Tag Archives: kiai aziz

Gerimis Iringi Haul Kiai Aziz

LirboyoNet, Jombang — Meski diiringi hujan gerimis, haul pertama KH. M. Abdul Aziz Manshur tetap berjalan khidmat. Hujan seolah menjadi pengiring setia, di mana setelah setahun kepergian beliau, warna  sedih akan kehilangan sosok ulama karismatik masih terasa (Baca: Selamat Jalan Kiai). Malam Jumat kemarin (24/11) menjadi pengingat setahun wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur. Beliau wafat pada tanggal 8 Desember 2015 M, atau bertepatan dengan 26 Shafar 1437 H silam. Haul digelar secara sederhana di Ponpes Tarbiatun Nâsyi-îen, Diwek, Jombang. Ratusan tamu undangan nampak khusyuk melantunkan bacaan Surat Yâsîn dan tahlil. Nampak hadir diantara tamu undangan, Eko Putro Sanjoyo, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, KH. Abd. Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, serta beberapa habaib dan tokoh kiai.

Dalam sambutan atas nama keluarga, KH. An’im Falahuddin Mahrus mengatakan, “kita semuanya tahu, bahwa KH. Abdul Aziz Manshur juga sebagai orang tua kita, guru kita, beliau yang (berasal) dari pondok pesantren salaf, karena bisa mempraktikkan ilmunya, sehingga kemanfaatan beliau lebih luas. Santrinya tidak hanya menjadi kiai, tapi juga menjadi menteri”. Kiai Aziz memang dikenal sebagai pribadi yang tekun mendidik santri-santrinya. Tak kenal lelah, beliau memperhatikan santri dan mengarahkan mereka agar kelak bisa menjadi tokoh yang berguna. Tentang keberhasilan Kiai Aziz dalam mendidik santri-santrinya, KH. An’im Falahuddin Mahrus  juga menyinggung, “Ini karena keluasan ilmu beliau. (Juga) dalam mempraktikkan ilmu-ilmu beliau. Yang mana (beliau) banyak mengambil manfaat dan berkah dari maqalah-maqalah ulama yang dipraktikkan oleh para pejuang-pejuang ahlu sunnah wal jama’ah”.

Haul juga dihadiri oleh Habib ‘Umar Muthahhar, Semarang. Beliau menyampaikan mau’idhotul hasanah, petuah-petuah dan pesan-pesan. “Ayo, semangat para kiai, utamanya Kiai Aziz yang malam ini kita peringati haulnya yang pertama (dapat kita tiru). Semoga kita semua khususnya para santri dan alumni, saget mewarisi semangat untuk menyebarkan ilmu, menanamkan ilmu, dan mencetak orang-orang yang kelak akan melanjutkan perjuangan. Insya Allah pahalanya  tidak terputus. Terus ilâ yaumil qiyâmah.” Beliau mewanti-wanti, bahwa dalam perjuangan di tengah-tengah masyarakat adalah hal wajar bila timbul banyak cobaan dan ujian. Banyak pihak-pihak yang tidak suka dengan dakwah yang kita perjuangkan. Hal tersebut adalah hal yang lumrah, jangan dijadikan hambatan. “Manakala kau berjuang di masyarakat melanjutkan cita-cita dan tugas almarhum, ilingen bahwa koyo ngono-koyo ngono mesti ada. Tapi sing penting kita berjalan nggenah. Insyaallah nek mlakune nggenah, Gusti Allah akan memberikan perlindungan”.

Beliau juga menambahkan, para penerus perjuangan Kiai Aziz jangan sampai menyerah, sebab Allah akan selalu membantu, “ada masalah apapun insyaallah Allah yang akan menyelesaikan. Asal kita mengikuti wasiat-wasiat, pelajaran almarhum. Dateng putra-putra almarhum, keluarga almarhum, insyaallah kulo yakin dateng prinsipnya. Apa yang selalu diingatkan oleh para sesepuh. Ojo kuatir, al madad biqodri al-masyhad. Pertolongan Allah akan turun sesuai dengan persoalan yang kau hadapi”.

Teruntuk KH. M. Abdul Aziz Manshur, al-fâtihah….

Gus Ipul: Kiai Aziz Menitipkan Nasib Petani dan Buruh

LirboyoNet, Jombang – Peringatan tujuh hari wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur berlangsung cukup khidmat. Cuaca malam itu memang mendung. Namun tidak menyulutkan semangat jamaah untuk menghadiri acara yang digelar di kompleks Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Paculgowang, Jombang, pada Ahad (13/12). Beberapa ulama, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat hadir. Nampak Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, juga turut hadir dalam acara ini.

Tepat pukul 19.35 WIB, acara tujuh hari dibuka oleh KH. Nurul Huda Ahmad, Slumbung, Kediri. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. M. Anwar Manshur, Lirboyo. Gema tahlil terdengar dari berbagai sudut jamaah yang memadati lokasi acara. Ribuan jamaah khusyuk berdzikir dan mendoakan KH. M. Abdul Aziz Manshur, kiai yang dikenal dekat dengan masyarakat bawah itu.

Dalam sambutan keluarga, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menuturkan, “Kiai Aziz adalah sosok kiai yang istiqomah, senantiasa memikirkan umat, dan berjasa banyak untuk kemajuan Pondok Pesantren Lirboyo khususnya. Kita semua merasa sedih dan gelisah atas kepergian beliau. Mudah-mudahan putra beliau, Agus HM. Shobih Al Mu’ayyad diberikan kekuatan, keikhlasan, dan istiqomah meneruskan perjuangan ayahandanya.”

Lebih jauh Kiai Kafabihi menceritakan, salah satu murid Kiai Aziz ialah Dr. Ahsin Sakho Muhammad, pakar ilmu Alquran. Di mata Dr. Ahsin, Kiai Aziz adalah sosok guru yang luar biasa. Seringkali ketika mengajar, Kiai Aziz menyelipkan syair dan sempat diabadikan oleh Dr. Ahsindi dalam kitabnya waktu itu. Namun kitab tersebut hilang saat ia kuliah di Mekkah.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dalam sambutannya menekankan betapa persatuan antara ulama dan masyarakat harus tetap terjaga. Seperti pada acara malam ini, kiai bisa duduk bersama dengan masyarakat luas. Pemandangan semacam ini tidak bisa dijumpai di negara lain. Gus Ipul menambahkan, “Setiap kali berjumpa dengan Kiai Aziz, beliau selalu menitipkan kepada saya untuk benar-benar memerhatikan nasib petani, nasib buruh, dan nasib lembaga pendidikan Islam. Dengan luasnya akses yang dimiliki, sebenarnya bisa saja beliau memperkaya diri. Tetapi beliau selalu mementingkan umat. Beliau adalah sosok kiai pembela umat.”

Ribuan santri Lirboyo khidmat dalam peringatan tujuh hari KH. M. Abdul Aziz Manshur, dipimpin oleh KH. A. Habibullah Zaini.
KH. A. Habibullah Zaini memimpin tahlil tujuh hari wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur di Ponpes Lirboyo.

Sementara di Ponpes Lirboyo juga diadakan kegiatan serupa. Hanya, acara digelar lebih sederhana. Sekitar pukul 21.45 WIs, KH. A. Habibullah Zaini melangkah memasuki Masjid Lawang Songo. Diawali dengan tawasul dan pembacaan tahlil, malam itu Yai Habib, sapaan akrab beliau, juga meminta santri membaca surat Yasin.

Selepas doa, Yai Habib mengisahkan sosok almaghfurlah Kiai M. Abdul Aziz Manshur kepada para santri. “Yai Aziz niku kawit alit sampun nderek ngramut pondok Lirboyo (Yai Aziz sejak kecil sudah ikut merawat pondok Lirboyo),” tambah beliau. ][