RMI (Robithoh Ma’ahid Islamiyah) Kota dan Kabupaten kediri. Peserta dari Pondok Pesantren, Badan Otonom NU, dan lembaga pemerintahan yang ada di Kediri.

Workshop dengan tema Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Melalui Pesantren dimulai pukul 10.30. peserta yang diundang berjumlah 500 orang kata salah satu panitia. Sambutan Ketua HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) Pusat Bapak Mohamad Ghozali, Beliau memaparkan historis pembentukan HIPSI yang dahulu dengan istilah Nahdlotut Tujar (kebangkitan pengusaha) yang dicetuskan oleh KH. Wahab Hasbullah. Terinsiprasi dari ulama terdahulu badan otonom RMI membentuk  HIPSI  pada tanggal 3 Pebruari  2012 di Pondok Pesntren Al Yasini Pasuruan dengan target melahirkan 1 juta pengusaha santri dalam sepuluh tahun kedepan. Acara dibuka oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus sekaligus mauidzoh hasanah dan do’a.

Liputan Pesantren oleh TVRI

Rombongan tiba di Pondok Pesantren sekitar pukul 10.00 WIB bersama pengurus HIPSI  dengan membawa lima personel dari Jakarta. Kemudian kru langsung meliput acara workshop kemudian ke lokasi pondok dan didampingi dua orang pengurus untuk meliput semua kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Lirboyo. Rencannya liputan ini dimulai sejak pagi sampai kegiatan selesai yaitu malam hari.  Liputanpun ditutup dengan penjelasan tentang kegiatan, Badan Otonom, Pondok Unit, dan keterangan lain tentang Pondok Pesantren Lirboyo dari Pengurus Pondok yang diwakili oleh Bapak HM. Mukhlas Noer. Setelah itu, rombongan bertolak ke Jakarta.