Pujangga Kitab Ad-Diba’i dan Keistimewaan Al-Fatihah

Pujangga Kitab Ad-Diba’i dan Keistimewaan Al-Fatihah | Kitab maulid adalah kita-kitab yang menerangkan tentang kisah perjalanan hidup Rasulullah saw. Sang Cahaya dan Rahmat bagi alam semesta. Banyak sekali kitab yang merangkan tentang pribadi Nabi. Salah satu kitab yang paling populer di kalangan umat Islam Indonesia adalah kitab Maulid Ad-diba’i atau Diba’.  Istilah ini diambil dari…

lanjutkan
Kisah Israiliyat

Menyoal Kisah Israiliyat

Kisah Israiliyat ialah kisah yang secara turun temurun dikisahkan dari Bani Israil. Kisah Israiliyat ini banyak kita temui menghiasi berbagai khazanah turats. Pengenalan kisah ini dalam Islam bermula dari banyaknya ahli kitab yang memeluk Islam. Setelah memeluk Islam, mereka mengisahkan kisah-kisah bangsa terdahulu yang berkembang dikalangan ahli kitab.(1) Akan tetapi banyak kisah-kisah Israiliyyat yang sulit…

lanjutkan

Kisah Bisyr bin Harits: Mantan Preman yang Meraih Derajat Mulia

Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi (w. 227 H) pernah mengisahkan: Pada suatu kesempatan, aku bermimpi bertemu Baginda Rasulullah Saw. Dalam mimpi itu, Rasulullah Saw. bertanya kepadaku, “Wahai Bisyr, tahukah kamu kenapa Allah Swt. meninggikan derajatmu mengalahkan teman-temanmu?”  “Tidak tahu, Wahai Rasulullah,” Jawabku. “Sebab engkau mengikuti sunahku, mengabdi kepada orang salih, memberi nasihat pada teman-temanmu…

lanjutkan

Khotbah Jumat: Meningkatkan Cinta Kepada Nabi

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و…

lanjutkan

Nilai Penting Mempelajari Sejarah Nabi

Dr. Said Ramadhan Al-Buthy dalam karyanya yang berjudul Fiqh as-Sirah an-Nabawiyah menjelaskan, bahwa mempelajari dan memahami perjalanan hidup Nabi saw. bukanlah semata-mata bertujuan mencermati pelbagai peristiwa sejarah, bukan pula sekedar meriwayatkan aneka kisah dan kejadian yang sebenarnya. Akan tetapi, tujuan mempelajari sejarah perjalanan hidup Nabi saw. adalah agar umat Muslim dapat menggambarkan hakikat Islam yang…

lanjutkan

Sekilas Tentang Pengucapan Sayidina

Mengucapkan ‘sayidina’ kepada nabi Muhammad sering menjadi perbincangan hangat di antara umat  muslim. Sebagian dari mereka melarangnya dengan dalil: أن رجلا قال يا محمد يا سيدنا وبن سيدنا وخيرنا وبن خيرنا فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : يا أيها الناس عليكم بتقواكم ولا يستهوينكم الشيطان أنا محمد بن عبد الله عبد الله…

lanjutkan

Kisah Taubat di Akhir Hayat

Diceritakan dari sahabat Umar bin Khattab RA: Suatu hari aku berjalan bersama Rasulullah SAW. Kami berdua menjenguk salah satu sahabat dari golongan Anshor yang hampir menghembuskan nafas terakhirnya. Melihat keadaannya yang demikian, Rasulullah SAW berkata pada sahabat tersebut, “Bertaubatlah engkau kepada Allah”. Karena keadaan yang begitu parah, sahabat tersebut tidak mampu mengucapkan sepatah katapun dari…

lanjutkan

Menghayati Perjalanan Isra’ Mi’raj

Dalam sebuah keterangan yang terdapat dalam kitab Tafsir At-Thobari, peristiwa Isra’ dan Mi’raj diartikan sebagai peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Mekah menuju Masjid Al-Aqsha di Baitul Muqaddas (Jerusalem), lalu dilanjutkan dengan perjalanan dari Qubbah As-Sakhrah menuju Sidratul Muntaha (akhir penggapaian).[1]  Kronologi tersebut sebenarnya sudah dideskripsikan secara jelas oleh Allah SWT dalam…

lanjutkan

Kisah Hikmah Maulid Nabi

Syaikh Abdullah bin ‘Isa Al-Anshari berkata: Tetanggaku adalah seorang wanita yang sholihah. Dia mempunyai seorang anak lelaki yang sholih. Wanita yang sholihah tersebut tidak memiliki harta selain satu dinar hasil pekerjaan tenunnya. Saat wanita tersebut meninggal dunia, anaknya yang sholih tersebut berkata kepada dirinya, “Uang satu dinar ini adalah hasil jerih payah ibuku. Demi Allah,…

lanjutkan

Bermaulid dengan Kemunkaran

Sejarah mencatat, perayaan ini secara riil  pertama kali diprakarsai dan digagas oleh Raja Mudhoffar Abu Sa’id Kukuburi bin Zainuddin Ali Ibnu Buktikin, penguasa Arbil (salah satu kota di Irak).[1] Dan sejak saat itulah perayaan maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan setiap tanggal 12 robiul awwal menurut kalender Hijriyah tersebut menjadi sebuah tradisi tahunan agung umat…

lanjutkan