Tag Archives: MHM

Hakikat Fikih dalam Beramal Sholih

Hakikat fikih, dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin adalah sesuatu yang terletak dalam hati dan tampak di lisan. Fikih memberi manfaat terhadap pengetahuan, juga menyebabkan rasa takut. Pengetahuan fikih menjadikan kita tahu kewajiban sebagai seorang muslim, juga membuat takut ketika melakukan sesuatu yang dilarang oleh syariat.

Peranan penting ulama sebagai seseorang yang mengetahui syariat islam, sudah menjadi keharusan baginya untuk menyampaikan kepada umat, terlebih yang ahli ibadah. Namun, kadang esensi fikih (seperti yang sudah dijelaskan di atas) membuat seseorang yang ahli fikih hanya tahu teori dan praktik tanpa menghayatinya. Artinya, ilmu fikih yang mencakup rangkaian ibadah itu hanya akan diamalkan karena rasa takut atau rasa riya’ ketika menjalankannya, tidak karena Allah taala.

Tonton Tasawuf Kebangsaan di Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

Karena hal ini, Imam an-Nawawi mengatakan, “Seorang ulama tidak akan tampak karomahnya, seperti halnya orang yang ahli ibadah, meskipun ulama lebih utama, ketika ada sifat riya’ dalam dirinya.”

Seorang laki-laki bertanya kepada Abu Hurairah R.a., ia berkata “Aku menginginkan belajar ilmu (fikih), disaat yang sama aku juga takut suatu saat menyia-nyiakannya.” Abu Hurairah menjawabnya dengan “Kamu meninggalkan (belajar) ilmu, itu adalah kesia-siaan.” Jawaban ini bukan tanpa alasan, dimana laki-laki tersebut takut ketika ia mengetahui banyak hukum dalam fikih, ia tidak mengamalkannya karena takut bahwa yang dia lakukan akan sia-sia, ada unsut riya’ di dalamnya. Ini juga tidak baik.

Dalam hal ini, Imam Haramain berkata, “Termasuk tipu daya syaitan, meninggalkan amal karena takut dibicarakan orang-orang, bahwa ia seseorang yang munafik.”

Syaitan tercipta lebih pintar daripada manusia dalam urusan menggoda, terlebih ketika akan melakukan amal shalih. Sesuatu yang sangat sia-sia, bahkan bisa dikatakan sulit dan tidak mungkin, mensucikan amal dari godaan syaitan itu sendiri.

Ketika seseorang masuk sebuah lingkaran setan, menjadikannya selalu urung melakukan amal baik, dikarenakan takut dicap orang yang munafik, sampai akhir hayatnya ia tak akan berbuat amal baik.

Dengan demikian, pengetahuan fikih sangatlah penting untuk acuan manusia dalam beramal baik, juga dibutuhkan keberanian dan menata hati disetiap amal yang dikerjakannya.

Fadhilah Ilmu: Belajar dan Mengajar

Lomba Ilmiah Islami 2019

Lirboyo.Net, Kediri—Mengawali kegiatan minggu pertama dibulan Februari tepatnya pada jum’at (8/2/2019) Pondok Pesantren Lirboyo mulai melaksanakan serangkaian kegiatan menyambut Haul-Haflah Akhirussanah 1440 H Pondok Pesantren Lirboyo ke-109 diawali dengan pelaksanaan lomba ilmiah islami. Banyak materi yang dilombakan pada kegiatan ini dan pada dasarnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi ada beberapa jenis perlombaan yang baru yakni MQK Fath al Qorib dan MQK Ihya ‘Ulumuddin. “yang perlu kalian ketahui bahwa sekarang ada materi baru yang dilombakan dalam Lomba Ilmiah Islami tahun ini yakni MQK Fath al Qorib dan MQK Ihya ‘Ulumuddin yang mana pada tahun sebelumnya sudah ada lomba yang baru yaitu ngaji dampar dan Alhamdulillah banyak yang ikut”. Tutur panitia pelaksana Lomba Ilmiah Islami 2019 Agus M. Syarif Hakim.

Untuk pekan pertama Lomba Ilmiah Islami kategori yang dilombakan meliputi Musabaqoh Tartilil Qur’an, Cerdas Cermat Islami, Ngaji Dampar, Hifdzu Matan Al Ajurrumiyyah, Hifdzu Matan Taqrib. Sorak sorai para santri kian ramai saling mendukung utusan daerah atau unit masing-masing.

Bpk. M Lukman Hakim selaku panitia Haul-Haflah Akhirussanah 1440 H Pondok Pesantren Lirboyo ke-109 membuka secara simbolis agenda Lomba Ilmiah Islami sekaligus menginformasikan serangkaian agenda-agenda haul-haflah dalam beberapa minggu kedepan dan puncaknya pada tanggal 23 April 2019/18 Sya’ban 1440. Acara pembukaan Lomba Ilmiah Islami pun ditutup dengan pembacaan do’a oleh Agus H. Izzul Maula Dyilaulloh.

Kunjungan Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh

LirboyoNet, Kediri—Mengawali tahun 2019 minggu siang (6/1/2019) Pondok Pesantren Lirboyo kedatangan kunjungan silaturahmi sekaligus studi banding dari yayasan Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh. Kedatangan rombongan dari Aceh pun disambut dengan hangat oleh pimpinan pondok dan pimpinan madrasah dengan ditemani Agus H. Adibussoleh Anwar di Kantor Muktamar.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, rombongan yang dibawa pun tidak banyak  hanya pimpinan Yayasan RAIB yang jumlahnya 5 orang yakni H. Khairul Azhar S.Ag (Sekretaris Yayasan RAIB), Prof. DR. H. Syarizal Abbas MA (Ketua Komite Madrasah RAIB), DR. H. Hasan Yakub M.Pd (Pengawas Yayasan RAIB), Tgk. Suryadi S.Ag (Direktur), dan Kusandi MA (Wakil Direktur Bidang Akademik).

Diawali dengan sambutan Agus H. Adibussoleh Anwar, dalam sambutannya beliau menyampaikan terkait penerapan kegiatan pondok pesantren Lirboyo, dari mulai sistem belajar, menejemen pondok pesantren, dan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di pondok pesantren Lirboyo. Begitupun disiplin-disiplin yang diajarkan pondok pesantren antaranya kemandirian, pendidikan moral, dsb.

Sambutan selanjutnya atasnama pimpinan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien dan lembaga Ma ’had Aly Lirboyo Bapak Imam Rosihin. Dalam kesempatannya beliau sedikit banyak menyampaikan hal-hal yang menjadi fokus di Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien yakni pendidikan pesantren salaf (kitab kuning). Terlepas dari pada itu, salah satu metode yang ditekankan di Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien ialah hafalan, dan musyawaroh (diskusi). Pertemuan yang berlangsung siang itu tidak lama, semoga apa yang menjadi tujuan bisa bermanfaat.

Halal Bi Halal Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien

LirboyoNet, Kediri- Seiring dengan berakhirnya masa libur para santri, kegiatan belajar mengajar di Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Pondok Pesantren Lirboyo mulai aktif kembali. Untuk tingkat Aliyah dan Ma’had ‘Aly kegiatan belajar mengajar telah aktif sejak hari Jumat (29/06) dan untuk tingkat Ibtidaiyyah dan Tsanawiyah mulai hari sabtu (30/06) kemarin.

Sebagai agenda pembuka tahun ajaran baru, kemarin malam (02/07) diadakan acara Halal Bi Halal Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Pondok Pesantren Lirboyo. Jajaran pengurus dan ratusan staf pengajar Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) dari seluruh tingkatan memadati aula gedung lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L).

Dalam mauidzoh hasanahnya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menjelaskan bahwa silaturrahim akan meningkatkan kualitas hidup. “Apabila silaturrahim ini bisa dijalin dengan baik maka akan memuculkan persatuan. Kemudian apabila sudah terbentuk persatuan, maka akan menjadikan kehidupan semakin baik“, tutur beliau.

Beliau menambahkan, pendidikan di pesantren salaf merupakan solusi terbaik untuk zaman sekarang. Karena selain berupa pengajaran, pesantren salaf juga melakukan tarbiyah (pendidikan) moral demi menciptakan akhlaqul karimah.

Terakhir, beliau berpesan agar senantiasa ikhlas dalam berkhidmah kepada madrasah ataupun pondok. Karena dengan berkhidmahlah yang dapat menjadikan ilmu itu berkah. “Bil Khidmah Tunalu al-Barokah. Dengan berkhidmah akan diperoleh keberkahan”, pungkas beliau di akhir ceramahnya.[]

Surat Ketetapan Ma’had Aly MHM

PEMBERITAHUAN RESMI MHM
Nomor : 55/Asn/MHM/L/II/2018

Bismillahirromanirrohim,

Dengan memohon rahmat dan hidayah Alloh SWT. Kami segenap Pimpinan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) Lirboyo memberitahukan kepada Santri, Alumni, Wali Murid dan Simpatisan Pondok Pesantren Lirboyo bahwa :

1. Berdasarkan petunjuk dan restu dari Masyayikh dan Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren Lirboyo;
2. Memperhatikan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia tentang pendirian Ma’had Aly Lirboyo dan Satuan Pendidikan Mu’adalah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah).

Maka Segenap Pimpinan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien menetapkan jenjang pendidikan sebagai berikut :

1. 6 tahun Satuan Pendidikan Mu’adalah Madrasah Ibtidaiyah (setara MI/SD);
2. 3 tahun Satuan Pendidikan Mu’adalah Madrasah Tsanawiyah (setara MTs/SMP);
3. 3 tahun Satuan Pendidikan Mu’adalah Madrasah Aliyah (setara MA/SMA);
4. 4 tahun Ma’had Aly Lirboyo Marhalah Ula (setara S1), dengan Progam Pendidikan ‘Fiqh dan Ushul Fiqh’, Takhassus ‘Fiqh Kebangsaan’.

Jenjang Pendidikan tersebut di atas tanpa mengubah sedikitpun nilai-nilai pendidikan salaf yang telah menjadi ciri khas pendidikan Pondok Pesantren Lirboyo.

Ketetapan ini berlaku semenjak diresmikan dalam Sidang Paripurna Kuartal II & III MHM pada tanggal 23 Jumadal Ula 1439 H./ 09 Pebruari 2018 M. oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Demikian pemberitahuan ini. Atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

Lirboyo, 24 Jumadal Ula 1439 H.
10 Pebruari 2018 M.

PIMPINAN MADRASAH HIDAYATUL MUBTADI-IEN

Ttd,

H. ATHO’ILLAH S. ANWAR

Adapun mengenai informasi yang beredar, bila tidak persis sama dengan statemen resmi ini, adalah informasi yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoax).