Tag Archives: umroh

Legalitas Umroh Sebelum Haji

Dalam kitab Al-Jami’ As-Shaghir, Imam As-Suyuti mengutip sebuah hadis Ralulullah Saw:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga,” (HR. An-Nasai, Ahmad, dan At-Turmudzi).

Hadis tersebut menjelaskan begitu besar pahala yang dijanjikan oleh Allah Swt bagi mereka yang menunaikan ibadah haji dan umroh. Sebagai muslim yang hakiki, sangat mustahil apabila tidak terbesit keinginan dalam hati untuk menunaikan kedua ibadah tersebut.

Namun, apa daya ketika realita berbicara lain. Kebutuhan finansial yang lumayan mahal menjadikan kedua ibadah ini tidak bisa dijangkau oleh semua orang. Andaipun kebutuhan biaya dan finansial telah mampu, tak jarang mereka harus menanti beberapa tahun untuk menunggu giliran keberangkatannya (Waiting List).

Akhirnya, demi mengobati kerinduan beribadah di tanah Suci Makah dan Madinah, sebagian orang memilih menunaikan ibadah umroh meskipun mereka belum sempat menunaikan ibadah haji. Alternatif umroh sebelum haji ini masih ada yang mempertanyakan keabsahannya, apakah praktek demikian dapat dibenarkan dalam pandangan kaca mata syariat?.

Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam kitabnya, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhaddzab, memaparkan legalitas ibadah umroh sebelum haji dengan ungkapan seperti ini:

أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى جَوَازِ الْعُمْرَةِ قَبْلَ الْحَجِّ سَوَاءٌ حَجَّ فِي سَنَتِهِ أَمْ لَا وَكَذَا الْحَجُّ قَبْلَ الْعُمْرَةِ وَاحْتَجُّوا لَهُ بِحَدِيثِ ابْنُ عُمَرَ (أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَبِالْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ الْمَشْهُورَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ ثَلَاثَ عُمَرٍ قَبْلَ حَجَّتِهِ

Para ulama sepakat atas kebolehan melakukan umroh sebelum menunaikan ibadah haji, baik haji di tahun itu ataupun tidak, begitu juga kebolehan haji sebelum umroh. Pendapat ini berargumen dengan hadis sahabat Ibnu Umar; Sesungguhnya Nabi Saw pernah melakukan umroh sebelum haji, diriwayatkan oleh Al-Bukhari. Selain itu, para ulama juga berargumen dengan hadis-hadis shahih yang lain, yaitu Rasulullah Saw pernah melakukan umroh sebanyak tiga kali sebelum beliau menunaikan ibadah haji,” (Lihat: Al-Majmu’ Syarh Al-Muhaddzab, VII/170, Maktabah Syamilah).

Dalam kitab Syarah Az-Zarqoni ‘ala Al-Muwattho’ juga dijelaskan:

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ، فَقَالَ: أَعْتَمِرُ – بِتَقْدِيرِ هَمْزَةِ الِاسْتِفْهَامِ – قَبْلَ أَنْ أَحُجَّ؟ فَقَالَ سَعِيدٌ: نَعَمْ، قَدِ «اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ»  ثَلَاثَ عُمَرٍ. قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: يَتَّصِلُ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ وُجُوهٍ صِحَاحٍ، وَهُوَ أَمْرٌ مُجْمَعٌ عَلَيْهِ لَا خِلَافَ بَيْنَ الْعُلَمَاءِ فِي جَوَازِ الْعُمْرَةِ قَبْلَ الْحَجِّ لِمَنْ شَاءَ

Seorang laki-laki bertanya kepada Said bin Musayyab; Bolehkah aku umroh sebelum haji?. Said menjawab; Boleh, karena Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah melakukan umroh sebelum haji, yaitu sebanyak 3 kali. Ibnu Abdi Al-Bar berkata; Hadis ini bersambung dari periwayatan yang shahih. Telah menjadi kesepakatan dan tidak ada pertentangan di antara para ulama bahwa boleh melaksanakan umroh sebelum haji bagi yang menghendakinya,” (Lihat: Syarah Az-Zarqoni ‘ala Al-Muwattho’, II/393, Maktabah Syamilah).

Dari penjelasan referensi tersebut sudah dapat ditarik pemahaman bahwa menjalankan ibadah umroh sebelum menunaikan ibadah haji dapat dibenarkan menurut kacamata syariat. Bahkan yang demikian itu sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw sendiri sebanyak tiga kali, sebagaimana keterangan dari hadis sahabat Ibnu Umar yang diriwayatkan dengan periwayatan yang shahih.

[]waAllahu a’lam

 

 

Kini, Lirboyo Punya Travel Haji dan Air Minum Sendiri

LirboyoNet, Kediri – Pembukaan Kamis Legi tahun ini diramaikan dengan launching Travel & Air Minum Himasal (Himpunan alumni santri Lirboyo).

Bertempat di Kantor Al Muktamar, launching ini dihadiri oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, Agus HM. Ibrohim A. Hafidz, KH. Atho’illah S. Anwar, dan seluruh Ketua Himasal cabang yang berkesempatan hadir dalam pengajian rutinan Kamis Legi.

Sebagai pembuka, Himasal Haji & Umroh menawarkan dua paket umroh, yang akan diberangkatkan pada bulan Desember ini. Dua paket itu adalah VIP  dan Istimewa. VIP pertama bersama KH. M. Anwar Manshur, yang berangkat pada  8 Desember 2016 (13 hari), VIP kedua bersama KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus (19 Desember 2016 selama 10 hari), dan paket Istimewa bersama KH. Athoillah S. Anwar dan KH. Nurul Huda Ahmad (20 Desember 2016 selama 12 hari).

Himasal Haji & Umroh sendiri mendapat pendampingan sebuah travel induk milik seorang alumni, H. Zainuri. Travel ini bukan cabang dari perusahaan travel lain, dan sudah memberangkatkan +7.500 jamaah tiap tahunnya. Sehingga, para alumni, terutama ketua cabang Himasal di daerah masing-masing tidak perlu khawatir dengan hal-hal yang tidak diinginkan, yang sering terjadi di perusahaan travel lain, entah pengurusan yang rumit, pembatalan keberangkatan, maupun masalah lain.

Selain itu, telah dimusyawarahkan bagaimana sistem terbaik yang akan dijalankan. “Juga sudah kita bicarakan tentang fee-nya. Untuk pondok, untuk (himasal) cabang, wilayah, juga pusat. Semua sudah dihitung. Dan pada intinya, program ini demi kemashlahatan pondok dan perkembangan Himasal di seluruh lini,” terang Gus Fahrur. Beliau menambahkan, program ini tidak terbatas pada alumni saja. Siapapun itu, entah santri, muhibbin, simpatisan, maupun masyarakat awam diharapkan juga dapat ikut serta.

Kemudian, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus mengingatkan bahwa program ini haruslah didasari dengan niat berkhidmah. “Kami butuh dukungan dari para alumni. Kalian adalah ujung tombak, karena yang dilihat (oleh masyarakat umum) dari pesantren adalah alumninya. Al barokah fil jamaah. Jika kita mampu berkonsolidasi dengan baik, hasilnya akan baik dan barokah.”

Di kesempatan berikutnya, Agus HM Ibrahim A. Hafidz memperkenalkan kepada hadirin air minum mineral merk Himasal. “(botol air minum) yang ada di hadapan jenengan itu bukan berisi air biasa. Jadi yang kita produksi nanti (air minum) berisi bacaan jausyan. Memiliki kandungan doa dan obat,” ujar beliau. Rencananya, air minum ini sudah bisa didistribusikan pada Kamis Legi edisi depan. Program ini juga membutuhkan peran para alumni, lebih-lebih pengurus Himasal daerah.

Program-program baru yang dikehendaki oleh Himasal ini, semoga dapat terlaksana dengan baik. “Ridlallah fi ridla syaikh. Kita sudah direstui oleh para masyayikh. Artinya, kita sudah mengawali dengan hal baik. Apa yang dimulai dengan ikhlas, hasilnya akan baik. Yang penting, ini tidak akan mengganggu proses pendidikan (yang berlangsung di pondok Lirboyo),” harap Mbah Kiai Kafa.][

Mbah Idris dan Mbah Anwar Kembali ke Tanah Air

LirboyoNet, Jakarta – (12/11/2011) Setelah melaksanakan rangkaian Ibadah Haji selama hampir 25 hari, akhirnya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi dan KH. Anwar Manshur, yang tergabung dalam Rombongan Amirul Hajj RI, kembali ketanah Air dengan selamat. Rona bahagia terpancar dari wajah beliau berdua, meskipun kondisinya masih terlihat kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang Jeddah-cengkareng.

Pesawat yang mengangkut Rombongan amirul hajj RI, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Sabtu malam (12/11/11) tept pukul 21.00 WIB. Selanjutnya Rombongan Amirul Hajj RI beristirahat di VIP ROOM Bandara Sooekarno-Hatta hingga pukul 23.00 WIB, karena menunggu usainya konferensi Pers yang dilakukan oleh Menteri Agama RI dan KH. A. Hasyim Muzadi selaku Pimpinan Amirul Hajj Indonesia tahun 2011.

Beberapa anggtavkeluarga Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar, didampingi perwakilan pengurus dan beberapa Alumni senior Pondok Pesantren Lirboyo, asal Jakarta dan banten, berkesempatan menjemput kedatangan beliau berdua di cengkareng. Dari keluarga KH. Idris Marzuqi tampak Ibu Nyai Hj. Addiniyyah, Agus H. A. Muhasyim. Ning Hj. Tuti Amanah Nafisah dan Agus H. Muh. Yasin EMKA. Dari keluarga KH. M. Anwar Manshur tampak ikut menjemput adalah Nyai Hj. Mahfudzotin, Nyai Hj. Aina Ainaul Mardliyah, Ning Hj. Roudlotul Jannah, Agus H. Adibussholeh Anwar. Dari perwakilan pengurus dan Alumni tampak HM. Mukhlas Noer (ketua I PP. Lirboyo), Munifi Zaini (Banten), H. Muhtadi Zaini (Banten), ustadz Munshorun (Jakarta), H. Sholahuddin (Jakartar) dan H. Tsauban (Jakarta).

[ads script=”1″ align=”center”]

Usai meninggalkan Bandara Soekarno Hatta, KH. A. Idris Marzuqi, KH. A. Anwar Manshur beserta keluarga dan rombongan penjemput, menginap kediaman KH. A. Hasyim Muzadi di komplek PP. Al Hikam Depok Jawa Barat. Keesokan harinya (13/11) Ba’da sholat subuh, KH. Moh. Anwar Manshur bersama KH. A. Idris Marzuqi di daulat, memimpin doa bersama yang diikuti oleh seluruh santri PP. Al Hikam Depok. Hal ini adalah agenda khusus yang direncanakan oleh KH. A. Hasyim Muzadi, semenjak beliau di tanah suci, KH. Hasyim Muzadi mengharapkan agar KH. A. Idris Marzuqi dan KH. Moh. Anwar Manshur berkenan singgah di PP. Al Hikam Depok untuk ndungani (mendo’akan-red) Pondok Pesantren  dan seluruh santri beliau.

Pada pukul 07.00 WIB KH. A. Idris Marzuqi beserta keluarga dengan didampingi perwakilan pengurus dan beberapa Alumni, berangkat menuju Surabaya via Cengkareng-Juanda. dan beberapa saat selanjutnya KH. Anwar Manshur beserta keluarga tepat pukul 10.00 WIB keluar dari kediaman KH. A. Hasyim Muzadi juga menuju Surabaya Cengkareng-Juanda.

Tepat pukul 11.09 WIB KH. Idris Marzuqi beserta rombongan mendarat di Juanda, beliau disambut oleh adik ipar beliau KH. Thoha Khozin (Probolinggo) dan keluarga, yang sekaligus menjemput putra KH. Thoha Khozin, Agus HM. Yasin EMKA, yang juga beribadah Haji atas undangan dari Robithoh Alam Islami. Selain Keluarga KH Idris, tampak pula beberapa orang perwakilan pengurus yang berkesempatan menjemput KH. Ahmad Idris Marzuqi. Selanjutnya beliau beristirahat di kediaman beliau di daerah Medaeng Sidoarjo. Dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Lirboyo keesokan harinya.

Beberapa saat kemudian, tepatnya pukul 15.30 WIB. KH. M. Anwar Manshur juga mendarat dengan selamat, dibandara juanda surrabaya. kerawuhan beliau disambut oleh seluruh putra-putri dan beberapa cucu beliau, tampak juga beberapa orang pengurus Pondok Pesantren Lirboyo. Selanjutnya beliau beserta rombongan penjemput menuju Pondok Pesantren Paculgowang Jombang untuk berziarah ke makam Leluhur beliau. Usai melakukan Ziarah, KH. M. Anwar Manshur beserta rombongan berangkat menuju Lirboyo. riff

Masyayikh Lirboyo Bersiap Menjalani Rukun Haji

LirboyoNet, Makkah – (01/11/2011) Detik-detik puncak pelaksanaan ibadah haji, semakin dekat, hal ini membuat sibuk banyak pihak terutama para jamaah Haji asal Indonesia. Mereka mulai berbenah diri untuk melaksanakan semua rukun haji. Hal sama juga dilaksanakan oleh para Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo, yang tergabung dalam Amirul Hajj Republik Indonesia.

Kontributor lirboyo.net yang juga mendampingi kegiatan KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur. Ustadz Tajuddin menjelaskan, bahwa hingga saat ini keadaan Mbah Yai berdua baik-baik saja, “ Bahkan Mbah Yai Idris semakin sehat bugar, beliau mampu melaksanakan umroh bersama kami dan rencananya malam nanti beliau berdua akan melaksanakan ibadah Thowaf lagi.” Ujarnya.

Ustad muda tamatan MHM tahun 2010 ini menambahkan, selama pelaksanaan ibadah haji, Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar bisa bertemu dengan Dzuriyyah Lirboyo lain yang kebetulan pada tahun ini menjalankan Ibadah Haji, mereka bertemu pada saat melaksanakan Thowaf Sa’i Umroh. Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar bertemu dengan KH. Abdullah Kafabihi Mahrus beserta ibu Nyai, Kyai Abdul Kholiq Ridlwan, Agus Ibrahim Hafidz dan beberapa Alumni Lirboyo.

Selama pelaksanaan Ibadah Haji, Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar tidak bermaktab di Hotel seperti kebanyakan Jamaah haji Indonesia yang lain, akan tetapi beristirahat di Kantor Safaroh Indonesia. Di daerah siza dekat Minna sebelum Nafaq Malik Fahat, karena beliau berdua bersama KH. Hasyim Muzadi dan beberapa staf Kementerian Agama RI adalah Delegasi Amirul Hajj Republik Indonesia.

Selain menjalankan ibadah Haji Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar, melaksanakan misi Amirul Hajj, yakni melaksanakan rapat bersama petugas Haji dan mensurvey hunian Jamaah Indonesia, “Jumat hingga Ahad kemarin, beliau berdua ke Madinah dengan agenda yang sama,” Ujar Ustadz Tajuddin Menambahkan. puncak pelasaknaan Ibadah Haji tahun ini akan jatuh pada hari Sabtu lusa, dengan ditandai pelaksanaan Wukuf di padang Arafah. “Insya Allah Mbah Yai akan kundur (pulang.red) ke tanah Air sebelas hari lagi ( 17/11)” Ujarnya menambahkan. Tapi beliau tidak langsung plang ke Kediri tapi ingin singgah dulu di jakarta, untuk mengikuti beberapa agenda Kemenag. riff

Mbah Yai Idris & Mbah Yai Anwar Tunaikan Ibadah Haji

LirboyoNet, Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur, menunaikan ibadah Haji, beliau berdua bersama dengan KH. Hasyim Muzadi dan beberapa staf Kantor Kementerian Agama RI, dalam kapasitas sebagai Amirul Hajj Republik Indonesia.  Sabtu sore kemarin (22/10/2011) di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Beberapa anggota keluarga tampak mendampingi keberangkatan Mbah Yai Idris dan Mbah Yai Anwar, diantaranya, KH. Atho’illah S. Anwar, Agus Yasin EMKA, KH. Fahrurrozi Burhan, Agus H. Adib Anwar dan Ustad H. Muhlas Noer mewakili pengurus Pondok. Tepat pukul 16.00 WIB  Mbah Yai Idris, Mbah Yai Anwar, KH. Hasyim Muzadi beserta Staf Kemenag memasuki Pesawat Saudi Arabia Air, untuk selanjutnya take off menuju Jeddah.

Sebelumnya, Jum’at siang (21/10) Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, puluhan ustad dan ratusan Santri Putri P3HM (Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiaat), melepas kepergian KH. M. Anwar Manshur di depan Gerbang Pondok, menuju bandara Juanda Surabaya untuk selanjutnya transit di Kediaman Besan beliau di Provinsi Banten.

[ads script=”1″ align=”center”]

Selang beberapa waktu kemudian, Jum’at Malam (21/10) KH. A. Idris Marzuqi juga bertolak menuju Surabaya,  namun beliau tidak langsung menuju Jakarta, akan tetapi beliau singgah terlebih dahulu di kediamannya Surabaya, karena fisik beliau yang membutuhkan banyak istirahat. Sehingga keesokan harinya baru terbang menuju Jakarta. Keberangkatan beliau diantarkan oleh Handai taulan, puluhan Pengurus Pondok dan pengajar PP. Lirboyo di depan Kediaman beliau.

Ketua satu Pondok Pesantren Lirboyo. Ust. H. Muhlas Noer mengatakan, “kami berharap seluruh santri, alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Lirboyo, berkenan mendo’akan para Masyayikh Lirboyo yang sedang menunaikan Ibadah Haji, semoga mereka senantiasa diberikan Kesehatan dan kekuatan sehingga mampu melaksanakan semua rukun Haji dengan sempurna,” ujarnya mantap, lebih lanjut Ustad kelahiran Malang ini berharap agar para santri dan Alumni bersedia membacakan Do’a setiap bada Sholat Fardlu, dengan harapan agar para Masyayikh Lirboyo, dapat kembali ketanah air dengan selamat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun crew lirboyo.net, Selain KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur, keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo yang pada tahun ini melaksanakan ibadah Haji melalui jalur Reguler adalah KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus beserta Ibu Nyai, Kyai Abdul Kholiq Ridwan dan Agus Ibrahim Hafidz. Diperkirakan akhir bulan November seluruh Masyayikh Lirboyo yang menunaikan Ibadah Haji akan kembali ketanah Air. riff