Santri Sedang Dakwah

Betapa Santri Harus Jadi Dai Setiap Hari

Santri seharusnya menyadari statusnya yang religius itu. Salah satu konsekuensinya adalah dia harus menjadi dai dalam kesehariannya. Menjadi dai yang harus santri sandang itu bukan hanya mengamalkan ilmu ketika di pesantren, tapi hidup di tengah masyarakat. Menjadi dai atau menjadi juru dakwah harus melekat pada sanubari santri. Hati dan pikirannya harus senantiasa tertambat pada tugas…

Lanjutkan

Tafsir Modern VS Klasik dalam Problematika Umat

Alquran dalam pandangan Islam adalah intisari dari semua pengetahuan. Bukan sekedar pengetahuan metafisis-religius yang berisi petunjuk moral dan hukum agama yang menjadi pedoman kehidupan, akan tetapi Alquran juga mengandung beberapa tingkatan pengertian dan pemahaman sesuai dengan karakter dan tingkat keilmuan pribadi sang pemaham. Terkadang sebuah kepentingan, situasi, serta kondisi juga ikut andil dalam memahami pesan…

Lanjutkan

Transformasi Masyarakat Transisional Menuju Masyarakat Madani

“Al Insanu Madaniyyun bi at Thab’i.” Manusia adalah makhluk berperadaban secara instingtif, demikian Ibnu Khaldun dalam karya fenomenalnya. Jika manusia disebut sebagai makhluk berperadaban, kita tidak dapat memisahkankannya dari definisi lain manusia, yang dikatakan para pakar sebagai “Hewan yang bisa berpikir.” Kemampuan untuk berpikir ini bersumber dari anugerah yang diberikan Allah Swt pada manusia, yaitu…

Lanjutkan

Sejarah Masjid Lirboyo

Asal mula berdirinya masjid di Pondok Lirboyo, karena Pondok Pesantren yang sudah berwujud nyata itu kian hari banyak santri yang berdatangan, sehingga dirasakan KH. Abdul Karim, belum dianggap sempurna sebuah pesantren kalau belum ada masjidnya. Maka dua setengah tahun setelah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo, tepatnya pada tahun 1913 M. timbullah gagasan dari KH. Abdul Karim…

Lanjutkan

Memegang Tafsir Quran Saat Haid

Admin yang terhormat. Seorang wanita yang sedang haid, apakah boleh memegang tafsir quran, seperti Shafwatu al Bayan li Ma’ani Alqur’ani al Karim? Fitri Admin – Saudari Fitri yang berbahagia. Hukum menyentuh atau membawa Alquran bagi orang yang hadats (tidak suci) masih diperselisihkan oleh para ahli fikih: Menurut Imam Dawud al Dzahiri, hukumnya diperbolehkan secara mutlak, walaupun Alquran…

Lanjutkan

Kembali Pada Renungan yang Terlupakan

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Yunus [10]: 3) Ayat di atas…

Lanjutkan

Jadwal Pengajian Ramadlan Pondok Lirboyo 2016

LirboyoNet, Kediri – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadlan kali ini Pondok Pesantren Lirboyo juga menggelar pengajian kilatan. Tahun ini 63 Qori’ akan membacakan lebih dari 50 judul kitab dengan berbagai disiplin ilmu, mulai tafsir (surat yasin), fikih, akhlak, dll. Diagendakan, pengajian kilatan ini akan selesai sebelum acara Haul Simbah KH Abdul Karim, tanggal 20 Ramadlan /…

Lanjutkan

Kontruksi Nalar dan Perkembangan Ahlus Sunnah wal Jamaah

Menilik sejarah umat Islam di masa akhir khilafah dan masa-masa setelahnya, Ahlus Sunnah Wal Jamaah merupakan kekuatan riil yang berkembang dan mengakar melalui perjuangan di luar lingkaran pertikaian. Saat konflik mulai merusak berbagai sendi kehidupan umat, sekelompok sahabat dan generasi sesudahnya selalu bersikap tawasuth; mengambil jalan tengah, dan tawazun; seimbang di dalam menyikapi setiap persoalan,…

Lanjutkan
bayi-tabung

Hukum Bayi Tabung

Kang Admin yang saya hormati. Saya mempunyai pertanyaan, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena bayi tabung? Sholihin Arenies   Admin – Bayi tabung dilarang oleh agama. Karena cara yang digunakan menyalahi tuntunan syariat, yaitu dengan cara mencampur sperma dengan indung telur (ovum) dalam tabung, kemudian memasukkannya ke rahim wanita yang bukan isterinya. Ini sama halnya dengan menanam…

Lanjutkan

Menggapai Kebahagiaan dengan Keikhlasan Niat dan Amal

Oleh: KH. Imam Yahya Mahrus السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. نَحْمَدُ اللهَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ وَنُؤْمِنُ بِهِ إِيْمَانَ الْمُوْقِنِيْنَ وَنُقِرُّ بِوَحْدَانِيَّتِهِ إِقْرَارَ الصَّادِقِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ خَالِقُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرَضِيْنَ مُكَلَّفُ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ أَنْ يَعْبُدُوْهُ عِبَادَةَ الْمُخْلِصِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى جَمِيْعِ النَّبِيِّيْنَ وَعَلَى…

Lanjutkan