Kritik Nalar Mu’tazilah atas “Kebaikan” dan “Keburukan”

Kritik Nalar Mu’tazilah atas “Kebaikan” dan “Keburukan” Oleh : Muhammad Bagus Fatihulridla Secara bahasa, Mu’tazilah berasal dari kata “I’tazala” yang bermakna memisahkan diri. Istilah ini diambil berdasar sejarah awal kemunculan kelompok ini, yakni sejak pemisahan diri pencetus paham ini: Washil bin Atho’ dari Majelis Imam Hasan Al-Bashri. Mu’tazilah muncul sejak era Dinasti Umayyah, kemudian ajarannya…

lanjutkan
Tradisi haji dalam budaya terdahulu

Implementasi Metode Pemikiran Aswaja

Sejarah kehidupan yang telah dibangun oleh manusia telah menghasilkan peradaban, kebudayaan, dan tradisi. Tiga hal tersebut merupakan perwujudan karya dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan kehidupan yang dihadapinya dalam lingkup wilayah tertentu. Suatu bangsa yang membangun kebudayaan serta peradaban akan selalu cocok dan sesuai dengan nilai-nilai tradisi serta prinsip sosial yang dianut. Semuanya akan…

lanjutkan