Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban; dalam Diklat Kurban

Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Pada Malam Jum’at pukul 08.00 WIB, warga setempat dan para santri kelas 1 Aly-Ma’had Aly yang telah dipilih menghadiri acara Diklat Kurban di belakang gedung yayasan Pondok Pesantren Lirboyo. Acara ini diselenggarakan untuk memberi pengetahuan kepada para santri dan warga tentang tata cara penyembelihan hewan kurban dengan tepat dan benar.

Acara ini langsung dihadiri oleh grup Indonesia Blades Kediri. Grup tersebut menjadi tutor bagi para santri dan warga dalam tata cara penyembelihan hewan kurban. Mereka menjelaskan mulai dari persiapan jauh-jauh hari sebelum menyembelih hingga daging nya dimasak.

 

APD (Alat Perlindungan Diri) yang perlu disiapkan saat proses penyembelihan kurban meliputi:

  1. Helm – Melindungi kepala dari benturan atau jatuhnya benda.
  2. Kacamata – Melindungi mata dari percikan atau debu yang bisa mengganggu penglihatan.
  3. Masker – Melindungi saluran pernapasan dari debu atau bau yang tidak nyaman.
  4. Sarung tangan anti sayat – Melindungi tangan dari luka sayatan saat menggunakan pisau.
  5. Apron – Melindungi tubuh bagian depan dari percikan darah atau cairan lainnya.
  6. Sepatu boot – Melindungi kaki dari benda tajam atau benda panas.
  7. Scabbard/tempat pisau – Tempat untuk menyimpan pisau dengan aman sebelum dan setelah penggunaan. Dan juga jika menggunakan Scabbard akan menghindari dari kebingungan mencari pisau bila pisau yang digunakan terlepas ataupun rusak. Maka disarankan untuk membawa pisau lebih dari satu.

Penggunaan APD ini penting untuk mengurangi risiko cedera atau kontaminasi saat melakukan proses penyembelihan hewan kurban.

Persiapan menyembelih yang harus diperhatikan meurut mereka ada banyak sekali:

  1. Mengasah pisau setajam mungkin: pengasahan pisau dianggap sebagai hal yang paling penting, karena hal ini bersinggungan langsung dengan kehalalan hewan kurban dan juga termasuk perbuatan ihsan. Bilamana pisau yang digunakan kurang tajam maka akan mengakibatkan kesulitan dalam penyembelihan dan juga kasihan terhadap hewan yang disembeliah karena butuh proses yang lama.
  2. Tali temali: dalam menyembelih hewan kurban sudah dipastikan membutuhkan kepandaian dalam tali menali. Karena tali menali itu bukan hanya sekedar untuk mengikat hewan kurban, namun dalam perobohan hewan kurban tali menali sangat diperlukan. Supaya jatuhnya hewan kurban tidak sampai menyakitinya dan merusak daging.
  3. Mempersiapkan patok: standar patok yang digunakan sangatlah tinggi. Karena demi keamanan patok yang digunakan jangan sampai roboh bila ditarik oleh hewan kurban. Selain patok hewan kurban bisa ditalikan pada hal lain yang dapat dipastikan kekokohannya. Seperti pohon, tiang listrik dll.
  4. Koordinasi dengan tim agar solid: mereka menjelaskan bahwa diperlukan satu orang untuk memberikan komando dan mengatur tim, agar menghindari kekeliruan komunikasi saat acara berlangsung.
  5. Jauhkan hewan kurban dari keramaian: kesehatan mental hewan kurban sangat diperlukan. Hal ini sangat mempengaruhi banyak hal. Seperti, proses penyembelihan. Hewan kurban yang stress akan sangat sulit diatur, dan menyulitkan terhadap proses penyembelihan. Dan juga hewan yang stress pada proses penyembelihan bisa menyebabkan pembekuan darah dalam dua saluran pembuluh darah. Hal ini akan berpengaruh terhadap daging yang dihasilkan oleh hewan kurban tersebut.

Baca juga: Hukum Kurban Online

Cek kematian hewan

Hal ini sangat diperlukan karena kita dilarang untuk memotong atau melukai tubuh hewan sebelum hewan sudah dapat dipastikan kematiannya.

  1. Tempelkan tangan pada lambung hewan – Rasakan pergerakan napas atau denyut jantung. Jika hewan masih hidup, kita akan merasakan gerakan pernapasan atau denyut jantung.
  2. Sentuh ringan bulu mata hewan – Hewan yang masih hidup akan merespons dengan mengedipkan mata atau bergerak saat menyentuh bulu matanya.
  3. Tusuk sela-sela kuku – Ini dilakukan untuk mengecek respons hewan terhadap rangsangan. Hewan yang masih hidup akan merespons dengan menarik atau menggerakkan kaki atau ekornya.
  4. Pelintir ekor hewan – Jika hewan masih hidup, ia akan merespons dengan menarik atau menggerakkan ekornya.

Kesimpulan

Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban memerlukan langkah-langkah yang ketat dan persiapan yang matang:

1. Penggunaan APD (Alat Perlindungan Diri): Pastikan penggunaan helm, kacamata, masker, sarung tangan anti sayat, apron, sepatu boot, dan scabbard/tempat pisau untuk melindungi diri dari cedera dan kontaminasi.

2. Pemilihan Pisau: Gunakan pisau yang sangat tajam untuk memastikan proses penyembelihan yang efisien dan sesuai dengan aturan kehalalan.

3. Keterampilan Tali Temali: Dibutuhkan keterampilan dalam tali temali untuk mengikat hewan kurban dengan aman dan menghindari cedera.

4. Keamanan Patok: Pastikan patok atau penahan yang digunakan kokoh untuk menjaga keamanan selama penyembelihan.

5. Koordinasi Tim: Koordinasi yang baik dalam tim penyembelihan penting untuk kelancaran proses.

6. Kesejahteraan Hewan: Jaga kesehatan mental hewan dengan menjauhkannya dari keramaian agar tidak stres, yang dapat mempengaruhi proses penyembelihan dan kualitas daging.

7. Cek Kematian Hewan: Sebelum memulai, pastikan hewan sudah benar-benar mati dengan memeriksa pernapasan, bulu mata, sela-sela kuku, dan ekor.

Dengan mematuhi prosedur ini, proses penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan secara efektif dan sesuai dengan tata cara yang berlaku.[]

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo. FacebookInstagramYoutube.

3 thoughts on “Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban; dalam Diklat Kurban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.