Tag Archives: Pondok Salaf

Semangat Baru Berkat Dawuh Masyayikh

LirboyoNet, Kediri – Wajah baru kepengurusan Pondok Pesantren Lirboyo masa bakti tahun 2011-2012 M. telah resmi di lantik oleh Masyayikh  Pondok Pesantren Lirboyo.

Kedisiplinan, Kekompakan dan keihlasan ibarat satu kesatuan yang tak akan bisa terpisah, Pesan beliau Romo yai Anwar Manshur pada saat pengarahan sidang pleno ke-1 Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Diantara yang hadir dalam sidang pleno ke-1 adalah seluruh pengurus dan Masyayikh Pondok pesantren Lirboyo, diantaranya: Romo Yai Muhammad Anwar Manshur, Romo Yai Muhammad Abdul Aziz Manshur, KH. Nurul Huda Ahmad dan Agus Yasin Emka.

Sidang pleno yang ada di PP. Lirboyo adalah sidang yang berisi pembacaan hasil kebijakan Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren Lirboyo berupa: resafel pengurus dan kebijakan-kebijakan lainnya, Sekaligus tonggak awal pelaksanaan tanggung jawab.

Kantor Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo tepatnya tanggal 16 Dzulqo’dah 1432 H./14 Oktober 2011 M Pukul 20.00 Wis menjadi saksi bisu di gelarnya acara pelantikan tersebut.

Pembacaan hasil ketetapan Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren Lirboyo oleh Agus Abdul Qodir Ridlwan selaku Ketua Umum Pondok Pesantren Lirboyo.

Diantara pesan Romo Yai Muhammad Abdul Aziz Manshur:

جدد السفينة فاءن البحرعميق الحديث “ Perbaharuilah perahu kalian, karena laut yang akan engkau arungi bertambah dalam”. Dawuh itu memang sangat tepat, karena ibarat kapal semakin ke tengah maka ombak dan angin pasti akan lebih besar juga, apalagi kalau kita tidak punya pegangan, maka kita akan terombang-ambing oleh ombak.

Disamping itu dawuhnya Yai Anwar juga tak kalah mendalam, yaitu” Relakanlah jiwa ragamu hanya untuk mengabdi ke Pondok Pesantren Lirboyo”. Nang

Lirboyo Fasilitasi Bangkitnya Madin Tarbiyatul Athfal

LirboyoNet, Kediri – Sebagai salah satu usaha untuk melestarikan pendidikan agama sejak dini, Pondok Pesantren Lirboyo menfasilitasi bangkitnya kembali sebuah Madrasah Diniyah di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal dulu merupakan sebuah Madrasah diniyah yang pernah berjaya pada tahun 1960-an, namun karena keterbatasan tenaga pengajar, akhirnya Madrasah ini  menjadi surut dan akhirnya pada tahun 1990-an Madrasah ini menghentikan Aktifitas belajar mengajarnya karena beberapa Faktor.

Kemarin malam (Jum’at/07/10) KH. M. Anwar Manshur selaku pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Meresmikan kembali madrasah Diniyyah Tarbiyatul Athfal. Dengan format pengurus dan pengajar yang kesemuanya dari Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam seremonial peresmian Madin Tarbiyatul Athfal ini, hadir Pengasuh PP. Lirboyo, Seluruh Pimpinan PP. Lirboyo, Camat Mojoroto, Kapolsek Mojoroto dan puluhan Jamaah Masjid Darussalam.

Dalam sambutan atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo. H. Mukhlas Noer menyatakan, bahwa tujuan utama dari Pondok Pesantren Lirboyo dalam membantu bangkitnya kembali Madin Tarbiyatul Athfal ini semata-mata ingin membanti syiarnya pendidikan Agama di masyarakat yang dilandasi Faham Ahlussunah Wal Jamaah. “kehadiran kembali madin ini, merupakan salah satu tujuan untuk melengkapi pendidikan agama yang sudah ada di TPQ-TPA sekitar, jadi bukan malah ingin bersaing dengan TPQ dan TPA,” ujarnya mantap.

[ads script=”1″ align=”center”]

Hal senada disampaikan oleh KH. Mahfudz Hasan selaku sesepuh Madin tarbiyatul Athfal dan Masjid Darussalam. Masa masa kejayaan Madin Tarbiyatul Athfal ini harus dibangkitkan kembali, agar Syiar islam senantiasa terjaga, dan para generasi penerus bangsa selalu kuat imannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. M. Anwar Manshur, dalam Mauidzoh Hasanahnya sekaligus pembukaan secara simbolis madin Tarbiyatul Athfal menjelaskan bahwa tujuan dari Pondok Pesantren Lirboyo adalah murni dilandasi rasa Ikhlas untuk Berdakwah, oleh karenanya perlu mendapatkan dukungan dari emua pihak, baik dari Pemerintah, sesepuh dan tokoh juga masyarakat sekitar, “Monggo niatan sae kangge syia agamanipun Gusti Allah Niki kito dukung kanti maksimal,”ujar beliau santun. Lebih lanjut Kyai yang juga Anggota Rois Syuriyah PWNU Jatim ini, menjelaskan bahwa keberadaan para santri di madin ini bukan untuk menguasai keberadaan Madin, namun sekedar membantu keberlangsungan madin.”riff

Ratusan Tamu Allah Kota Kediri Diberangkatkan

LirboyoNet, Kediri – Sebanyak 315 orang jamaah calon Haji asal Kota Kediri Jatim, bertolak menuju asrama haji Sukolilo Surabaya (07/10). Rombongan Jamaah calon haji yang terdiri dari berbagai KBIH di Kota Kediri ini, menumpang 7 bus eksekutif dan dikawal dua unit mobil Patwal Polresta Kediri. Esok petang jamaah calon haji Kota Kedriri diperkirakan akan Take Off menuju Bandara King Abdul Aziz Jedah Saudi Arabia.

Dalam seremonial pelepasan jamaah calon Haji kota Kediri, yang dilaksanakan di Aula Muktamar Lirboyo Kediri Usai Sholat Jum’at itu, hadir beberapa pejabat teras Kota Kediri seperti Wakil Walikota Kediri, H. Abdullah Abu Bakar dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri. Dari unsur ulama hadir beberapa Kyai se Kota Kediri, seperti KH. Ilham Nadzir dan KH. Hasan Zamzami Mahrus.

Dalam sambutan singkatnya Wakil Walikota Kediri, H. Abdullah Abu bakar menyampaikan selamat jalan kepada Jamaah Haji asal kota Kediri, dan  seluruh warga kota Kediri senantiasa mendoakan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melasanakan Ibadah haji. Usai sambutan atas nama pemerintah, acara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Ilham Nadzir salah seorang Ketua MUI Kota Kediri, dan diteruskan dengan lantunan Adzan. Suasana mendadak hening dan sebagian hadirin tampak menitikkan air mata, sebab mereka akan berpisah untuk sementara dengan keluarganya.

Selanjutnya iring-iringan 7 Unit Bus Eksekutif yang mengangkut Jamaah calon Haji asal kota Kediri mulai bergerak meninggalkan Aula Al-Muktamar Lirboyo dengan kawalan ketat mobil Polisi. Lambaian tangan Jama’ah terhadap sanak keluarganya tak henti-hentinya dilakukan, menambah harunya suasanya pelepasan tersebut.

Dari keterangan yang dihimpun oleh Crew Lirboyo.net. Ketua Tiga Pondok Pesantren Lirboyo, Imam Mustaghfirin menjelaskan, “Untuk tahun ini dari keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, berkesempatan menjalankan Ibadah haji adalah, KH. Abduloh Kafabihi Mahrus beserta ibu Nyai Hj. Azza Kafabihi. Kyai Abdul Kholiq Ridlwan dan Agus Ibrahim Hafidz,” Jelasnya. Lebih lanjut Ustadz Imam Mustaghfirin menjelaskan sebetulnya masih ada Dzuriyyah Lirboyo yang akan menunaikan Ibadah Haji, namun sebagian ada yang ikut Kolter kota lain, bahkan KH. A. Idris Marzuqi bersama dengan Keponakannya Agus Yasin Emka mendampingi menteri Agama Surya Darma Ali dengan kapasitas Amirul Hajj Republik Indonesia. Riff

Lirboyo Resmi Buka Majelis Sholawat Rutinan Malam Jum’at

LirboyoNet, Kediri – Tepatnya malam jum’at, tanggal 29 September 2011 pukul 20.00 Wis pembukaan rutinitas Majelis Sholawat resmi di buka oleh beliau Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus di gedung Aula muktamar Lirboyo Kota Kediri.

Rutinitas sholawat malam jum’at ini bermula dari kegiatan santri pada waktu malam jum’at dengan tabuh-tabuhan di kamar, karena untuk melepas kepenatan selama satu minggu bergelut dengan mata pelajaran. Maka oleh Masyayikh pondok pesantren Lirboyo di berikan wadah yang positif berupa sholawatan sebagai ganti dari tabuh-tabuhan sekaligus sebagai wujud mahabbah santri terhadap baginda Rosululloh Muhammad SAW.

Majelis sholawat ini di kemas dengan bentuk grup rebana dari masing-masing daerah se-pondok pesantren Lirboyo. Dan Alhamdulillah pada pembukaan kemaren malam tak kurang dari tiga puluh grup rebana ikut andil dan tak kurang dari lima ribu muhibbin yang turut menyaksikannya.

Pelaksanaan Majelis Sholawat ini di agendakan setiap satu bulan sekali, yaitu pada malam jum’at pertama setiap bulan dan bertempat di gedung Aula Muktamar, tutur Ustadz HM. Mukhlas Nor selaku ketua satuPondok pesantren Lirboyo.(nang)

Halal Bihalal MHM, Mantapkan kembali kedisiplinan

LirboyoNet, Kediri – Setelah libur panjang dengan durasi waktu kurang lebih 2 bulan, akhirnya seluruh aktifitas belajar mengajar dilingkungan Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien Lirboyo, kembali berjalan sempurna, hal ini ditandai dengan dilaksanakannya acara Halal Bihalal pengurus dan pengajar MHM yang dilaksanakan tadi malam (selasa/13/09) digedung An-Nahdloh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh MHM KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur, Kepala  MHM KH. Habibulloh Zaini dan beberapa Pimpinan MHM, hadir pula seluruh Pengurus MHM dan pengajar MHM disemua tingkatan.

Acara tersebut diawali dengan pembukaan sekaligus ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H, Oleh Agus H. Abdul Muid Shohib selaku Mudier Tsanawiyyah MHM, selanjutnya diteruskan dengan pembacaan tata tertib pengajar MHM oleh Mudier Aliyah MHM KH. Atho’illah S. Anwar, dalam pembacaan tata tertib tersebut Kyai Atho’ menyampaiakan beberapa hal yang selama ini menjadi catatan para pengajar MHM, terutama dalam hal kedisiplinan waktu. Sebab akhir-akhir ini keaktifan pengajar mulai luntur sehingga berdampak terhadap anak didiknya.

[ads script=”1″ align=”center”]

Usai dibacakan tata tertib, acara dilanjutkan dengan Pembacaan Tahlil dan Do’a yang dipimpin langsung oleh KH. M. Anwar Manshur, dalam Muqqodimahnya Mbah Yai anwar menjelaskan bahwa pembacaan tahlil ini sebagai wujud syukur kehadlirat Allah SWT, atas kenikmatan yang telah kita terima selama ini, sehingga bisa berkumpul kembali di Pondok Pesantren Lirboyo dalam keadaan sehat wal afiat.

Dalam acara Mauidzotul Hasanah yang disampaikan oleh KH. A. Idris Marzuqi, Mbah Yai Idris mengharap kepada para pengurus dan pengajar MHM agar menggali kembali nilai-nilai ramadhan dalam kegiatan sehari-hari, terutama dalam kegiatan mengajar terhadap para santri, sehingga akan tercipta suasana pendididikan yang kondusif dan harmonis, karena dilandasi rasa ikhlas dalam mengajar.

Lebih lanjut, Kyai sepuh yang juga Muthasyar PBNU ini mengatakan momen idul fitri ini harus kita maksimalkan dengan baik, sehingga tidak ada lagi rasa iri dan dengki, dengan saling memaafkan antara satu dengan yang lain. Dalam kesempatan ini pula Mbah Yai Idris meminta Do’a Restu kepada seluruh pengurus dan pengajar MHM, karena beberapa minggu lagi beliau akan menunaikan Ibadah Umroh menemani Putri beliau. Riff