Tag Archives: Kediri

Madin Tarbiyatul Athfal Berkembang Pesat

LirboyoNet, Kediri – (3/12/2011) Setelah hampir 2 bulan berdiri, salah satu Madrasah Diniyyah yang di hidupkan dan dikelola oleh Pondok Pesantren Lirboyo, yakni Madrasah Diniyyah Tarbiyatul Athfal,semakin diminati oleh Masyarakat sekitar, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya anak-anak tingkat dasar yang mengikuti pendidikan di Madin Tarbiyatul Atfhal ini.

Kepala Madrasah Madin Tarbiyatul Athfal, agus Zulfa Lada’i Robi menjelaskan, “Alhamdulillah animo dan partisipasi masyarakat sekitar Madin sangat luar biasa, sehingga berbagai dukungan mengalir, mulai dari Moril hingga spirituil,” ujarnya bersemangat. Lebih lanjut ust. Zulfa menambahkan bahwa jumlah santri yang ikut belajar di Madin Tarbiyatul Athfal sekarang berjumlah 65 santri dan kesemuanya berasal dari daerah sekitar Madin.

Saat ini sistem Pendidikan yang diterapkan masih dalam tahap pengembangan dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat sekitar, “sementara waktu belajar yang di terapkan selama ini adalah mulai pukul 15.00 Wib hingga pukul 17.00 wib, sehingga diharapkan waktu belajar di Madrasah diniyah ini tidak mengganggu kegiatan formal lainnya.

Seperti di beritakan sebelumnya, Pondok Pesantren Lirboyo, memfasilitasi berdirinya kembali Madrasah Diniyah Tarbiyatul Atfhal, di kompleks Masjid Darussalam, kelurahan Mojoroto Kota Kediri. Saat ini staf pengajar yang dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar berjumlah 8 orang yang diambilkan dari santri senior Pondok Pesantren Lirboyo dan selanjutnya kegiatan belajar menempati 6 lokal kelas dan 1 unit kantor. riff

Ribuan Santri Ikuti Doa Awal Tahun Hijriyah

LirboyoNet, Kediri – “Mensikapi fenomena bencana yang kerap kali terjadi akhir-akhir ini, harusnya kita dapat berbenah dengan instropeksi terhadap diri kita sendiri, mengapa musibah yang sedemikian besar dan beruntun ini datang silih berganti, sehingga kita mau bertobat dan mawas diri, “. Demikianlah sekilas penggalan ceramah yang di sampaikan oleh KH. Anwar Iskandar (pengasuh pondok pesantren Assidiqiyyah jamsaren Kota Kediri), dalam acara Do’a bersama akhir dan awal tahun Hijriyyah, yang di helat di Masjid Agung Kota Kediri sabtu petang (26/11).

Dalam kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini, berbagai elemen masyarakat tampak mengikuti dengan seksama seluruh kegiatan, mulai dari golongan santri hingga masyarakat umum, sehingga kapasitas Masjid Agung Kota Kediri tidak mampu menampung jamaah yang berjumlah belasan ribu jamaah, akhirnya meluber hingga terpaksa jalan raya di depan Masjid Agung ditutup sementara untuk menampung jamaah.

Khusus santri lirboyo Sejak sore hari, mereka telah berduyun-duyun menuju Masjid Agung Kediri dengan berjalan kaki, meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh, yakni sekitar 3 KM. Iring-iringan santri yang berjalan menuju masjid Agung membuat jalanan yang dilewati santri menjadi penuh, hingga membuat arus lalu lintas merambat pelan.

Dalam seremonial acara do’a bersama akhir dan awal tahun hijriyaah ini, diawali dengan istighotsah yang dipipin oleh KH. Abdul hamid Abdul Qodir (Pengasuh PP. Maunah sari Kediri), usai istigotsah dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Anwar Iskandar, diteruskan pembacaan do’a akhir tahun oleh KH. M. Anwar Manshur.

Usai sholat magrib, rangkaian kegiatan Do’a bersama diteruskan dengan pembacaan ayat kursi dan do’a awal tahun, dipungkasi dengan pembacaan Do’a yang di pimpin KH. A. Idris Marzuqi.

Pendaftaran Siswa I’dadiyah Dibuka

LirboyoNet, Kediri – Terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2011, Pendaftaran bagi siswa baru I’dadiyyah (Persiapan) MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien) telah dibuka, hal ini sesuai dengan kalender kerja yang telah disusun oleh pengurus Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien, yakni pada saat pendaftaran siswa baru untuk tingkatan Ibtida’iyyah, Tsanawiyyah dan Aliyah ditutup, maka Tingkatan I’dadiyyah dibuka.

Sekretaris Umum MHM, Ustad Kholil ketika diwawancarai oleh Crew Lirboyo.net mengatakan, “Pada dasarnya pembukaan pendaftaran siswa baru tingkat I’dadiyah ini merupakan solusi, untuk menampung Siswa dan Santri baru yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar tingkat Ibtida’iyyah, Tsanawiyyah dan Aliyah,” Ujarnya. Lebih lanjut ustad kholil menambahkan, siswa tingkat I’dadiyyah kurikulumnya disesuaikan dengan pelajaran kelas 3 dan 4 Ibtida’iyyah, namun ini disesuaikan dengan keadaan. Sebab jika siswa baru tersebut digabungkan dengan kelas yang sudah berjalan maka dikawatirkan akan tertinggal pelajaran.

Ustad Kholil juga menambahkan, pendaftaran dibuka setiap hari kerja, yakni selasa, kamis dan ahad, pukul 9 hingga pukul 11.00 Wis. “Jangan lupa membawa Past Foto Hitam Putih ukuran 3×4, dengan memakai Kopyah Hitam,” ujarnya sembari mengingatkan,

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh crew Lirboyo.net, pada tahun ini, sebanyak 6 kelas dibuka untuk tingkat I’dadiyyah, dengan rincian sebagai berikut. Iddadiyyah awal untuk santri pemula disiapkan sebanyak 2 kelas dan ‘Idadiyah tsani untuk santri lanjutan disipakan sebanyak 4 kelas. Adapun staf pengajar yang disiapkan adalah sebanyak 12 orang, yang berasal dari siswa MHM yang lulus tahun 2011.riff

Ultah Gudang Garam : Gelar Sunatan Massal Di RSI Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Perusahaan Rokok ternama dari kota Kediri, PT. Gudang Garam TBk, menghelat acara Khitanan massal (14/06), Dalam rangka memperingati HUT yang ke 53,  acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Pondok Pesantren Lirboyo ini, diikuti oleh sekitar 435 anak se-Kota dan kabupaten Kediri.

Salah seorang staf RSI Lirboyo, Ustad Taufiqurrahman mengatakan “sebenarnya jumlah peserta yang akan berpartisipasi dalam acara ini masih sangat banyak, namun karena waktu pendaftaran sudah tutup dan kuota pesertanya terbatas, maka terpaksa kami tolak dengan halus,” ujarnya.

Dari pantauan Crew Lirboyo.net, banyaknya peserta yang ikut dalam kegiatan ini menyebabkan antrean yang panjang pada saat pendaftaran ulang, padahal pendaftaran dibuka sejak pukul 05.30 pagi. Bahkan hingga pukul 10.00 WIB masih ada peserta yang melakukan daftar ulang.

Dalam seremonial pembukaan Khitanan masal, yang dilaksanakan dihalaman RSI Lirboyo, hadir beberapa beberapa orang pucuk pimpinan PT. Gudang Garam Tbk, Muspida Kota Kediri dan juga KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M Anwar Manshur selaku pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Ketua pelaksana Khitanan Masal, Yuki Prasetyo menuturkan “Kegiatan Khitanan massal ini merupakan rangkaian acara memperingati HUT PT. Gudang Garam Tbk yang ke 53, selain khitanan massal ini, kami juga menyelanggarakan kegiatan sosial yang lain seperti pemberian sembako, memberikan bantuan ke Panti Asuhan dan lain-lain.” Ujarnya. riff

M3HM (Majelis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien)

Seperti halnya sebuah lembaga pendidikan lainnya, MHM Lirboyo mempunyai lembaga Intra Madrasah yang dikelola dari dan untuk santri, bernama Majelis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (M3HM). Sedangkan untuk kantornya, M3HM terletak di kawasan pondok Induk, tepatnya di lantai I gedung Al-Ittihad I.

Sejarah singkatnya, M3HM bermula dari kegiatan Musyawarah yang diikuti oleh sekitar 90 siswa pada tahun 1941 yang diprakarsai KH.. Zamroji (Kencong Pare). Meski pada waktu itu kegiatan sepert ini belum terorganisir secara struktural, namun kegiatan ini mampu bertahan selama 4 tahun. Kemudian  pada tahun 1955 datang utusan dari pengurus IPNU pusat yang diwakili oleh Tolhah Mansyur (Mahasiswa UGM) dan Bahtiar Sutiono (Pelajar ST Nganjuk), sowan kepada KH. Mahrus Aly agar di Lirboyo didirikan IPNU. Namun karena  IPNU pada waktu itu belum masyhur di kalangan pesantren, maka atas usul Ustadz Ahmad Qosim (Mustahiq  tamatan 1956), dibentuklah Psah Hidayatul Mubtadi-ien, juga sebagai Dewan Pengawas Muhafadzah Mingguan.

Dalam rangka mewujudkan tujuannya, usaha yang telah dilakukan M3HM adalah dengan mengaktifkan musyawarah dan muhafadzah umum serta meningkatkan kualitasnya. M3HM juga mengadakan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler untuk menambah wawasan sosial kemasyarakatan an kreatifitas intelektual siswa MHM. Dalam hal ini, M3HM menyelenggarakan seminar-seminar –lebih dikenal dengan istilah jam’iyyah Nahdliyyah- yang dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan menghadirkan tutor-tutor handal. Dalam jam’iyyah nahdliyah ini, diadakan kuliah umum dengan mendatangkan tutor dari luar pondok dan mengangkat berbagai masalah aktual  dengan berbagai  bahasan seperti keorganisasian, leadership, manajemen ke-NU- an dan lain sebagainya.