Tag Archives: santri putri

Pesantren Ramadlan P3HMQ 1437 H.

Sebagaimana unit lainnya, tahun ini Pondok Pesantren Putri HM Al-Quraniyah juga membuka pesantren ramadlan. Tata tertib santri ramadlan P3HMQ sebagaimana berikut :

KEWAJIBAN

  1. Bagi segenap santri ramadlan ketika datang dan pulang harus diantar wali dan sowan pada pengasuh.
  2. Mengikuti sholat berjama’ah baik maktubah atau sunnah (tarawih dan dluha).
  3. Melaksanakan piket, ro’an dan membuang sampah pada tempatnya.
  4. Memakai kerudung ketika di luar kamar.
  5. Mengikuti semua kegiatan ramadlan.
  6. Menta’ati peraturan dan tata tertib pondok.

LARANGAN

  1. Keluar atau pulang tanpa seizin pengurus atau pengasuh.
  2. Pulang sebelum penutupan.
  3. Memakai pakaian pendek mulai jam 06.00 Wis s/d tarawih.
  4. Menerima atau mengirim sesuatu pada selain mahrom.
  5. Menelpon mahrom yang di pondok putra tanpa seizin keamanan.
  6. Menelpon selain mahrom.
  7. Membawa dan mengaktifkan HP.
  8. Membawa dan menggunakan alat-alat elektronik.

SANKSI

Barang siapa melanggar tata tertib ini akan dikenakan sanksi

ATURAN TAMBAHAN

Hal-hal yang belum termaktub dalam tatib ini akan diatur kemudian

 JADWAL KEGIATAN

WAKTU KEGIATAN KETERANGAN
03.00 – 04.00 Makan sahur
04.30 – 05.30 Jama’ah sholat shubuh

+ Wirdul Lathif

05.30 – selesai Sema’an

Ngaji Ummi Azzah

Ngaji badal

Santri lama (Kantor)

Santri lama (Ndalem)

Santri baru (Musbar)

07.30 – 08.00 Jama’ah sholat dluha
08.00 – 08.30 Privat Santri baru

(Aula Lantai 3)

09.30 – 11.00 Ngaji Kitab Madarijus Su’ud Ust. Abdul fattah

(Mushola Lama)

11.00 – 12.30 Istirahat
12.30 – 13.00 Jama’ah sholat dzuhur

Mengaji Al Qur’an

Santri baru
13.00 – 15.00 Ngaji Kitab At-Tibyan Abuya Kafabihi (R.T)
15.00 – 16.00 Jama’ah sholat ashar
16.00 – 17.30 Ngaji Kitab Dalailul Khoirot

& Riyadlul Badiah

Ngaji Kitab Aby Jamroh

Abuya Kafabihi (R.T)

 

Ust. A.Afani

(Mushola Lama)

17.30 – 18.30 Jama’ah sholat maghrib

Berbuka puasa

19.30 – 20.00 Jama’ah sholat isya’

Jama’ah sholat tarawih

20.00 – 20.30 Tadarusan
20.30 s/d selesai Ngaji Kitab Arba’in Nawawi

Ngaji Kitab  Jawahirul Bukhori

Abuya Kafabihi

(Ruang Tunggu)


RINCIAN PEMBAYARAN PESANTREN RAMADLAN

SANTRI LAMA
Pendaftaran Rp. 8.000
Syahriyah Rp. 16.000
Administrasi Rp. 4.000
Listrik Rp. 6.000
Sanyo Rp. 3.000
Kost makan *) Rp. 150.000
Ta’jil Rp. 18.500
Jumlah Rp. 205.500
SANTRI BARU
Pendaftaran Rp. 10.000
Syahriyah Rp. 17.000
Administrasi Rp. 4.000
Listrik Rp. 6.000
Sanyo Rp. 3.000
Kalender Rp. 19.000
Kost makan *) Rp. 150.000
Ta’jil Rp. 18.500
Jumlah Rp. 227.500
*) Sewaktu-waktu bisa berubah

Pesantren Ramadlan P3TQ 1437 H.

Untuk bulan Ramadlan kali ini, Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an (P3TQ) membuka Pesantren Ramadlan. Kegiatan ini adalah salah satu program pendidikan yang diagendakan tahunan dalam setiap bulan suci Ramadlan. Aktivitas yang ada meliputi pengajian Alquran dan kajian kitab-kitab salaf.

Ada tiga kategori Pesantren Ramadlan yang tersedia. Untuk santri putri bil ghoibi (penghafal Alquran), bisa memilih antara di Pondok Barat, atau Pondok Timur. Satu kategori lagi adalah santri putri bin nazhori (tidak menghafal Alquran). Keterangan lebih lanjut ada di bawah ini.

Santri Bil Ghoibi Pondok Barat

Waktu

Kegiatan

03.00-03.30 Sahur
03.30-05.00 -Jamaah sholat hajat

-Jamaah sholat subuh

05.30-08.00 Semaan Alquran
08.00-11.00 Pengajian Kitab Kuning
11.00-12.00 Istirahat
12.00-12.30 Persiapan & Sholat Zuhur
13.30-16.00 Sorogan Ibu Nyai
16.30-17.00 Persiapan & Shalat Ashar
17.30-18.00 Pengajian kitab Dalailul Khairaat
18.00-18.15 Buka puasa
18.15-19.00 Persiapan & Shalat Maghrib
19.15-20.30 Shalat Isya & Tarawih
20.30-22.30 Semaan Alquran
22.30-03.00 Istirahat

 

Santri Bil Ghoibi Pondok Timur

Waktu Kegiatan
03.00-03.30 Sahur
03.30-05.00 -Jamaah sholat hajat

-Jamaah sholat subuh

05.30-08.00 Sorogan Ibu Nyai
08.00-11.00 Semaan Alquran
11.00-12.00 Istirahat
12.00-12.30 Persiapan & Sholat Zuhur
13.30-16.00 Pengajian Kitab Kuning
16.30-17.00 Persiapan & Shalat Ashar
17.30-18.00 Pengajian kitab Dalailul Khairaat
18.00-18.15 Buka puasa
18.15-19.00 Persiapan & Shalat Maghrib
19.15-20.30 Shalat Isya & Tarawih
20.30-22.30 Semaan Alquran
22.30-03.00 Istirahat

 

Santri Bin Nadzori

Waktu Kegiatan
03.00-03.30 Sahur
03.30-05.00 -Jamaah sholat hajat

-Jamaah sholat subuh

05.30-06.00 Sorogan Alquran
07.00-07.30 Semaan Alquran Kelompok
07.30-11.00 Pengajian Kitab Kuning
11.00-12.00 Istirahat
12.00-12.30 Persiapan & Sholat Zuhur
13.30-16.00 Pengajian Kitab Kuning
16.30-17.00 Persiapan & Shalat Ashar
17.30-18.00 Pengajian kitab Dalailul Khairaat
18.00-18.15 Buka puasa
18.15-19.00 Persiapan & Shalat Maghrib
19.15-20.30 Shalat Isya & Tarawih
20.30-22.30 Pengajian Kitab Kuning
22.30-03.00 Istirahat

 

Adapun cara pendaftaran santri sebagai berikut:

  1. Diantarkan oleh orangtua/wali dengan membawa surat keterangan kelakuan baik dari orangtua/wali.
  2. Mengisi formulir pendaftaran yang telah tersedia.
  3. Melunasi pembayaran, dengan perincian:
Administrasi Rp.

7.000

Syahriah Rp.

15.000

Uang gedung Rp.

15.000

Kos makan (20 hari) Rp.

136.000

Listrik dan pompa air Rp.

20.000

Block note Rp.

3.500

Kesehatan dan kebersihan Rp.

3.500

Nuzulul Quran Rp.

17.000

Rantang Rp.

10.000

Jumlah Rp.

219.000

Sementara untuk santri lama cukup membayar Rp. 183.000

Pendaftaran dibuka mulai 31 Mei 2016 M. di kantor sekretariat P3TQ, Jl. KH. Abdul Karim Lirboyo. Nomor telepon yang bisa dihubungi: (0354) 771856/780805.

Nasehat Habib Syech untuk Santri Putri

Setiap kebaikan yang kita lakukan, yang kita dapatkan dari guru kita, di situ berarti guru kita hadir dalam waktu kita melakukan kebaikan tersebut. Begitu pula shalawat kepada nabi Muhammad SAW. karena shalawat itu terus, tidak pernah henti. Jika berhenti shalawat berarti kiamat sudah habis. Jadi Allah selalu bershalawat maksudnya Allah selalu memudahkan lisan-lisan umat Muhammad SAW bershalawat kepadanya.

Alhamdulillah putri-putriku semuanya, ciri orang yang baik dia berada di wadah yang baik. Ciri orang yang baik dia selalu tertarik dengan kebaikan. Termasuk di tempat ini almarhum mbah Yai Idris (KH. A. Idris Marzuqi) membuat kebaikan demi kebaikan, yaitu amal jariyah, al ilmu yuntafau bih dengan putri-putrinya di sini. Putri-putri ini adalah putri-putri pilihan dari Allah yang diantarkan oleh orangtuanya ke tempat ini. Tempat ini adalah pilihan Allah, dan tempat yang dikasihi Rasulullah, dan apa yang ada di dalamnya pasti dipilih oleh Allah dan dikasihi oleh Rasulullah. Sebagaimana di hari ini adalah bertepatan dengan tanggal satu Rajab. Di bulan mulia, adik-adik kumpul di tempat ini, di bulan yang mulia, majelis yang mulia, di tempat orang mulia. Jadi alhamdulillah. Semua kemuliaan, dan mengingat Nabi yang mulia Muhammad saw.

Jadi alhamdulillah. Syukur, bersyukur, kita masih ada beliau-beliau ini yang meneruskan perjuangan perjuangan muassis pondok pesantren Lirboyo ini. Jadi mari terus semangat dan belajar, apalagi pelajaran Alquran. Orang yang menghafal Alquran, nanti di akhirat, orang-orang tuanya akan mendapatkan kanzun, akan mendapatkan mahkota. Orang tuanya yang tidak hafal, mendapat mahkota karena anak-anaknya yang hafal, bagaimana yang menghafal Alquran itu sendiri?

Jadi wahai putri-putriku yang menghafal Alquran, yang semangat, belajar juga yang semangat, jangan sampai kita putus asa. Kalian berada di tempat ini, karena kalian diharapkan menjadi wanita-wanita yang mengeluarkan keturunan keturunan min ahlil quran, min ahlil ibadah, min ahlil khoir, min ahlissunnah wal jamaah. Jadi kalian yang semangat. Karena kesemangatan kalian ini nantinya akan menghasilkan buah. Hasil itu nanti tergantung bagaimana semangat kita. Hasil seseorang itu karena tingginya ujian orang tersebut. Sewaktu orang dipuji, disitu tambah naik derajatnya. Di situ waktu kita menghadapi tantangan, adik-adik di pondok mesti mendapat tantangan nafsu, kepingin begini, males dan sebagainya, tapi  perangi, sabar, dan jaga. Terus lawan, karena itu nantinya akan membuat kita hancur. Kita lawan semua bentuk kemalasan, apapun yang membuat kita ini enggan untuk belajar, terus usahakan. Kalau kita bosan dalam belajar ini, kita cari jalan lain bagaimana cara mempelajari. Sistemnya yang beda. Saya kadang saat belajar, mulai jenuh, saya tutup buku itu, saya qasidah. Nanti habis qasidah, sudah agak tenang lagi, baru saya buka buku lagi. Insya Allah itu sebagai sarana supaya kita tidak bosan.

Manusia itu sifatnya bosan. Makanya para ulama, para kiai, setiap ada acara itu mesti ada selingan-selingan. Nah, selingan-selingannya itu membuat kita tidak jenuh. Mungkin nanti kita akan bacakan salah satu syiir beliau Mbah Idris, itu yang ya robbana ya robbana, itu selalu saya bawakan. Saya sampai saat ini rasanya seakan akan baru saja ditinggalkan oleh beliau. Bagaimana sifat beliau, kalau sudah duduk berdampingan dan masya Allah, luar biasa. Mudah-mudahan yang ada ini diberi panjang umur, sehat semuanya. Dan beliau yang meninggalkan kita, ruhnya insya Allah tidak pernah meninggalkan kita. Sebagaimana Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi kepada gurunya “wa ruuhuhu indana bawwaa. Ruh beliau selalu melindungi aku. Di mana pun aku berada di sana ada ruh guruku.”

Wahai putri-putriku, tidak mungkin terjadi seorang wali tanpa ibu yang shalihah. Jadi tidak mungkin keluar dzuriyah-dzuriyah yang limpat kecuali dari ibu-ibu yang hebat. Siapa mereka? adalah kalian yang dipersiapkan. Kalian dipersiapkan untuk menjadi itu. Bukan dipersiapkan untuk menjadi orang yang tidak terhormat di masyarakat. Tidak. Kalian dipersiapkan oleh masyarakat dan guru-guru di sini untuk menjadi orang yang nantinya keluar dari tubuh kalian, dari rahim kalian orang-orang yang hebat. Orang-orang yang tahu Alquran, yang cinta Alquran, faham Alquran, rindu dengan Alquran. Rindu Allah, rindu Rasulullah. Jangan sampai kesempatan ini dihilangkan dengan hal-hal yang tidak manfaat.

Dikatakan di dalam Alquran surat Al-‘Ashr, manusia itu semua pasti, pasti merugi. Kecuali “Illalladzina amanu wa amilus sholihati wa tawaashou bil haqqi wa tawaashous bis shobri.”

Empat golongan manusia ini, insya Allah dia yang akan selamat. Pertama orang beriman, kita termasuk orang orang yang beriman. Wa amilussholihati, kita termasuk beramal shaleh, berkumpul di tempat ini, di tempat orang yang shaleh, di tempat waliyullah, di majelis ini, majelis Rasulullah, majelis Alquran. Ini tempat yang shaleh.

Wa tawaashou bilhaq, mengajak kepada yang haq, kita disini juga disampaikan hal-hal yang haq. Wa tawaashou bis shobr, kita duduk disini dari pagi sampai sekarang, tidak pindah, ini termasuk sabar. Empat-empatnya di dalam majelis ini ada. Berarti kita tidak merugi. Kita tidak termasuk khosirin, kita termasuk orang yang beruntung.

Alhamdulillah, mudah-mudahan kesempatan itu jangan sampai hilang. Penuhi hari hari kita dengan kebaikan, putri-putriku. Boleh kita bercanda, boleh kita ngobrol. Bukan tidak boleh. Kalau kita tidak bercanda, jadi malaikat kita. Kita manusia, wajar ada candanya sedikit. Boleh. Tapi waktu itu diusahakan. Sebanyak mungkin manfaat buat kita. Karena kalian di sini tidak akan seumur hidup. Kalian di sini dibatasi waktu. Nah, waktu kalian yang dibatasi ini usahakan, kalian bisa menyelesaikannya dengan bagus.

Jadilah kalian putri-putri yang hebat. Putri-putri yang pulang ke kampung menjadi contoh orang orang. Putri-putri yang di masyarakat di manapun kalian berada menjadi sorotan bagi masyarakat. Bahwa ini anak-anak dari Mbah Idris, yang luar biasa. Di mana tempat, nama Mbah Idris itu terbawa. Oleh karena itu di mana tempat jangan sampai mencoreng nama guru Anda. Buat bangga guru Anda, walau dengan berbuat senyum kepada orang sekitar. Maksudnya senyum di sini beradab dan berakhlak.  Bukan mengumbar senyum kepada siapapun. Perempuan tidak diperbolehkan begitu.

Kadang orang-orang pondok kalau sudah keluar dari pondok, seperti keluar dari kerangkeng. Dari penjara. Bukan. Pondok ini bukan penjara. Pondok ini surga. Penjara itu di luar. Justru penjara itu bumi yang ada di luar ini. Tapi di sini Anda ada di dalam surga. Riyadlul jinan, taman dari surga. Tempat orang-orang yang berdzikir, orang yang mencari ilmu, itu surga. Jadi orang sekarang dibalik. Seakan-akan orang di luar meilhat kita ini dikekang, dipenjara. Salah. Nanti kalau kalian keluar ke sana, itu isinya neraka tok. Yang perempuan berpakaian model begini, begitu. Naudzubillah min dzalik.

Walaupun dikatakan dalam hadist neraka itu nanti kebanyakan wanita, tapi saya yakin bukan kalian yang dikatakan rasulullah. Kadang kita tidak terima, kenapa ya Allah saya tidak boleh begini. Harus bersyukur. Walaupun saya seperti ini ya Allah, saya min ahlil quran. Walaupun saya bukan orang yang kaya, yang kelihatannya indah di mata pandangan saya tetapi saya tenang dan nikmat dalam membaca Alquran.

Kita doakan semoga Bu Nyai Khadijah diberi kesehatan, panjang umur, semua anak cucunya, semua pengasuh, yang pengajarnya, yang pengurusnya, yang belajar, dan orang-orang tua dan wali muridnya diberi panjang umur, sehat walafiat, dan diberi nikmat.

Nikmat tidak ada nikmat seperti Alquran. Subhanallah, Alquran itu disayang-sayang, dicium-cium. Alquran itu indah. Sampai datuk saya mengatakan kalau Alquran itu adalah kekasihnya. Istrinya sudah tidur, beliau masih berdialog bercumbu dengan kekasihnya. Beliau meninggal hafal Alquran, dan meninggal dalam keadaan membaca Alquran. Saya Syech bin Abdul Qodir, bin Abdurrahman. Habib Abdurrahman inilah yang hafal Alquran. Sampai beliau minta kepada Allah di zaman itu, di Yaman lagi dijajah sama Inggris. Waktu itu penjajah melarang anak anak sekolah memakai celana panjang, atau gamis. Tapi mbah saya tidak terima matanya melihat aurat-aurat anak-anak itu dan aurat wanita yang tidak berjilbab. Akhirnya ngomong sama Habib Ali bin Muhammad al Habsyi Shohibu Simthud Duror itu, “tolong doakan saya supaya saya buta. Dan doakan air ini supaya hafalan saya tambah kuat. saya ingin buta, tidak ingin melihat maksiat.” Subhanallah, didoakan Habib Ali, diminumi air itu, dalam beberapa hari, ada yang mengatakan tiga minggu, buta beliau. Dan hafalannya itu kuat. Sampai seperti itu orang-orang dulu dengan maksiat. Karena beliau mengatakan aku itu ahli Quran, ga boleh nonton ngono-ngono kui.

Jadi putri-putriku yang hafal Alquran tontonane yo seng apik. Kalau ada apa apa yo moco bismillah. Moco quran wae. nek ada rasa rindu moco quran wae. Jadi kalau membaca Alquran itu niatkan “ya Allah, aku cinta kepada Alquran dan Alquran cinta kepadaku.” Kalau sudah cinta sama cinta, mau tidur itu pengen ketemu kekasihnya dulu. Paling ra, tabarok sebelum tidur. Nantinya orang yang membaca itu akan terhindar dari siksa kubur. Kalau sudah Alquran yang dibaca, insya Allah semua akan jadi baik.

Jangan khawatir, kalian didoakan oleh orang-orang yang shaleh. Saya juga minta didoakan. Kalian hebat. Kalian wajahnya ini luar biasa nikmat dipandang. Insya Allah kenikmatan ini tidak hanya saat ini, tapi sampai akhir hayat nanti.][

 

Disampaikan dalam acara temu santri di Aula Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an, Lirboyo, Sabtu (09/04) pukul 11.30 WIs.

P3HMQ Menolak Narkotika

LirboyoNet, Kediri – Persebaran narkotika dan obat-obatan terlarang kian mengkhawatirkan. Kota Kediri bahkan termasuk dari beberapa kota di Jawa Timur yang memiliki tingkat persebaran tertinggi. Tentu saja fakta ini membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kediri makin gemas.

Rabu siang kemarin, (06/04) dua orang perwakilan BNN Kediri berkunjung ke ponpes Lirboyo unit P3HMQ (Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiaat Al-Qur’aniyyah). Didampingi Bapak Imam Mustaghfirin selaku pengurus ponpes Lirboyo, ibu-ibu BNN ini memberikan informasi terkait perkembangan narkotika.

Mereka berdua membeberkan fakta, bahwa bentuk narkotika sudah semakin tidak tertebak. Baru-baru ini, kandungan narkotika ada di dalam kue brownies yang mudah dijangkau masyarakat. Bahkan, anak yang masih berusia dua tahun sudah menjadi korban. Setelah memakan brownies, anak itu tidak bangun selama dua hari.

Dilaksanakan di mushala pondok, BNN menjalankan salah satu fungsinya, yakni pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Selain pelajar sekolah, santri juga dinilai perlu untuk dibekali pengetahuan tentang narkotika. Mengingat, santri juga dipandang sebagai penentu arah masa depan bangsa. Maka tumbuh-kembang santri yang sehat sangat penting bagi kesehatan bangsa kelak saat mereka menjadi pemimpin.

Sekitar lima puluh santri putri hadir untuk mengikuti penyuluhan ini. Mereka diwanti-wanti agar tetap waspada atas makanan maupun minuman yang akan mereka komsumsi.][