Tag Archives: KH. M. Anwar Manshur

Kamis Legi, Kirim Fatihah Untuk Korban Longsor Ponorogo

LirboyoNet, -Kediri. Sebagai seorang alumni, menyambung tali silaturahmi dengan guru merupakan hal yang wajib. Status alumni tidak lantas membuat title “santri” yang melekat dalam diri menghilang begitu saja. Menyambung silaturahmi dan memperkuat kembali ikatan hubungan keilmuan tidak hanya bisa dilakukan dengan sowan-sowan, bertamu dan minta doa restu. Tapi bisa dilakukan dengan mengaji kembali dengan sang guru. Inilah yang coba dilakukan para alumni Ponpes Lirboyo. Meskipun sudah bermukim di rumah, namun tetap masih “nyambung” dengan pesantrennya berkat mengikuti pengajian rutinan kamis legi.

Setelah selama satu tahun ini dibacakan, terhitung mulai tanggal 1 Dzulqo’dah 1437 H atau bertepatan dengan 4 Agustus 2016 M, pengajian Al-Hikam yang diadakan setiap sebulan sekali ini belum pernah libur. Dan kamis kemarin (06/04), menjadi pengajian Al-Hikam yang terakhir tahun ini. Besok, pengajian Al-Hikam akan dimulai kembali pada tahun ajaran baru Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, pada kamis legi, 26 Syawal 1437 H, atau bertepatan dengan 20 Juli 2017 M.

Dalam penutupan kemarin, KH. M. Anwar Manshur menyampaikan tentang kondisi saudara muslim kita yang berada di Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Kemarin terjadi tanah longsor, yang mengakibatkan dua puluh delapan orang hilang, hingga kemarin (06/04), baru tiga orang yang ditemukan. “Monggo fatehahi, kangem wong sing kelongsoran, ting Ponorogo.” Kata beliau.

Ada kejadian yang luar biasa dalam tanah longsor kemarin, menurut penuturan Kiai Anwar, tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor sudah ada sejak sebulan silam, dan sejak saat itu warga juga sudah mengungsi. Namun, justru tidak terjadi apa-apa. Baru ketika para warga pulang sesaat untuk memanem tanaman jahe yang mereka tanam, tanah longsor justru terjadi. Beliau juga mengatakan, “longsor niku saget mencolot kali, wonten wetane onten kali, longsor saget mencolot kali. Niku kuasane Gusti Allah.” (Tanah longsor tadi bisa melompati sungai. Di sisi timur ada sungai, dan longsor tersebut bisa melompati sungai tersebut. Itu bukti kekuasaan Allah.)

Nasehat Kiai Anwar untuk Santri Putri

LirboyoNet, Kediri – Ketika mendampingi puluhan santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Muta’abbidin Lamongan, Ahad (01/01) kemarin, KH. M. Anwar Manshur selaku pengasuh Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat memberikan beberapa petuah bagi para santri putri itu. Berikut kutipan-kutipannya.

“Sampean harus terus belajar. Perdalami ilmu-ilmu yang tidak bisa disampaikan laki-laki. Misalnya haidl. Harus paham betul itu. Kalau laki-laki yang menyampaikannya, sulit. Sampean yang jadi tumpuan masyarakat.”

“Mumpung masih di pesantren, cari kekurangan-kekurangan sampean.  Penuhi semua. Nanti kalau sudah di masyarakat sulit. Sampean belajar masalah-masalah yang ada di masyarakat. Belajar MC, memimpin tahlil, memimpin istighotsah, belajar pidato. Supaya nanti kalau ditunjuk di tengah-tengah masyarakat biar siap. Sampean harus siap. Dibutuhkan jadi apapun harus siap.”

“Sampean itu adalah delegasi dari masyarakat. Sampean mondok itu bukan untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat. Biarpun yang biayai orangtua kalian, yang butuh peran kalian itu masyarakat. Peran kalian itu berat.”

“Jangan lupa, ditata lagi niatnya. Karena semua itu bergantung niatnya. Semoga semua ini jadi amal shaleh sampean. Berangkat cari ilmu itu diangkat derajatnya oleh Allah swt. Semoga kita semua diangkat derajatnya oleh Allah swt.”][