Tag Archives: wasiat

Wasiat Habib Salim Bin Abdullah Asyatiri

Salah satu Wasiat Habib Salim Bin Abdullah Asyatiri kepada kita semua sebelum meninggalnya beliau

“Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan perkara- perkara yang diharamkan dan pergi ke tempat-tempat yang dapat merusak diri”,

“Hendaknya kalian jauhi diri dari tempat-tempat yang dapat merusak diri dan perbuatan maksiat dan aqidah yang batil”,

“Jauhilah musa majalis al ardad yaitu majalis yang dapat merusak akhlak kita dan aqidah karena sesungguhnya perkumpulan yang bertentangan dengan quran dan sunah akan memadorot atau menyesatkan dirinya sendiri walaupun orang itu punya ilmu”

“Hendaknya Toriqoh kalian Toriqoh Sadah Ali Ba’alawi yang di Tarim. jalankan toriqoh itu dan bacalah kitab-kitab yang telah di ringkas seperti kitab-kitab Imam Haddad dan lainnya dari ulama-ulama dan orang sholeh”,

“Hendaknya juga kalian punya hubungan kuat dengan tarim dan ribat tarim jangan sekali-sekali kalian putus hubungan itu”,

“Akan tetapi kalian perkuat dan sambunglah hubungan dengan mereka yaitu dengan ribat tarim dan tarim dan orang yang sholeh dimanapun kalian berada”,

“Hendaknya kalian saling tolong menolong dan berjalan ke pondok-pondok pesantren dan majelis-majelis ilmu dan juga kalian bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu”,

“Tuntutlah ilmu yang bermanfaat bagi umat dan adapun yang tidak manfaat bagi umat  janganlah kalian disibukkan olehnya”,

“Dan semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat yang merepotkan seperti banyak pikiran dan mementingkan diri sendiri”

Terakhir beliau berdoa dan meminta kepada Allah semoga kita di berikan taufiq dan hidayah

Beliau tutup dengan bersholawat kepada nabi kita Muhammad dan memuji kepada Allah swt.

 

Wasiat KH. Marzuqi Dahlan

Sebelum wafat, K.H. Marzuqi Dahlan menyampaikan tiga nasihat dan beliau wasiatkan kepada keluarga, pengurus, dewan guru, dan seluruh santri untuk tetap dijunjung tinggi dan diugemi.

Tiga wasiat beliau ialah:

1. Semua tata tertib dan peraturan pondok pesantren hendaknya ditegakkan dan dipatuhi dan jangan sekali-kali diubah.

2. Semua santri harus tetap tekun belajar dan mempertinggi himmah karena demikian itu berarti sadar dan mau menghidupkan budaya belajar ala pondok pesantren.

3. Beliau amat keberatan jika ada santri yang mengalami musibah atau cobaan hidup lantas mengubah keikhlasan niat menuntut ilmu, bimbang atau bahkan berbelok menjadi keduniawian.