Tag Archives: Uswah

Dawuh KH. Ahmad Idris Marzuqi

Dawuh KH. Idris Marzuqi kepada para santri. PERTAMA, agar berusaha sekuat tenaga menamatkan jenjang pendidikan di pondok pesantren Lirboyo. Kunci kesuksesan belajar di Lirboyo selain mempeng adalah harus menamatkan madrasah. Meskipun ketika mondok itu seperti tidak dapat apa2, namun jika tamat insya Allah ada nilai tersendiri.

KEDUA, setelah tamat harus lebih memprioritaskan memperjuangkan ilmu dulu. Jika lebih mengutamakan bekerja dan menyepelekan mengamalkan ilmu, maka dia malah akan kesulitan menuai hasil maksimal (dalam mencari rejeki), sudah banyak sekali buktinya. Selain itu, ketika belajar di Lirboyo, jangan pernah merasa putus asa, apapun yg terjadi.

KETIGA, jangan sekali-kali mengandalkan kecerdasan otak, namun andalkan mempeng ngaji.

KH. M. Anwar Manshur : Maulid Nabi, Momen Meneladani Nabi

“Keagungan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW, sungguh sangat besar, sehingga Pahala dan barokah dapat kita peroleh secara bersamaan”, itulah Petikan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. M. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo tadi malam, dalam acara “Malam Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW” yang di helat semalam di Serambi Masjid Lawang Songo Lirboyo.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar menjelaskan, “Sangat Disayangkan sekali, jika waktu-waktu utama seperti ini, dibiarkan begitu saja, tanpa diperingati dan di hormati. Karena hanya dengan mempunyai krentek (kata samar-red) hati saja, itu sudah mendapatkan pahala, apalagi jika mau bersholawat, semacam ini. Insya Allah syafa’atnya akan sampai pada kita,” ujar beliau tegas.

“Banyak kitab-kitab ulama’ Salaf, yang menjelaskan dengan runtut keutamaan mencintai Nabi, salah satunya adalah dengan memperingati kelahirannya.” Riff

Mbah Kiai Mahrus Sosok yang Dermawan

LirboyoNet, Kediri – “Sosok Mbah Kyai mahrus Aly selain dikenal sebagai figur yang tegas dan berdisiplin tinggi dalam keseharian, teryata dibalik itu semua terdapat banyak sekali suri tauladan yang dapat digali, baik oleh santri, Alumni bahkan Masyarakay sekalipun”, itulah penggalan prakata KH. Imam Yahya Mahrus dalam acara Haul Almaghfurlah KH. Mahrus Aly yang ke-26, kamis sore lalu (22/09) di Mushola PPHM Lirboyo Kediri. Dalam kegiatan rutin setiap hari kamis akhir dibulan syawal ini, hadir puluhan Kyai, Alumni, masyarakat dan ratusan Santri.

Acara berlangsung khidmat mana kala pembacaaan tahlil dimulai oleh KH. M. Anwar Manshur. Suasana yang asalnya sedikit gaduh, berganti hening seakan kembali kepada masa-masa indah bersama Mbah Yai Mahrus Aly. Usai pembacaan Tahlil, acara dilanjutkan dengan pembacaan Do’a tahlil yang dipimpin oleh Habib Abdurrohman dari Kediri. Selanjutnya KH. Imam Yahya Mahrus menyampaikan sambutan atas nama Keluarga.

Dalam Sambutannya, Rektor Institut Agama Islam Tri Bakti ini mengisahkan kenangan-kenangan indah bersama Almarhum, “Mbah Yai Mahrus itu figur yang sangat lengkap, mulai dari Rektor, Pendakwah, Imam masjid hingga penasehat Tentara.” Ujar Yai Imam tegas. Lebih lanjut, Kyai Imam juga menambahkan beberapa kisah-kisah pribadi Mbah Yai Mahrus yang jarang di ketahui oleh santri dan Alumni, salah satunya adalah kedermawanan beliau yang luar biasa.

Dalam berbagai kesempatan Mbah Yai Mahrus selalu menyempatkan diri untuk bersedekah, meskipun dalam keadaan bepergian, hingga pada saat kembali kekediaman sekalipun, beliau sempatkan tuk sekedar bertegur sapa dengan para tetangga, sembari memberikan beberapa lembar uang kepada mereka.Riff

Teladani Sifat Welas Asih Mbah Yai Sepuh

LirboyoNet, Kediri – KH. Abdul Karim merupakan sosok kyai yang sangat patut diteladani, dalam pelbagai bidang, mulai tarbiyah (Pendidikan) hingga mu’asyaroh (Interaksi) dengan masyarakat, hal ini disampaikan KH. M. Anwar Manshur di sela-sela acara Halal Bihalal pengurus dan pengajar MHM selasa malam (15/09/2011).

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar mengisahkan bahwa sosok mbah yai sepuh adalah sosok yang welas asih (kasih sayang), terhadap para santri, hal ini ditandai dengan aktifitas beliau setiap hari yang memantau kegiatan santri, sehingga bisa dipastikan, setiap malam hari beliau selalu mengelilingi Pondok guna melihat dari dekat kegiatan harian para santri. Jika diketemukan santri yang sedang bergurau dan bermain tanpa guna beliau langsung menasehatinya dengan ungkapan yang santun, sehingga santri yang dinasehati menjadi penurut.

Bentuk lain perwujudan sifat welas asih Mbah Yai sepuh adalah, pada saat pondok mengadakan acara haflah, beliau memberikan makanan gratis kepada seluruh santri, dengan makanan yang enak-enak dan terbaik dikala itu, padahal jumlah santri saat itu ada sekitar 500-an orang, hal ini menunjukkan betapa perhatian seorang KH. Abdul Karim terhadap santrinya.

Lebih lanjut Mbah Yai Anwar berharap, dari sepenggal kisah keteladanan Mbah Yai sepuh ini, bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pengajar dan pengurus MHM agar lebih maksimal dan optimal dalam memberikan pengajaran, namun tetap mengedepankan sifat welas asih terhadap anak didiknya, sehingga ada ikatan hati diantara keduanya. riff