Tag Archives: Lirboyo

Kunjungan SMPN 04 Kota Madiun

LirboyoNet, Kediri–Sabtu (22/02) untuk kedua kalinya SMPN 04 Madiun berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, yang sebelumnya berkunjung lima tahun yang lalu.

Sekitar dua ratus siswa-siswi yang ikut dalam kunjungan wisata religi ini, bersama dengan tujuh belas Guru Pembimbing.

Bapak Bastio sebagai Wakil kepala sekolah memberikan sambutannya, “Suatu kebanggaan bisa hadir disini,” ungkap wakil kepala sekolah SMPN 04 itu.

“Kami sangat memohon kepada para ustadz di Pondok Pesantren Lirboyo, untuk memberikan sedikit bekal kepada anak-anak kami yang kesini, guna menjalani pergaulan di luar yang amat mengkhawatirkan moral anak-anak.” Pungkasnya.

Baca juga: Terbukanya Dagu Wanita dalam Salat

Sambutan selanjutnya atasnama Pimpinan Pondok yang disampaikan oleh Bapak Agus Zulfa Ladayrabbi. Dalam sambutannya, Gus Zulfa menegaskan bagi yang belum mengetahui Nama Pondok Pesantren Lirboyo adalah Hidayatul Mubtadiin. Beliau juga menceritakan kisah pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, mengajak anak-anak SMPN 04 Madiun berkelana dalam cerita mondoknya KH. Abdul Karim.

Beliau juga menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo itu tidak anti-formal, “Hal ini terbukti dengan adanya pondok unit dari induk pondok pesantren Lirboyo, yang menyediakan sekolah formal seperti di al-mahrusiyah,” tutur beliau.

Tujuan induk untuk tetap eksis dengan kitab kuning, tidak lain adalah untuk menjaga kultur pondok pesantren.

Tak lupa beliau juga menjelaskan sedikit tentang budaya belajar mengajar di pondok lirboyo.

Beliau juga berpesan pada anak-anak SMPN 04 untuk memegang prinsip

اَلْعِلْمُ بِالتَعَلُّمِ وَالْبَرَكَةُ بِالْخدْمَةِ

“Ilmu didapat dengan belajar, dan berkah didapat dengan khidmah.”

Khidmah ini jika di lirboyo direalisasikan dalam bentuk khidmah santri kepada kiai.

“Sedikit contoh adalah, menggelar sajadah ketika kiai hadir mengimami jama’ah dimasjid agar dilewati oleh beliau. Atau sesederhana merapikan sandal kiai.” Pungkas Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara selesai pukul 10:19 Wib, ditutup dengan doa oleh Bapak Bastio dari SMPN 04 Madiun, dan tak lupa pemberian cinderamata dari SMPN 04 kepada Pondok Pesantren Lirboyo, begitu pula sebaliknya. Semoga dengan adanya kunjungan wisata religi ini, menambahkan semangat para pelajar untuk melanjutkan belajar di Pondok Pesantren.

Baca juga: Hakikat Fikih dalam Beramal Sholih

Pengukuhan dan Pembekalan Wajib Khidmah Ma’had Aly Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- Dalam rangka menyongsong wajib khidmah 1 tahun yang akan dijalani pada tahun akademik mendatang, Ma’had Aly Lirboyo menyelenggarakan Pengukuhan dan Pembekalan Wajib Khidmah pada senin kemarin (10/02).

Bertempat di Auditorium Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, sebanyak 580-an mahasantri semester VI mengikuti pembekalan yang disampaikan oleh KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, Mudier Ma’had Aly Lirboyo.

Dalam pengarahannya, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar memberikan banyak materi seputar khidmah wajib yang mana hal tersebut merupakan sarana implementasi hasil belajar bagi wisudawan Ma’had Aly Lirboyo serta bentuk pengabdian diri di masyarakat.

Makna atau faedah dari khidmah ini banyak sekali. Di antaranya khidmah dijadikan sebagai praktek belajar selama masa studi di Ma’had Aly. Pengalaman yang akan didapatkan selama khidmah akan bermanfaat ketika nanti terjun langsung di masyarakat.” Tegas Yai Atho’.

Selain itu, beliau juga menegaskan bagaimana etika ketika berdakwah di masyarakat. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan. Kedua, merubah kebiasaan yang ada menjadi lebih baik dengan tetap menghormati dan memohon restu tokoh atau sesepuh setempat. Ketiga, apabila melihat sesuatu yang tidak “pas”, maka hendaknya diubah dengan cara baik dan memberikan solusi yang tepat dan bijak. []

Ngaji Tasawuf bersama Dr. KH. Luqman Hakim

LirboyoNet, Kediri – Senin (27/01) Mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo berbondong-bondong memasuki Aula al-Muktamar di pagi hari, untuk mengikuti kuliah umum dengan tema Tasawuf Kebangsaan. Dalam kesempatan kuliah kali ini, pakar tasawuf Dr. KH. M. Luqman Hakim menjadi narasumber.

Acara yang dimulai pukul 10:00 Wib itu berjalan seirama dengan rencana. KH. An’im Falahuddin Mahrus menegaskan dalam sambutan beliau bahwa, “Kami pernah ikut ngaji dengan beliau di Kalibata,mengaji hikam. Jadi, anggota DPR disuruh ngaji tasawuf.”

Menurut KH. An’im Falahuddin Mahrus bukan sesuatu yang bertentangan antara perjuangan dan tasawuf.  Antara perjuangan dengan siyasah. “Bahkan definisi siyasah yang mencetuskan adalah ulama tasawuf. Al-Ghazali sebagai contoh.”

Narasumber menyampaikan dengan lugas bagaimana menerapkan konsep tasawuf dalam berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah, “Tasawuf di dalam berbangsa, seperti ruh. Bangsa sebagai jasad, danruhnya adalah adab dan akhlak.” Tutur beliau,

“Bagaimana membangun spirit roh budaya dalam bangsa? Itu tugas tasawuf. Dalam kehihdupan berbangsa, ada rumah besar bernama Indonesia, yang pilar-pilarnya adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD ’45. Dan tugas tasawuf adalah membangun jiwa siapapun yang menghuni rumah besar itu. Tuan rumahnya sebenarnya adalah para pengajar nilai-nilai tasawuf, yakni ulama-ulama kita.”

Acara selesai pukul 13:00 Wib, ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus.[]

Simak Selengkapnya di Youtube Pondok Pesantren Lirboyo: Tasawuf Kebangsaan | Kuliah Umum

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FMP3 Ke-XXIV di Pondok Pesantren Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) yang digelar di Pondok Pesantren yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri telah usai. Selama dua hari, 22-23 Januari 2020, ratusan santri dari berbagai pesantren putri di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini melakukan diskusi ilmiah terkait problematika faktual dan aktual yang berkembang di masyarakat, mulai dari permasalahan nafkah di era millenial, Youtubers bersyariah, dan berbagai persoalan lainnya.

Dalam forum yang menjadi agenda tahunan pondok pesantren putri ini, semua peserta dibadi ke dalam tiga komisi, yakni A, B, dan C. Selain diskusi yang dibagi ke dalam dua sesi, seminar kebangsaan menjadi acara pamungkas.

Untuk mendownload hasilnya, klik tautan berikut:

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FMP3 Ke-XXIV

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FMPP ke-35

LirboyoNet, Wonosobo- Agenda Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) ke 35 telah usai. Ajang diskusi para santri yang diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis, 9-10 Oktober 2019 dihadiri ratusan santri dari berbagai pesantren se Jawa-Madura. Bertempat di Pondok Pesantren Al-Mubarok Manggisan Wonosobo, para diskusi yang menjadi ciri khas keilmuan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini menghasilkan banyak jawaban atas berbagai problematika keagamaan yang faktual dan aktual di masyarakat. Persoalan-persoalan yang dibahas dibagi kedalam tiga komisi.

Untuk mendownload hasilnya, klik tautan di bawah ini.

KOMISI A
Fenomena Smartphone/Gadget
Masjid NU yang Dipertanyakan
Adzam ketika Berangkat Pergi
Cashback Toko Online

KOMISI B
Kebebasan Berdakwah
Problematika Daging Kurban
Pemusnahan Ayam Massal
Cerita Israiliyyat
Keharaman Wewangian bagi Muhrim

KOMISI C
Derita Eks Koruptor
Kupas Tuntas Jamak Fil Hadhor