Tag Archives: Lirboyo

Pentingnya Mengamalkan Ilmu

Pentingnya mengamalkan ilmu pengetahuan perlu kita sadari (terutama dalam ilmu agama) agar ilmu yang kita peroleh menjadi bermanfaat.

أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه (رواه الطبراني)

“Paling beratnya siksa manusia di hari kiamat adalah orang alim yang tidak bermanfaat ilmunya. (HR. At-Thabrani)”

Hadis di atas merupakan cerminan seseorang yang mempunyai pengetahuan (terutama ilmu agama), namun ia tidak pernah mengamalkan apa yang ia pelajari. Begitu beratnya siksa orang yang tidak mendapatkan ilmu yang manfaat di hari kiamat kelak.
Bahkan, Rasulullah Saw, dalam sebuah hadis menceritakan kejadian beliau saat isra’ mi’raj:

مررت ليلة أسري بي بأقوام تقرض شفاههم بمقاريض من النار فقلت : من انتم؟ قالوا : كنّا نأمر بالخير ولا نأتيه، وتنهى عن الشرّ ونأتيه.

“Di malam aku diisra’-kan (perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsha), aku bertemu dengan beberapa kaum yang mulutnya digunting dengan gunting neraka. Lalu Aku bertanya: Siapa kalian? Mereka menjawab: Kami adalah orang yang memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya, dan mencegah keburukan tetapi kami melakukannya.”
Dengan demikian, akan terjadi chaos jika ada orang alim yang tidak mengamalkan ilmu, dan banyak sekali orang bodoh yang tidak mau belajar sama sekali.

Sikap Seorang Pencari Ilmu

Sebelum mengamalkan setiap ilmu agar menjadi ilmu yang bermanfaat, perlu kita ketahui bahwa ada beberapa sikap yang biasanya seorang pencari ilmu itu memilikinya.

Pertama

Menjadikan ilmu sebagai tujuan untuk meraih akhirat. Tidak ada tujuan selain mencari ridho Allah Swt. Ini termasuk orang-orang yang beruntung.

Kedua

Mencari ilmu untuk menunjang kehidupannya, dan menggunakan ilmunya untuk memperoleh kemuliaan, pangkat dan harta. Orang yang seperti ini, adalah orang yang lemah hatinya dan rendah tujuannya. Ini termasuk orang yang menghawatirkan. Dan jika ajalnya dipercepat, sebelum ia melakukan taubat (ketika melakukan hal yang tidak diridhoi oleh Allah), dikhawatirkan ia akan mati dalam keadaan su’ul khotimah. Tetapi, jika ia bertaubat sebelum ajalnya, sudah pasti tergolong orang yang beruntung. Dalam Bidayatul Hidayah Imam Al-Ghazali menuliskan:

فإن التائب من الذنب كمن لا ذنب له

“Sesungguhnya orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

Ketiga

Seseorang yang sudah dikuasai oleh pengaruh setan, ilmunya ia gunakan untuk memperbanyak harta, membanggakan jabatan, merasa agung dengan banyaknya pengikut. Orang seperti ini, di dalam hatinya tersirat bahwa ia ada di sisi Allah, karena perangai dan ucapannya ia anggap seperti orang yang berilmu. Padahal, ia amat tamak pada dunia dzahir dan batinnya. Ini termasuk orang-orang yang celaka. Ia lupa bahwa Allah dalam al-Quran sudan berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (QS. As-Shaff : 2)

Orang yang alim, selalu menjadi tuntunan bagi orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Jika tingkah laku orang yang alim merujuk pada dunia, orang-orang yang mengikutinya pun akan begitu. Di sinilah ibadah pada Allah justru berbalik menjadi perbuatan maksiat pada-Nya.

Dengan demikian, ketakwaan seseorang adalah kunci untuk mendapatkan hidayah, senantiasa terjaga dari sesuatu yang tidak baik. Takwa berarti melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-larangannya. Semoga kita dijadikan orang yang takwa lahir dan batin.

Baca juga:
ILMU YANG MELAKNATI PEMILIKNYA

Simak juga:
Pentingnya Menghafal Dasar-dasar Agama

Pentingnya Mengamalkan Ilmu

Kunjungan SMPN 04 Kota Madiun

LirboyoNet, Kediri–Sabtu (22/02) untuk kedua kalinya SMPN 04 Madiun berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, yang sebelumnya berkunjung lima tahun yang lalu.

Sekitar dua ratus siswa-siswi yang ikut dalam kunjungan wisata religi ini, bersama dengan tujuh belas Guru Pembimbing.

Bapak Bastio sebagai Wakil kepala sekolah memberikan sambutannya, “Suatu kebanggaan bisa hadir disini,” ungkap wakil kepala sekolah SMPN 04 itu.

“Kami sangat memohon kepada para ustadz di Pondok Pesantren Lirboyo, untuk memberikan sedikit bekal kepada anak-anak kami yang kesini, guna menjalani pergaulan di luar yang amat mengkhawatirkan moral anak-anak.” Pungkasnya.

Baca juga: Terbukanya Dagu Wanita dalam Salat

Sambutan selanjutnya atasnama Pimpinan Pondok yang disampaikan oleh Bapak Agus Zulfa Ladayrabbi. Dalam sambutannya, Gus Zulfa menegaskan bagi yang belum mengetahui Nama Pondok Pesantren Lirboyo adalah Hidayatul Mubtadiin. Beliau juga menceritakan kisah pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, mengajak anak-anak SMPN 04 Madiun berkelana dalam cerita mondoknya KH. Abdul Karim.

Beliau juga menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo itu tidak anti-formal, “Hal ini terbukti dengan adanya pondok unit dari induk pondok pesantren Lirboyo, yang menyediakan sekolah formal seperti di al-mahrusiyah,” tutur beliau.

Tujuan induk untuk tetap eksis dengan kitab kuning, tidak lain adalah untuk menjaga kultur pondok pesantren.

Tak lupa beliau juga menjelaskan sedikit tentang budaya belajar mengajar di pondok lirboyo.

Beliau juga berpesan pada anak-anak SMPN 04 untuk memegang prinsip

اَلْعِلْمُ بِالتَعَلُّمِ وَالْبَرَكَةُ بِالْخدْمَةِ

“Ilmu didapat dengan belajar, dan berkah didapat dengan khidmah.”

Khidmah ini jika di lirboyo direalisasikan dalam bentuk khidmah santri kepada kiai.

“Sedikit contoh adalah, menggelar sajadah ketika kiai hadir mengimami jama’ah dimasjid agar dilewati oleh beliau. Atau sesederhana merapikan sandal kiai.” Pungkas Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara selesai pukul 10:19 Wib, ditutup dengan doa oleh Bapak Bastio dari SMPN 04 Madiun, dan tak lupa pemberian cinderamata dari SMPN 04 kepada Pondok Pesantren Lirboyo, begitu pula sebaliknya. Semoga dengan adanya kunjungan wisata religi ini, menambahkan semangat para pelajar untuk melanjutkan belajar di Pondok Pesantren.

Baca juga: Hakikat Fikih dalam Beramal Sholih

Pengukuhan dan Pembekalan Wajib Khidmah Ma’had Aly Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- Dalam rangka menyongsong wajib khidmah 1 tahun yang akan dijalani pada tahun akademik mendatang, Ma’had Aly Lirboyo menyelenggarakan Pengukuhan dan Pembekalan Wajib Khidmah pada senin kemarin (10/02).

Bertempat di Auditorium Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, sebanyak 580-an mahasantri semester VI mengikuti pembekalan yang disampaikan oleh KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, Mudier Ma’had Aly Lirboyo.

Dalam pengarahannya, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar memberikan banyak materi seputar khidmah wajib yang mana hal tersebut merupakan sarana implementasi hasil belajar bagi wisudawan Ma’had Aly Lirboyo serta bentuk pengabdian diri di masyarakat.

Makna atau faedah dari khidmah ini banyak sekali. Di antaranya khidmah dijadikan sebagai praktek belajar selama masa studi di Ma’had Aly. Pengalaman yang akan didapatkan selama khidmah akan bermanfaat ketika nanti terjun langsung di masyarakat.” Tegas Yai Atho’.

Selain itu, beliau juga menegaskan bagaimana etika ketika berdakwah di masyarakat. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan. Kedua, merubah kebiasaan yang ada menjadi lebih baik dengan tetap menghormati dan memohon restu tokoh atau sesepuh setempat. Ketiga, apabila melihat sesuatu yang tidak “pas”, maka hendaknya diubah dengan cara baik dan memberikan solusi yang tepat dan bijak. []

Ngaji Tasawuf bersama Dr. KH. Luqman Hakim

LirboyoNet, Kediri – Senin (27/01) Mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo berbondong-bondong memasuki Aula al-Muktamar di pagi hari, untuk mengikuti kuliah umum dengan tema Tasawuf Kebangsaan. Dalam kesempatan kuliah kali ini, pakar tasawuf Dr. KH. M. Luqman Hakim menjadi narasumber.

Acara yang dimulai pukul 10:00 Wib itu berjalan seirama dengan rencana. KH. An’im Falahuddin Mahrus menegaskan dalam sambutan beliau bahwa, “Kami pernah ikut ngaji dengan beliau di Kalibata,mengaji hikam. Jadi, anggota DPR disuruh ngaji tasawuf.”

Menurut KH. An’im Falahuddin Mahrus bukan sesuatu yang bertentangan antara perjuangan dan tasawuf.  Antara perjuangan dengan siyasah. “Bahkan definisi siyasah yang mencetuskan adalah ulama tasawuf. Al-Ghazali sebagai contoh.”

Narasumber menyampaikan dengan lugas bagaimana menerapkan konsep tasawuf dalam berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah, “Tasawuf di dalam berbangsa, seperti ruh. Bangsa sebagai jasad, danruhnya adalah adab dan akhlak.” Tutur beliau,

“Bagaimana membangun spirit roh budaya dalam bangsa? Itu tugas tasawuf. Dalam kehihdupan berbangsa, ada rumah besar bernama Indonesia, yang pilar-pilarnya adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD ’45. Dan tugas tasawuf adalah membangun jiwa siapapun yang menghuni rumah besar itu. Tuan rumahnya sebenarnya adalah para pengajar nilai-nilai tasawuf, yakni ulama-ulama kita.”

Acara selesai pukul 13:00 Wib, ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus.[]

Simak Selengkapnya di Youtube Pondok Pesantren Lirboyo: Tasawuf Kebangsaan | Kuliah Umum

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FMP3 Ke-XXIV di Pondok Pesantren Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) yang digelar di Pondok Pesantren yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri telah usai. Selama dua hari, 22-23 Januari 2020, ratusan santri dari berbagai pesantren putri di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini melakukan diskusi ilmiah terkait problematika faktual dan aktual yang berkembang di masyarakat, mulai dari permasalahan nafkah di era millenial, Youtubers bersyariah, dan berbagai persoalan lainnya.

Dalam forum yang menjadi agenda tahunan pondok pesantren putri ini, semua peserta dibadi ke dalam tiga komisi, yakni A, B, dan C. Selain diskusi yang dibagi ke dalam dua sesi, seminar kebangsaan menjadi acara pamungkas.

Untuk mendownload hasilnya, klik tautan berikut:

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FMP3 Ke-XXIV