maulid nabi

KH. M. Anwar Manshur: Maulid Nabi, Momen Meneladani Nabi

“Keagungan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW sungguh sangat besar. Sehingga pahala dan barokah dapat kita peroleh secara bersamaan,” demikian petikan mau‘izhah hasanah yang KH. M. Anwar Manshur sampaikan dalam acara Malam Ta‘dhim Maulid Nabi Muhammad SAW yang terlaksana pada 4 Februari 2012 M. di Serambi Masjid Lawang Songo Lirboyo. Acara ini dihadiri oleh ribuan santri,…

Lanjutkan
Kyai lirboyo dan kisah tentang PKI

Alasan Kiai Lirboyo Melarang Santrinya Menumpas PKI Lirboyo

Pendahuluan Pada masa-masa awal pondok pesantren Lirboyo, selain masyarakatnya yang terkenal karena kurang bermoral. Desa Lirboyo juga merupakan salah satu sarang tempat bermukimnya orang-orang berpaham Komunis. Maka tidak heran bila dalam perjalanannya, kia-kiai Lirboyo dan para santri seringkali mengalami gangguan-gangguan dari masyarakat sekitarnya. Dengan alasan itu pula kiai soleh Banjarmelati, mertua dari mbah Abdul Karim,…

Lanjutkan

Bulu Kemoceng dan Fitnah kepada Sang Kiai

Suatu ketika seorang santri meminta maaf kepada Kiainya yang telah difitnahnya. Sang Kiai hanya tersenyum. “Apa kau serius?” tanya Sang Kiai “Saya serius, Kiai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya,” jawab santri. Sang Kiai terdiam sejenak. Lalu ia bertanya, “Apakah kamu punya sebuah kemoceng di rumahmu?” “Ya, saya punya sebuah kemoceng Kiai. Apa yang harus…

Lanjutkan

Kiai Aziz, Kiai yang Tak Henti Menulis

Almaghfurlah KH. Abdul Aziz Manshur sejak nyantri di LIrboyo sudah masyhur kealimannya. Bahkan, beliau dikenal gemar menulis. Salah satu karya tulisnya adalah kitab Minhatu Dzil Jalal, sebuah kitab yang mengkaji ilmu sharaf. Berbentuk nadzam yang sekaligus dijlentrehkan secara rinci (syarah). Setelah dirasa sempurna, kitab itu beliau sowankan kepada sang guru yang juga paman beliau, KH….

Lanjutkan

Mengkultuskan Kiai? Tunggu Dulu

Dalam praktek beragama, baik tata ritual maupun laku sosial, santri tidak hanya menyandarkannya kepada dalil yang ia kaji dari kutubussalaf, tetapi juga kepada uswah yang bisa ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan nurnya secara langsung, yakni tingkah polah para kiai. Kiai yang dimaksud di sini tidak bisa dibatasi dengan pengertian muballigh, atau penceramah. Kiai…

Lanjutkan

Satu Milyar Shalawat dari Umat Moderat

LirboyoNet, Kediri—Malam 21 Oktober tahun 1945, adalah malam genting. Wadah para ulama Nahdlatul Ulama, PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat inilah para ulama membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertemuan itu berakhir pada tanggal…

Lanjutkan

Mencari Ilmu: Menuju Surga

Ilmu sangat penting. Saking pentingnya, orang yang berilmu ibarat tidak perlu lagi mencari apapun. Sebab orang yang berilmu sudah mendapatkan sesuatu yang sangat sempurna. Itulah sekelumit pesan yang coba disampaikan KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, dalam acara takhtiman Alquran Ponpes Al-Baqoroh sekaligus peringatan isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad SAW kemarin (20/04), di Aula Al-Muktamar. Beliau membahasakan…

Lanjutkan

Lautan Nahdliyin Mengetuk Pintu Langit

LirboyoNet, Sidoarjo — Istighotsah adalah cara terbaik bagi umat Islam untuk berperan dalam menciptakan suasana negara yang damai dan tentram. Para kiai, santri, dan unsur masyarakat Islam lainnya wajib meyakini kekuatan muslim tertinggi: al-du’â silâhul mukmin. Doa adalah senjata masyarakat Islam yang paling ampuh. Maka sudah barang tentu muslim menggunakannya di setiap hajat peperangan apapun, termasuk…

Lanjutkan

Seminar Pengajuan KH. Subkhi sebagai Pahlawan Nasional

Telah ditemukan beberapa data baru yang menunjukkan bahwa pengaruh dan peranan perjuangan KH. Subkhi Parakan tidak hanya sebatas dalam skup kedaerahan, melainkan skupnya sudah level nasional. Sebab itu, ulama yang dikenal dengan sebutan Kiai Bambu Runcing ini layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Salah satu syarat yang diberikan kementerian sosial bisa diterimanya seorang tokoh menjadi pahlawan…

Lanjutkan

KH. Abdul Karim: Sosoknya Yang Pendiam

Banyak saksi sejarah alumni-alumni sepuh yang pernah nyantri di Ponpes Lirboyo di era masa sugeng KH. Abdul Karim menuturkan kesan-kesannya tentang beliau. Menurut para alumni-alumni sepuh, memang KH. Abdul Karim adalah sosok yang sangat pendiam. Beliau jarang dawuh dan jarang sekali berkomentar apapun. Menegur santripun tidak dilakukan secara langsung, sesuai cerita yang sering dituturkan oleh KH….

Lanjutkan