Tag Archives: sujud

Mengenal Dasar-Dasar Sujud Sahwi

Secara bahasa, Sahwi berarti lupa. Sujud Sahwi secara istilah diartikan dengan dua sujud yang dilakukan sebelum salam di akhir shalat karena melakukan sebab-sebab tertentu.

Hukum Sujud Sahwi

Hukum asal dari sujud Sahwi bagi seorang imam atau munfarid (sholat sendirian) adalah sunah. Adapun bagi makmum wajib melakukan sujud Sahwi dalam rangka Mutaba’ah (mengikuti imam) apabila imamnya melakukan sujud Sahwi.

Sebab-Sebab Sujud Sahwi

Sujud Sahwi sunah untuk dikerjakan apabila melakukan hal-hal berikut;

Pertama, meninggalkan salah satu sunnah Ab’adh dalam shalat. Contoh, meninggalkan duduk atau bacaan Tasyahud Awal dan Qunut. Sahabat Al-Mughirah bin Syu’bah Ra, dia mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ فَلَمْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا فَلْيَجْلِسْ، فَإِذَا اسْتَتَمَّ قَائِمًا فَلاَ يَجْلِسْ وَيَسْجُدُ سَجْدَتَي السَّهْوِ

Jika salah seorang di antara kalian bangkit dari dua raka’at, dan belum berdiri dengan sempurna, maka hendaklah ia duduk. Namun, jika ia telah berdiri dengan sempurna, maka janganlah ia duduk. Dan hendaklah ia melakukan sujud sahwi dua kali” (HR. Ibnu Majah).

Kedua, melakukan pekerjaan yang apabila dilakukan secara sengaja dapat membatalkan shalat. Seperti berbicara dengan perkataan yang sedikit atau menambah jumlah rakaat dalam keadaan lupa. Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّهُ لَوْ حَدَثَ فِي الصَّلاَةِ شَيْءٌ أَنْبَأْتُكُمْ بِهِ وَلكِنْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ فَإِذَا نَسِيْتُ فَذَكِّرُوْنِي وَإِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَتَحَرَّ الصَّوَابَ، فَلْيَتِمْ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ

Sesungguhnya, jika terjadi sesuatu pada shalat, niscaya kalian aku beritakan. Akan tetapi aku hanyalah seorang manusia. Aku lupa sebagaimana kalian juga lupa. Jika aku lupa, maka ingatkanlah aku. Jika salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya, maka hendaklah dia berusaha mencari mana yang benar. Lalu menyempurnakannya, setelah itu hendaklah dia sujud dua kali” (HR. Abu Dawud).

Ketiga, memindah rukun Qauli (ucapan) di selain tempatnya. Misalkan, membaca surah Al-Fatihah dalam ruku’ atau Tasyahud, atau membaca bacaan Tasyahud dalam keadaan berdiri.

Keempat, melakukan sebuah rukun Fi’li (gerakan) yang ada indikasi menambah rukun. Contohnya apabila seseorang ragu dalam bilangan rakaat, kemudian keraguan tersebut berlanjut sampai rakaat berikutnya, maka dia disunnahkan sujud Sahwi meskipun keraguannya tersebut hilang sebelum salam. Rasulullah Saw pernah bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِـيْ صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى؟ ثَلاَثًا أَوْ أَرْبَعًـا؟ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَـا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ. فَإِنْ كَـانَ صَلَّى خَمْسًا شَفِعْنَ لَهُ صَلاَتُهُ، وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا ِلأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيْمًا لِلشَّيْطَانِ

Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya. Sehingga dia tidak tahu berapa raka’at yang telah dia kerjakan, tiga raka’at ataukah empat raka’at. Maka hendaklah ia tepis keraguan itu, dan ikutilah yang dia yakini. Setelah itu, hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan lima raka’at, maka dia telah menggenapkan shalatnya. Namun, jika dia mengerjakan empat raka’at, maka dua sujud tadi adalah penghinaan bagi syaitan” (HR. Ahmad).

Catatan: Sujud Sahwi tetap sunah dilakukan satu kali (dua kali sujud) meskipun disebabkan oleh melakukan lebih dari satu penyebab sujud Sahwi.

Tata Cara melakukan Sujud Sahwi

Dalam prakteknya, sujud Sahwi sama persis dengan dua sujud yang menjadi rukun shalat, baik dari segi syarat, kewajiban, dan sunah-sunahnya. Namun yang menjadi perbedaan paling mendasar adalah dari dua hal, yakni;

Pertama, dari sisi niat. Bagi Imam atau seorang munfarid (sholat sendirian) untuk berniat di dalam hati (tanpa diucapkan) untuk melakukan sujud Sahwi. Adapun bagi makmum tidak diharuskan niat, karena sudah dicukupkan dengan keikutsertaannya kepada imam.

Kedua, dari sisi bacaannya. Di dalam sujud Sahwi disunnahkan untuk membaca tasbih berikut ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

Maha suci Dzat yang tak pernah tidur dan tak pernah lupa”.

Menurut sebagian ulama, bacaan tasbih di atas hanya diperuntukkan bagi mereka yang lupa dalam melakukan sebab-sebab sujud Sahwi. Adapun bagi yang sengaja melakukan sebab-sebab sujud Sahwi, bacaan yang paling tepat dalam sujud Sahwinya adalah bacaan istighfar.[]waAllahu a’lam

Referensi:

Al-Yaqut An-Nafis, hlm 46, cet. Al-Haromain.

Hasyiyah Al-Bajuri, I/189, cet. Al-Hidayah.

Shahih Muslim, I/404.

Syarh Al-Mahalli ‘ala Al-Minhaj, I/225.

 

Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Di dalam Madzhab As-Syâfi’i, Macam sujud di luar salat ada dua, yaitu sujud tilawah dan sujud syukur. Sujud tilawah disunahkan ketika terbacanya ayat sajdah, sujud ini di sunahkan baik bagi pembaca maupun pendengar ayat sajdah, sedangkan sujud syukur di sunahkan bagi orang yang mendapatkan nikmat zahir atau terhindar dari bencana dhahir sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT.

Sujud pada selain kasus di atas  maka hukumnya haram dan tidak diperkenankan bagi siapaun untuk melakukannya, bahkan sujud selain pada ketentuan diatas bisa berakibat kufur jika diniatkan sujud selain kepada Allah SWT. berbeda bila seseorang meletakkan kepalanya diatas tanah atas dasar karena ia merasa hina atau untuk merendahkan hati dengan tanpa berniat sujud, maka hal ini tidak diharamkan karena yang demikian bukan tergolong sujud.

Ketentuan sujud syukur dan tilawah (diluar sholat) adalah harus suci dari hadas, suci najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Sedangkan cara melakukannya ialah pertama niat dan takbirotul ihram dengan mengangkat kedua tangan sebagai mana dalam salat, kemudian sujud satu kali, setelah itu duduk dan salam.

Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang di lakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang terdapat dalam Alquran, di sunahkan (bahkan sunah muakkad) melakukan sujud tilawah tersebut baik di lakukan di dalam shalat ataupun di luar salat. Tata cara sujud tilawah adalah sebagai berikut:

Teknis pelaksanaan:

  1. Ketika berada dalam shalat

Setelah musholli (orang sholat) selesai membaca ayat sajdah maka langsung sujud dengan disertai niat sujud tilawah tanpa melakukan takbirotul ihram kemudian melakukan sujud dan setelah selesai maka musholli kembali bangun dengan di sertai takbir untuk meneruskan salatnya. Sujud tilawah yang di kerjakan di dalam salat tidak memakai takbirotul ihram dan salam. namun bagi makmum tidak boleh mengerjakan sujud tilawah bilamana imamnya tidak mengerjakan, sekalipun makmum mendengar atau membaca ayat-ayat sajdah.

  1. Ketika di luar shalat

Setelah selesai membaca atau mendengarkan bacaan ayat sajdah maka langsung menghadap qiblat kemudian takbir di sertai niat lalu sujud, kemudian takbir untuk duduk lalu salam.

Niat sujud tilawah adalah :

نَوَيْتُ سُجُوْدَ التِّلاَوَةِ سُنَّةً للهِ تَعَالىَ

Bacaan sujud tilawah adalah :

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصُوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ .

Apa bila tidak memungkinkan sujud Tilawah karena ada kesibukan atau lainnya, maka di anjurkan membaca tasbih 4 kali sebagai pengganti sujud tilawah.

4 x سُبْحَانَ الله وَالْحَمْد لله وَلَا إِلَه إِلَّا الله وَالله أكبر وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم

Sujud Syukur.

sujud syukur adalah sujud yang di lakukan di luar shalat karena ada beberapa sebab. Berikut ini beberapa sebab di sunahkannya melakukan sujud syukur:

  1. Mendapatkan ni’mat yang tidak di sangka sebelumnya baik nikmat pada dirinya sendiri, kerabat, teman atau umat islam secara umum. Akan tetapi tidak disunahkan jika karena mendapat ni’mat yang terus menerus seperti ni’mat islam.
  2. Terhindar dari bencana atau musibah yang tidak di duga-duga sebelumnya seperti selamat dari tertimpa bangunan yang roboh akibat gempa atau selamat dari tenggelamnya kapal.
  3. Ketika melihat orang lain melakukan kemaksiatan sebagai rasa syukur bahwa dirinya tidak melakukannya.
  4. ketika melihat orang lain tertimpa musibah pada anggota badannya, seperti buta, tuli, atau gila. Namun pada saat melakukannya di sunahkan untuk tidak di perlihatkan padanya.

Adapun cara melakukan sujud syukur yaitu di lakukan di luar shalat dengan satu kali sujud di syaratkan dalam keadaan suci, menutup aurot, dan menghadap qiblat. Sementara rukun-rukunnya adalah sebagi berikut:

  1. Niat
  2. Takbiratulihram
  3. Sujud satu kali
  4. Duduk
  5. salam

Niat sujud syukur :

نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَةَ للهِ تَعَالَى

Bacaan sujud syukur sebagai berikut :

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.